Memasak: fitrah perempuan!

Tulisan saya yang berjudul “Feminisme dan Kesalahan Paradigma“ sempat menjadi perdebatan di sebuah milis. Gara-garanya, dalam tulisan itu saya mengangkat sebuah hadis “tidak beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusannya kepada permpuan.” Saya mengutip pendapat Dr. Quraish Shihab yang mengatakan bahwa hadis itu hanya ditujukan kepada kaum Persia yang saat itu menjadikan seorang perempuan sebagai raja. Penafsiran atas hadis inilah yang menjadi perdebatan. Hampir semua peserta milis yang terlibat dalam diskusi ini (semua laki-laki, kecuali saya dan seorang bernama Melati) semuanya menolak penafsiran bahwa hadis ini untuk kaum Persia saja, melainkan berlaku untuk semua perempuan di dunia. Mereka semua sepertinya sepakat bahwa perempuan secara fitrah memang punya tugas domestik dan tidak perlu memimpin umat. Hal ini tentu saja membuat saya tersinggung.

Menurut saya pribadi, seorang perempuan berhak untuk mendapatkan kesempatan mengaktualkan kemampuan mereka masing-masing. Perempuan yang pintar dan memang kemampuannya bermanfaat dalam masyarakat, tidak seharusnya dihalang-halangi beraktivitas, apalagi dengan cara menyodorkan hadis, “Tidak beruntung suatu kaum…” kepadanya. Sebaliknya, kalau ada perempuan yang lebih suka mendekam di rumah dan menyibukkan diri dengan urusan dapur, ya silakan saja. Itu hak dia.

Saya juga paling tidak setuju kalau ada yang mengatakan bahwa memasak adalah tugas perempuan saja. Anehnya (atau, syukurnya), saya mendapat suami yang sangat egaliter (padahal, sebelum menikah kami tidak membuat komitmen apapun tentang hal ini, loh). Dia tidak segan turun ke dapur, bila dilihatnya saya masih sibuk ngetik. Bila pagi-pagi, sarapan tidak tersedia di meja, sementara saya sudah “kabur” (misalnya, mengantar Kirana sekolah Quran, atau saya sendiri pergi ke kelas Quran atau pengajian ibu-ibu RT), dia sama sekali tidak marah dan dengan santai menyediakan masakan untuknya sendiri, bahkan sekalian memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci, dan mencuci piring.

Bukan berarti saya tidak pernah memasak. Tapi, karena kami sama-sama bekerja (itupun bukan karena gaji suami kurang, melainkan karena suami saya menilai, saya lebih cocok bekerja daripada disuruh mendekam di rumah), tugas-tugas domestik kami bagi dua. Karena masakan suami saya lebih enak, saya lebih memilih mencuci, membereskan rumah, dan menyetrika. Tak heran, bila saya memasak (dan itu jarang-jarang), Kirana secara spontan berkata, “Hore…Mama masak…pinter!” Bila saya menghidangkan makanan, Kirana akan bertanya, “Ini Mama yang masak?” Kalau saya jawab, iya, dia akan berkata, “Afarin, Mama!” Bahkan, ketika makan, dia tak segan memuji, “Hmmm…enak sekali, Mama!” (seolah-olah ingin memotivasi saya agar lebih rajin masak).

Saya tidak ingin mengajak Anda berdebat tentang hak dan kewajiban perempuan (cukup sudah di milis saja). Cuma, pagi ini saya menyadari sebuah fenomena yang sepertinya menjungkirbalikkan paradigma saya tentang perempuan. Pagi ini, ketika bangun, Kirana langsung pamer, “Mama, lihat rumah kita rapi! Tadi malam, Mama sudah tidur, Kirana yang beresin!” Saya tertawa dan memujinya. Tiba-tiba saya teringat sesuatu. Kirana hampir selalu main “mama-mama”-an dengan dua sahabatnya, Hamzah dan Bahesti (dua-duanya laki-laki). Kirana selalu berperan sebagai mama dan… selalu memasak!

Kirana dibesarkan dalam keluarga yang egaliter dan dia melihat sendiri bahwa Mama-nya jarang memasak. Artinya, kepadanya sama sekali tidak ditanamkan paradigma bahwa seorang perempuan harus bisa memasak dan harus melulu berkutat di dapur. Dia bahkan lebih sering melihat Papanya di dapur. Tapi, tetap saja ia memilih peran sebagai “mama” dan dengan senang hati dia memasak untuk “papa” dan “anak”-nya. Bahkan, seringkali, ketika sendirian, dia akan main masak-masakan dan menghidangkannya kepada saya dan Papanya dengan raut wajah penuh kebanggaan. Anda tahu, apa kesimpulannya? Yaitu, tugas domestik memang fitrah perempuan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s