Memberi dengan Cinta

Husainiyah adalah semacam Islamic center yang bertebaran diberbagai pelosok Iran. Fungsinya mirip masjid, di sana diselenggarakan pengajian, pelajaran membaca Al Quran, kelas fiqih, kelas menjahit, kelas membuat bunga, (dan berbagai keterampilan untuk perempuan), bahkan termasuk kelas taekwondo atau karate. Pokoknya, berbagai kegiatan bisa saja diselenggarakan di husainiyah. Beberapa hari yll, saya berkunjung ke sebuah husainiyah yang agak jauh dari rumah saya, namanya Zainabiyah, khusus untuk perempuan. Kunjungan ini didorong oleh teman saya yang rajin datang ke sana. Meskipun kami berbeda mazhab (dan bangsa) tapi saya pikir, selama Tuhan, Nabi, dan Quran-nya sama, ya tidak perlu repot-repot mikir ini-itu-lah. Lagian, saya pikir, selama di Iran saya musti ngaji ke mana lagi?

Singkat kata, saya duduk juga di husainiyah itu, yang hari itu serba hitam (dinding-dindingnya dilapisi kain hitam). Rupanya, sedang ada peringatan hari wafatnya Fathimah Az-zahra. Seorang ustadzah yang wajahnya putih bercahaya (ini beneran loh, wajahnya seperti punya aura tersendiri) menceritakan berbagai peristiwa menyedihkan seputar kehidupan Fathimah, sampai para hadirin (all women) tersedu-sedu menangis. Bagian cerita beliau yang membuat saya ikut menangis adalah kisah mengenai keluarga Fathimah yang bernazar untuk puasa selama tiga hari.

Pada hari pertama, ketika akan berbuka, datanglah seorang miskin mengetuk pintu dan meminta makanan. Fathimah menyerahkan satu-satunya roti yang dimasaknya hari itu. Mereka sekeluarga hanya berbuka dengan air. Hari berikutnya, mereka kembali berpuasa dan ketika akan berbuka, datanglah seorang anak yatim yang kelaparan. Fatimah kembali menyerahkan satu-satunya roti yang ada dan mereka pun kembali berbuka dengan air semata. Hari ketiga, peristiwa itu terulang lagi. Kali ini, seorang yang baru bebas dari penjara, datang meminta bantuan. Fathimah, Ali, Hasan, dan Husain pun kembali harus berbuka dengan air putih, sehingga tubuh mereka benar-benar lemah tak berdaya. Saat itulah, Rasulullah datang menemui mereka dan Jibril turun menyampaikan wahyu surat Al-Insan kepada Rasulullah.

Saya benar-benar larut pada cerita itu. Bagaimana mungkin kita bisa meneladani orang-orang seperti itu? Saya merasakan sendiri betapa berat menyedekahkan sebagian rezeki kepada orang lain. Bukan karena takut kelaparan (karena saya tidak hebat-hebat amat, sampai mau mengorbankan seluruh makanan yang ada di kulkas), tapi takut…oh, saya belum punya-ini itu. Saya sibuk berpikir, seberapa banyak sih, seharusnya kita memberi bantuan kepada orang lain?

Di rumah, saya terus disibukkan oleh pikiran itu, termasuk akhirnya curhat ke seorang anggota MP (ayo siapa) tentang “kejengkelan” saya yang terkadang muncul karena terus “diharuskan” memberi bantuan ke keluarga…padahal saya kan harus nabung. Teman saya ini malah memberi konsep baru tentang “tabungan”, misalnya: menyekolahkan adik adalah “tabungan”, menghajikan orangtua adalah “tabungan”, memberi santunan pada dhuafa adalah “tabungan”. Saya tercenung.

Akhirnya, saya membuka Quran dan membuka surat Al Insan yang disinggung oleh ustadzah di husainiyah itu, “Mereka memberi makanan—meskipun mereka sendiri sangat mnenginginkannya—kepada orang miskin, yatim piatu, dan tawanan. (mereka berkata) Kami memberi kalian makan hanya karena Allah semata. Kami tiada menginginkan balasan, dan tiada pula terima kasih dari kamu. Yang kami takutkan dari Tuhan kami ialah hari bermuram durja, hari malapetaka. Maka Allah menyelamatkan mereka dari keburukan bencana hari itu dan mencurahkan kepada mereka cahaya dan kegembiraan. Dia memberi mereka taman surga dan pakaian sutera karena kesabarannya. ….Kepada mereka diedarkan bejana perak dan piala kristal…dan mereka diberi minum … dari mata air yang disebut Salsabila.”

Oh, alangkah indahnya janji Allah bagi mereka yang mau memberi! Bukan memberi dengan pamrih dan geram di hati, tetapi, memberi dengan cinta…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s