Yang Telah Tersimpan di Dada

Hari ini benar-benar saya awali dengan buruk. Gara-gara tidur lagi ba’da Subuh, saya bangun lima belas menit sebelum jam delapan. Sambil gedebrukan siap-siap, termasuk melayani rengekan Kirana yang ingin diantar ke taman bermain di sudut jalan, saya menelpon taksi langganan saya. Saya tegaskan ke petugas layanan taksi, “Al an umad?” (artinya, “Sekarang juga datang, ya?” — yang saya gunakan adalah kalimat past tense. Bila kalimat yang dipakai bentuk present –miyad— bisa dimaknai ‘nanti’, yang artinya…10 menit…20 menit…pokoknya ‘nanti’). Nyatanya, baru 15 menit kemudian taksi datang. Saya ngomel panjang-pendek. Gara-garanya, si sopir bukannya ngaku salah karena telat, malah nyalahin saya “Kenapa tidak kasih alamat yang jelas.” Entah siapa yang telmi, saya atau si petugas layanan taksi.

Gara-gara saya omelin, si sopir pun ngebut. Tiba-tiba…priiiiiit…apes deh, ada pak polisi. Waktu pun terbuang beberapa menit untuk pertengkaran antara si sopir dan pak polisi. Surat denda pun diterima si sopir (setara seratus ribu rupiah, tapi nanti bayarnya ke bank). Bener-benar apes, saya telat setengah jam ke kelas Quran, si sopir kena denda. Saya turun taksi sambil minta maaf, meski si sopir tidak ngomel apapun ke saya. Saya menyesal sekali, coba kalau saya tadi tidak marah-marah…

Setelah mendengarkan penjelasan dari Bu Guru yang manis dan imut-imut (tapi ternyata, anaknya sudah SMA) dan menghapal QS Al Baqarah ayat 135-141 sambil menahan lapar (ndak sempat sarapan, rek), akhirnya…shadaqallaahul adziim… Kami semua pun saling melempar senyum. Wajah-wajah perempuan para pencinta Quran itu terlihat berseri-seri. Apa pasal? Ya, hari ini kami selesai menghapal satu juz!

Saya menatap Bu Najar yang pensiunan guru matematika, Bu Rasyidi yang lugu, tapi paling lancar bila menjelaskan tips-tips agama berkaitan dengan kesehatan, Bu Khurasani yang suaranya lembuuut sekali, Bu Keyvan yang punggungnya sakit dan selalu memilih duduk di lantai, Bu Bandar yang meski sedang kuliah S2 dan punya anak empat, masih menyempatkan diri ikut kelas ini… (semuanya family’s name). Sambil mendengarkan mereka bertukar pandangan tentang siapa presiden yang sebaiknya dipilih dalam pemilu dua hari lagi, saya merenung sendiri.

Apa yang sudah saya dapatkan setelah 20 pekan ‘jungkir-balik’ menghapal juz pertama dari Al Quran itu? Mungkin, bagi orang lain, ini adalah pekerjaan mudah. Tapi, bagi kami, para ibu rumah tangga yang sudah tua-tua (saya paling muda di antara mereka, padahal saya merasa sudah tua, hiks…), dengan 1001 urusan dan kerepotan (saya, harus pula kerja enam jam perhari di IRIB), hal ini adalah pekerjaan berat dan membutuhkan semangat baja. Berkali-kali saya ingin menyerah. Tapi setiap kali mendengar celotehan Kirana, “Mah.. ayo sana, ngapalin!”, semangat saya bangkit lagi (padahal, Kirana itu kan ‘balas dendam’ gara-gara saya juga sering menyuruhnya ngapalin!)

Bila didaftar satu-persatu, sepertinya banyak sekali yang saya dapatkan dalam 20 pekan ini (selain gedubrakan tiap Rabu pagi dan kerepotan tiap Selasa malam…bad habbit, saya baru mengulang hapalan semalam sebelum pergi ke kelas). Tapi, hikmah terpenting bagi saya (setidaknya, yang saya rasakan saat ini) adalah … satu juz itu kini sudah saya pahami maknanya, artinya per-kata, dan tafsirnya (tentu, dengan standar ibu rumah tangga, bukan kelas ustadz atau ahli tafsir). Satu juz itu, bukan lagi lembar-lembar Quran yang dibaca wes..wes…wes… (dengan target satu juz semalam di bulan Ramadhan) tanpa sempat saya renungi maknanya. Satu juz itu, bila saya dengar bacaannya di TV atau radio, akan terasa dekat di telinga, otak, dan hati. Satu juz itu…kini telah tersimpan di dada, dan semoga selalu begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s