Musibah Tak Lari Kemana?

Siangnya, saya menitikkan air mata membaca situs Detikcom yang mengisahkan tangisan Bunga (16 tahun) ketika sadar bahwa kedua kakinya telah diamputasi. Kisah Bunga hanya satu dari sekian banyak cerita mengenaskan dari musibah tabrakan KRL di Jakarta. Untuk menghibur mereka, kita paling hanya bisa bilang, “Sabar Bu…Pak…namanya juga musibah.”

Sorenya, ketika saya asyik duduk di depan komputer, Kirana dan Bahesti gedor-gedor pintu, lalu setelah masuk rumah, dengan tersengal-sengal mereka menceritakan kisah Hamzah yang barusan ditabrak mobil di depan rumah! Saya panik luar biasa. Panik memikirkan bagaimana kondisi Hamzah, dan panik mengingat bahwa ketiga ‘kelinci’ ini bersahabat baik dan kemana-mana biasanya jalan bertiga. Apa jadinya kalau saat kejadian itu, Kirana sedang bersama Hamzah?! Sambil pakai baju dan kerudung (karena mau keluar nengokin Hamzah), saya ngomel panjang-pendek…”Makanya, Mama sudah bilang…jangan main keluar pagar!”

Malamnya, saya berpikir, betapa lemahnya diri ini. Setiap saat musibah mengintai kita. Di jalan, di rumah (beberapa hari sebelumnya, Fatimah, anak tetangga saya, tangannya patah ketika sedang bermain di dalam rumahnya sendiri), di mana saja. Bahkan, tubuh kita pun amat sangat lemahnya. Saya pernah membaca tulisan Harun Yahya bahwa satu sel saja di otak yang pecah, manusia bisa cacat permanen! Tapi…apakah Allah memang menciptakan manusia sedemikian tak berdayanya dan sedemikian ‘tak-berikhtiar’-nya dalam menghadapi musibah? Apakah kita sebagai manusia hanya bisa pasrah menanti segala bentuk musibah yang hampir pasti akan menimpa kita?

Setelah saya perbincangkan dengan suami, saya dapat jawabannya: tidak. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Di balik semua musibah yang selalu mengincar kita, kita pun diberi-Nya perisai untuk menghindarkan diri dari bala atau musibah. Di antaranya adalah dengan bersedekah. Ini sebenarnya cerita lama (maksudnya, sudah sering saya dengar). Tapi, itulah manusia, selalu saja lupa dan alpa.

Berikut ini, saya kutipkan tulisan bagus dari Aa Gym, tentang sedekah yang melindungi kita dari musibah.

Dahsyatnya Sedekah
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar


Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Suatu hari datanglah dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita tentang sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bus antarkota, beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan, bus yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua akhwat itulah yang selamat dengan tidak terluka sedikit pun.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya waktu itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafadzkan zikir. Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, inilah sebagian dari keutamaan bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya pada saat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. ALLAH adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang hampir setiap desah napas selalu membangkang perintah-Nya, Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira. Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, pasti akan kembali kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada di genggaman kita.

(lanjutannya bisa dibaca di sini)

Dedicated to Hamzah, semoga lekas sembuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s