Malaikat-Malaikat Di Sekitar Kita

Seperti ibu saya dulu, saya juga kurang suka kalau Kirana makan di rumah tetangga. Soalnya, khawatir kelak jadi kebiasaan. Malam ini, sepulang main dari rumah tetangga, saya mengajaknya makan malam, dia menolak. “Hayo…makan di rumah Eva, ya?” kata saya. Spontan dia menjawab, “Nggak!” Lalu, tiba-tiba, dia menyambung dengan kata-kata yang membuat saya terheran, “Eeeh…iya, nanti dicatat … Iya Ma…, Kirana makan di rumah Eva!” Saya tanya lagi, “Apanya yang dicatat, Rana?” Dia menjawab, “Kan kalau Kirana bohong, nanti dicatat sama peri, lalu bukunya dikasihkan ke Allah, lalu Allah nggak sayang sama Kirana.”

Saya benar-benar takjub. Lalu, saya ingat, kemarin di kelas Quran-nya, Kirana memang diajari oleh Bu Guru ayat, “Wa inna alaykum lahaafidziin, kiraaman kaatibiin, ya’lamuuna maa taf’aluun” (Sesungguhnya untukmu semua ada beberapa penjaga. Malaikat yang mulia sebagai pencatat. Mereka mengetahui apa saja yang kamu semua lakukan–Q.S. Al-Infithar:10-12). Kirana menyebut malaikat itu peri, karena dalam bayangannya, malaikat itu sama seperti peri yang menolong Cinderella (dalam buku ceritanya).

Sejak kecil, saya juga sudah tahu bahwa ada dua malaikat di sisi kiri dan kanan kita. Tapi, fakta itu sering sekali terlupakan begitu saja. Saya lebih sering merasa sendiri, padahal ada dua makhluk yang selalu membuntuti saya kemana-mana. Keduanya mencatat apapun yang saya lakukan, yang…astaghfirullah…lebih banyak buruk dan celanya. Padahal, bila kesadaran ada dua bodyguard di kiri-kanan bisa melekat dengan kuat di benak ini, pasti setiap detik saya akan berbuat kebaikan. Sayangnya, sekali lagi, betapa seringnya saya melupakan kehadiran mereka!

Kini, tiba-tiba putri saya yang baru berumur 4,5 thn itu, dengan segala kepolosan dan kesuciannya, seolah-olah telah menampar saya dan membangunkan saya dari kelalaian itu. Sayapun browsing di internet (alhamdulillah, ada internet!) dan menemukan beberapa poin yang disarikan dari berbagai ayat Quran dan hadis Rasulullah SAWW berikut ini.

1. Malaikat menyertai manusia kemanapun kecuali ketika kita (maaf) buang air dan berhubungan suami-istri.

2. Malaikat membisikkan kebenaran kepada hati manusia (sebagaimana setan memiliki kemampuan untuk membisikkan kesesatan).

3. Malaikat selalu mendoakan manusia yang soleh. Mereka berkata, ‘Wahai Tuhan! Maha luas rahmat dan pengetahuan-Mu, ampunilah orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan-Mu. Peliharalah mereka dari siksa neraka jahanam. Ya Tuhan kami! Masukkanlah orang-orang yang sedemikian tadi dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan juga kepada orang-orang yang baik dari nenek moyang mereka, istri-istri serta keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Mulia lagi Bijaksana. Peliharalah mereka dari perbuatan-perbuatan yang buruk. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari perbuatan-perbuatan yang buruk pada hari itu, maka sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan rahmat padanya, dan yang demikian adalah suatu keuntungan yang amat besar.” (Q.S. Al-Ghafir:7-9)

4. Malaikat setiap pagi mendoakan manusia agar manusia bersedekah (karena itu kita disunnahkan bersedekah tiap pagi) . Rasulullah saw. bersabda, “Pada setiap pagi para hamba Tuhan pasti disertai dua malaikat yang berdoa. Yang satu berkata, ‘Ya Allah! Berikanlah kerusakan terhadap orang yang enggan membelanjakan hartanya (untuk sedekah).’ Sedang yang lainnya berkata, ‘Ya Allah! Berikanlah ganti terhadap orang yang membelanjakan hartanya (untuk kebaikan).”

5. Malaikat mengaminkan orang-orang yang shalat.

6. Malaikat turun dan mendampingi kita ketika kita membaca Al Quran.

7. Ada malaikat-malaikat khusus yang mencari majelis-majelis zikir (pengajian dan sejenisnya). Mereka duduk di dalamnya dan berzikir bersama-sama para hadirin.

8. Malaikat memohonkan rahmat untuk kaum mukminin, terutama orang-orang yang beri
lmu.

9. Para malaikat meletakkan sayapnya untuk para penuntut ilmu pengetahuan sebab mereka menyukai apa yang dilakukan oleh penuntut ilmu pengetahuan itu.

10. Malaikat akan menjadi penggiring dan saksi bagi manusia di hari kiamat. Allah Taala berfirman, “Dan ditiuplah sangkakala, itulah hari yang dijanjikan. Dan datanglah setiap orang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi.” (Q.S. Qaf:20-21)

Malaikat-malaikat itu ada dan bertebaran di sekeliling kita. Mungkin mereka sedang geleng-geleng kepala menyesali perbuatan dosa kita. Tapi, mudah-mudahan, mereka sedang mendoakan kita atas amal-amal baik kita. Terimakasih Kirana, peri kecilku, karena telah mengingatkan Mamamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s