Ber-Ramadhan dan Ber-Idul Fitri di Iran

Ada beberapa request dari teman-teman (udah lamaaaa..), meminta agar saya bercerita tentang suasana berpuasa dan berlebaran di Iran. Akhirnya, ‘mood’ itu datang juga, sehingga saya bisa menulis lagi

Minimalnya, di mata saya, ada tiga ke-khasan budaya Iran selama Ramadhan.

Pertama, tidak ada tarawih berjamaah di masjid-masjid (?!). Kata orang Iran, tarawih berjamaah itu tidak ada pada zaman Rasulullah, tapi baru diselenggarakan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab. Itulah sebabnya mereka tidak bertarawih berjamaah, melainkan sholat sendiri di rumah-rumah. Jadi.., malam-malam di sini, sepiiii… beda dengan situasi Ramadhan di Indonesia yang ramai…hiks… (kangen pulaaaaaangggg!!!)

Kedua, pada malam ke-19,21, dan 23, masjid-masjid, husainiyah, dan rumah-rumah yang memang menyediakan diri untuk ‘open house’, penuh sesak dengan orang-orang semalam suntuk. Menurut orang Iran, ada hadis Rasulullah yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar kemungkinan datang di antara tiga malam tersebut (jangan tanya saya hadisnya apa, soalnya saya juga tidak tahu). Mereka semalam suntuk akan melakukan berbagai ibadah, terutama membaca doa Jausyan Kabir yang puanjaaaang (1,5 jam baca tanpa ada selingan), tapi bisa lebih lama karena di sela-sela bacaan doa, si pembaca doa akan menyelipkan munajat (rintihan-rintihan atau syair-syair penyesalan atas dosa-dosa di hadapan Allah SWT). Tak heran bila suasana sangat emosional dan isak tangis terdengar di sana-sini.

Saya sangat suka datang ke Majelis Lailatul Qadar ini. Doa-doa yang dibacakan dalam majelis itu benar-benar indah dan membuat kita diaduk-aduk oleh berbagai perasaan. Terkadang kita merasa rendah dan hina atas segala dosa, terkadang membuat kita menyadari betapa luar biasa kasih sayang Allah dan betapa Allah sangat dekat dengan kita, terkadang membangkitkan semangat untuk menjadi manusia baru esok hari. Tangisan mengalir begitu saja tanpa terkendali. Benar-benar katarsis, bo.

Kekhasan ketiga adalah adanya program nasional Ikramul Aytam (Pemuliaan Anak Yatim). Di Iran ada lembaga amal yang sangat terkemuka, yaitu Komite Imdad (=pertolongan) Imam Khomeini (KIIK). Di tiap bulan Ramadhan, KIIK membuka posko di berbagai kota yang menerima pendaftaran untuk orangtua asuh bagi anak yatim. Daftar anak yatim dari berbagai kota beserta foto, akan disediakan di posko-posko itu, dan setiap orang dipersilahkan memilih, anak yatim mana yang akan mereka asuh. Tidak berarti anak yatim itu dibawa ke rumah, melainkan tiap bulan, kita menyetor uang ke rekening KIIK untuk nanti disalurkan ke anak yatim tersebut. Hubungan si anak dengan orangtua asuhnya kemudian akan dijalin melalui surat atau pertemuan langsung yang difasilitasi KIIK, sehingga orangtua asuh akan mengetahui perkembangan nilai rapor, kesehatan anak, dll.

Hal ini mengagumkan bagi saya karena sulit bagi kita di Indonesia menemukan sebuah lembaga yang menasional dan dipercaya oleh semua kalangan masyarakat. Mungkin karena Indonesia sudah terlalu penuh dengan korupsi, sehingga umumnya, masyarakat sulit bisa percaya pada lembaga apapun. Saya pikir, sumber keberhasilan KIIK adalah kepercayaan masyarakat. Lembaga ini dengan mudah bisa menarik bantuan dari berbagai golongan masyarakat, karena masyarakat merasa yakin, uangnya tidak akan ditilep atau dikorupsi. Kegiatan lembaga ini pun sangat menasional, mulai dari membangun saluran air di desa terpencil, memodali pengangguran agar bisa berusaha sendiri, menyantuni perempuan single parent yang suaminya dipenjara, dll. Khusus di bidang penyantunan anak yatim, karena besarnya animo masyarakat, saat ini di Tehran sudah tidak ada lagi anak yatim yang tidak memiliki orangtua asuh. Jadi, masyarakat Tehran yang ingin mengangkat anak yatim, harus memilih anak dari kota-kota di luar Tehran. Selain itu, saya pikir, kunci kedua keberhasilan KIIK adalah backing penuh dari televisi. Iklan KIIK benar-benar gencar dan televisi pun rajin menayangkan perkembangan kegiatan lembaga ini. Hasilnya, KIIK benar-benar ‘melekat’ di benak masyarakat, menjadi tempat untuk menyalurkan pertolongan, sekaligus menjadi tempat ‘berlindung’ bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Sementara itu, berlebaran di Iran…kekhasannya…SEPI…. hiks..(jadi pengen pulaaaaang…hiks…hiks…). Harga barang gak naik, karena memang tidak ada peningkatan konsumsi gila-gilaan kayak di Indonesia. Orang-orang tidak merasa perlu beli baju baru untuk Lebaran, t
idak perlu heboh bikin kue-kue kering. Yah, sedia makanan biasa saja dan beli aja satu atau dua jenis kue di toko kue. Arus mudik pun nggak meningkat tajam seperti di Indonesia. Makanya saya bilang SEPI. Lebaran kali ini, hiks…bakal terpaksa saya lalui lagi dengan sholat Id di tengah suasana dingin…brrrr… (inget dua tahun lalu, tangan saya sampai gemetar kedinginan waktu sholat Id di lapangan dekat sungai, air sungainya sendiri udah jadi es!).

OK, sekian dulu, segini juga udah kepanjangan ^_^

Sebagai penutup:

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1426 H

SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI BULAN SUCI INI DITERIMA ALLAH SWT

DAN KITA DIBERI-NYA KESEMPATAN UNTUK BERSUA LAGI DENGAN BULAN TERINDAH INI TAHUN DEPAN.

MOHON MAAF LAHIR BATIN, ATAS KESALAHAN KATA DARI SAYA, YANG SANGAT MUNGKIN TERJADI SELAMA KITA BERINTERAKSI DI DUNIA MAYA INI.

foto dari sini

Advertisements

Doa Ramadhan Hari ke-16 sampai 30

Doa Ramadhan Hari Ke-16

اَللّهُمَّ وَفِّقْني فيهِ لِمُوافَقَةِ الْأبرارِ ، وَ جَنِّبْني فيهِ مُرافَقَةِ الأشرارِ ، وَآوني فيه

ِ برَحمَتِكَ إلى دارِ القَرارِ بإلهيَّتِكَ يا إله العالمينَ .

Ya Allah! Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmat-Mu hingga sampai kepada alam Akhirat. Demi Ketuhanan-Mu Wahai Tuhan Sekalian Alam.

Doa Ramadhan Hari Ke-17

اَللّهُمَّ اهدِني فيهِ لِصالِحِ الأعْمالِ ، وَ اقضِ لي فيهِ الحوائِجَ وَ الآمالِ يا مَنْ لا يَحتاجُ إلى التَّفسيرِ وَ السُّؤالِ ، يا عالِماً بِما في صُدُورِ العالمينَ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَ آله الطّاهرينَ .

Yaa Allah! Tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-citaku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan manusia tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada di dalam hati seluruh isi alam, sampaikanlah sholawat atas Mohammad dan keluarganya yang suci.

Doa Ramadhan Hari Ke-18

اَللّهُمَّ نَبِّهني فيهِ لِبَرَكاتِ أسحارِهِ ، وَ نوِّرْ قَلْبي بِضِياءِ أنوارِهِ ، وَ خُذْ بِكُلِّ أعْضائِي إلى اتِّباعِ آثارِهِ بِنُورِكَ يا مُنَوِّرَ قُلُوبِ العارفينَ .

Yaa Allah! Sadarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di saat sahur bulan Ramadhan dan sinarilah hatiku dengan terang cahayanya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikuti ajaran-ajarannya, demi cahaya-Mu Wahai Penerang Hati orang-orang yang arif.

Doa Ramadhan Hari Ke-19

أللّهُمَّ وَفِّر فيهِ حَظّي مِن بَرَكاتِهِ ، وَ سَهِّلْ سَبيلي إلى خيْراتِهِ ، وَ لا تَحْرِمْني قَبُولَ حَسَناتِهِ يا هادِياً إلى الحَقِّ المُبينِ .

Yaa Allah! Penuhilah bagianku dengan berkah-berkah Ramadhan, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari keterkabulan amal-amalku di dalamnya, Wahai Pemberi Petunjuk Kepada Kebenaran Yang Terang.

Doa Ramadhan Hari Ke-20

أللّهُمَّ افْتَحْ لي فيهِ أبوابَ الجِنان ، وَ أغلِقْ عَنَّي فيهِ أبوابَ النِّيرانِ ، وَ وَفِّقْني فيهِ لِتِلاوَةِ القُرانِ يامُنْزِلَ السَّكينَةِ في قُلُوبِ المؤمنين .

Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu sorga dan tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca Al-Quran, Wahai Pemberi Ketenangan di dalam hati orang-orang mukmin.

Doa Ramadhan Hari Ke-21

أللّهُمَّ اجْعَلْ لي فيهِ إلى مَرضاتكَ دَليلاً ، و لا تَجعَلْ لِلشَّيْطانِ فيهِ عَلَيَّ سَبيلاً ، وَ اجْعَلِ الجَنَّةَ لي مَنْزِلاً وَ مَقيلاً ، يا قاضِيَ حَوائج الطالبينَ .

Yaa Allah! Berilah aku petunjuk menuju kepada keridhoan- Mu. Dan janganlah engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah sorga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh Keperluan orang-orang yang meminta.

Doa Ramadhan Hari Ke-22

أللّهُمَّ افْتَحْ لي فيهِ أبوابَ فَضْلِكَ ، وَ أنزِل عَلَيَّ فيهِ بَرَكاتِكَ ، وَ وَفِّقْني فيهِ لِمُوجِباتِ مَرضاتِكَ ، وَ أسْكِنِّي فيهِ بُحْبُوحاتِ جَنّاتَكَ ، يا مَجيبَ دَعوَةِ المُضْطَرِّينَ .


Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu, turunkan untukku berkah-berkah-Mu. Berilah kemampuan untukku meraih keridhoan-Mu, dan tempatkanlah aku di dalam sorga-Mu yang luas, Wahai Penjawab Doa orang-orang yang dalam kesempitan.

Doa Ramadhan Hari Ke-23

أللّهُمَّ اغْسِلني فيهِ مِنَ الذُّنُوبِ ، وَ طَهِّرْني فيهِ مِنَ العُيُوبِ ، وَ امْتَحِنْ قَلبي فيهِ بِتَقْوى القُلُوبِ ، يامُقيلَ عَثَراتِ المُذنبين .

Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan orang-orang yang berdosa.

Doa Ramadhan Hari Ke-24

أللّهُمَّ إنِّي أسألُكَ فيهِ مايُرضيكَ ، وَ أعُوذُ بِكَ مِمّا يُؤذيكَ ، وَ أسألُكَ التَّوفيقَ فيهِ لِأَنْ اُطيعَكَ وَلا أعْصِيَكَ ، يا جواد السّائلينَ .

Y
aa Allah! Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan keridhoan-Mu, dan aku berlindung dengan- Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk mentaati-Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta.

Doa Ramadhan Hari Ke-25

أللّهُمَّ اجْعَلني فيهِ مُحِبّاً لِأوْليائكَ ، وَ مُعادِياً لِأعْدائِكَ ، مُسْتَنّاً بِسُنَّةِ خاتمِ أنبيائكَ ، يا عاصمَ قٌلٌوب النَّبيّينَ .

Yaa Allah! Jadikanlah aku orang-orang yang mencintai auliya-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah Nabi Terakhir-Mu, Wahai Penjaga Hati Para Nabi.

Doa Ramadhan Hari Ke-26

أللّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيي فيهِ مَشكوراً ، وَ ذَنبي فيهِ مَغفُوراً ، وَ عَمَلي فيهِ مَقبُولاً ، وَ عَيْببي فيهِ مَستوراً يا أسمَعَ السّامعينَ .

Yaa Allah! Jadikanlah usahaku di dalam bulan Ramadhan sebagai usaha yang Engkau terima, dan
dosa-dosaku diampuni, amal perbuatanku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Maha Pendengar Dari Semua Yang Mendengar.

Doa Ramadhan Hari Ke-27

أللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ فَضْلَ لَيلَةِ القَدرِ ، وَ صَيِّرْ اُمُوري فيهِ مِنَ العُسرِ إلى اليُسرِ ، وَ اقبَلْ مَعاذيري وَ حُطَّ عَنِّي الذَّنب وَ الوِزْرَ ، يا رَؤُفاً بِعِبادِهِ الصّالحينَ .

Yaa Allah! Rizkikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang sholeh.

Doa Ramadhan Hari Ke-28

أللّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّي فيهِ مِنَ النَّوافِلِ ، وَ أكْرِمني فيهِ بِإحضارِ المَسائِلِ ، وَ قَرِّبْ فيهِ وَسيلَتي إليكَ مِنْ بَيْنِ الوَسائِلِ ، يا مَن لا يَشْغَلُهُ إلحاحُ المُلِحِّينَ .

Yaa Allah! Penuhkanlah hidupku di dalam bulan Ramadhan ini dengan amalan-amalan sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah diriku kepada-Mu, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta.

Doa Ramadhan Hari Ke-29

أللّهُمَّ غَشِّني فيهِ بالرَّحْمَةِ ، وَ ارْزُقني فيهِ التَّوفيقَ وَ العِصْمَةَ ، وَ طَهِّر قَلبي مِن غياهِبِ التُّهمَةِ ، يارَحيماً بِعبادِهِ المُؤمنينَ .

Yaa Allah! Liputilah aku di bulan ini dengan rahmat dan berikanlah kepadaku taufiq dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dan noda-noda fitnah, Wahai Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin.

Doa Ramadhan Hari Ke-30

أللّهُمَّ اجْعَلْ صِيامي فيهِ بالشُّكرِ وَ القَبولِ عَلى ما تَرضاهُ وَ يَرضاهُ الرَّسولُ مُحكَمَةً فُرُوعُهُ بِالأُصُولِ ، بِحَقِّ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَآلهِ الطّاهِرينَ ، وَ الحَمدُ للهِ رَبِّ العالمينَ .

Yaa Allah! Jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan terkabul, sebagaimana puasa yang diridhoi oleh-Mu dan oleh Rasul-Mu, puasa yang kokoh dan kuat; demi Kenabian Muhammad dan Keluarganya Yang Suci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan Sekalian Alam.

Mutiara Ramadhan-15 (Selesai)

Akhirnya saya keteteran juga. Selama ini saya bisa posting tiap hari krn emang sempat bedrest lamaaa…jadi banyak waktu. Sekarang saya sudah sehat lagi, alhamdulillah, jadi..hiks…ngantor lagi deh… Mohon maaf nggak bisa full ngisi Mutiara Ramadhan. Gimana kalau diterusin oleh Mbak Afie aja?

Ayatullah Naraqi (alm) pernah mengatakan bahwa ibadah zahir (hanya ritual belaka) tanpa diikuti usaha mensucikan jiwa atau tanpa upaya merenungi diri sendiri untuk menilai keburukan/kesalahan diri, adalah ibadah yang tidak sempurna. Allah berfirman, “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.”(Al Qiyamah: 14). Artinya, sesungguhnya manusia mengetahui dan sadar apa saja kesalahan yang dia perbuat, tapi terkadang kesombongan membuatnya enggan untuk bertobat.

Terkait dengan masalah ini, Ayatullah Naraqi memberikan sebuah perumpamaan, yaitu orang yang sedang sakit kulit, lalu datang ke tabib. Si tabib memberi tiga jenis obat, yaitu obat luar (salep), obat dalam (obat yang harus ditelan), dan pantangan (makanan/minuman yg tidak boleh dimakan).

Begitu pula dengan manusia yang ingin memperbaiki diri sendiri dan ingin menjadi manusia yang bertakwa, ia memerlukan ketiga jenis obat itu. Pertama obat luar, yaitu ritual ibadah (artinya, ritual ibadah tetap dilakukan sesuai syariat fiqih), kedua, obat dalam, yaitu memahami batin ibadah, (meresapi makna ibadah yang dilakukan itu), dan ketiga, mematuhi pantangan-pantangan (misalnya, tidak berdusta, tidak menipu, tidak bergunjing, dll).

Doa Ramadhan Hari ke-15

اَللّهُمَّ ارْزُقْني فيهِ طاعةَ الخاشعينَ ، وَ اشْرَحْ فيهِ صَدري بِانابَةِ المُخْبِتينَ ، بِأمانِكَ ياأمانَ الخائفينَ .

Yaa Allah! Berilah aku rezeki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu’. Dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal. Dengan keamanan-Mu, Wahai Pemberi Keamanan Bagi Orang-Orang Yang Takut.

Mutiara Ramadhan (14)

Imam Ali kw pernah mengatakan, “Iman akarnya adalah keyakinan, cabang/batangnya adalah ketakwaan, bunganya adalah malu, dan buahnya adalah kedermawanan.”

Imam kepada Allah artinya yakin bahwa penguasa alam semesta ini adalah Allah SWT. Untuk itu, orang yang beriman akan berusaha memenuhi segala perintah Allah dan menjauhis egala sesuatu yang dilarang Allah (=takwa). Selanjutnya, orang yang beriman akan malu melakukan segala bentuk dosa, bahkanketika tidak ada orang yang menyaksikan sekalipun. Sebagaimana yang pernah saya tuliskan di Mutiara ramadhan (1) salah satu ciri takwa adalah meyakini “Yang Gaib”, antara lain meyakini bahwa ada yang sellau mengawasi segala perilakunya, yaitu Allah SWT dan para malaikat.

Terakhir, buah dari iman adalah kedermawanan. Tidak beriman seseorang sebelum dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri, sabda Rasulullah SAW. Orang yang beriman tidak akan bisa tidur nyenyak sementara ada tetangga atau saudaranya sedang kelaparan. Dia tidak akan tega menghambur-hamburkan uang untuk bersenang-senang, sementara banyak anggota masyarakat yang makan sehari sekali pun belum tentu.

Doa Ramadhan hari ke-14

اَللّهُمَّ لاتُؤاخِذْني فيهِ بالْعَثَراتِ ، وَ اَقِلْني فيهِ مِنَ الْخَطايا وَ الْهَفَواتِ ، وَ لا تَجْعَلْني فيهِ غَرَضاً لِلْبَلايا وَ الأفاتِ بِعزَّتِكَ ياعِزَّ المُسْلمينَ .

Yaa Allah! Janganlah engkau hukum aku karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala’ dan malapetaka. Dengan kemuliaan-Mu, wahai Kemuliaan Kaum Muslimin.

Mutiara Ramadhan (13)

Kata seorang ustadz dalam ceramah Ramadhan, mengatakan, “Bulan Ramadhan datang untuk membantu kita dalam menumbuhkan sifat-sifat Allah dalam diri kita.”

Sifat-sifat Allah sangat banyak, minimalnya ada 99 (sesuai dengan asmaul husna). Sifat Allah yang paling ‘luas’ adalah rahmat dan ilmu “وَسِعْتَ كُـلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً (Engkau liputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmu-Alghafir ayat 7).

Artinya sifat itu mempunyai ‘volume’ dan pada gilirannya akan memberi ‘volume’ atau ‘isi’. Misalnya, orang yang bersyukur (syakir, adalah salah satu sifat Allah), akan memiliki sifat Allah itu dalam volume tertentu di dalam jiwanya. Semakin besar kemampuannya bersyukur, semakin besar pula volume sikap Allah dalam jiwanya.

Itulah yang dimaksud dengan kalimat “Bulan Ramadhan datang untuk membantu kita dalam menumbuhkan sifat-sifat Allah dalam diri kita.” Di bulan ini, kita melatih untuk bersabar menahan hawa nafsu, agar sifat Allah yang “sabur” (=sabar) tumbuh di jiwa kita. Kita melatih diri untuk menyayangi kaum miskin dan anak yatim, agar sifat Allah yang “halim” (lembut) bersemi dalam jiwa kita. Kita melatih diri untuk memaafkan kesalahan orang lain, agar sifat Allah yang “afuw” (pemaaf) tertanam dalam batin kita.

Perlu dicatat, tidak semua sifat Allah boleh kita tumbuhkan dalam jiwa kita. Sifat-sifat Allah yang jalaliah (agung) tidak boleh kita tiru, misalnya “syadidul ‘iqaab” (keras hukumannya), “mutakabbir” (sombong à hanya Allah yang boleh mempunyai sifat ini, karena memang Dia Yang Maha Segala-galanya), dll. Yang boleh kita tiru adalah sifat-sifat Allah yang jamaliah (indah).

Doa Ramadhan Hari ke-13

اَللّهُمَّ طَهِّرْني فيهِ مِنَ الدَّنسِ وَ الْأقْذارِ ، وَ صَبِّرْني فيهِ عَلى كائِناتِ الْأَقدارِ ، وَ وَفِّقْني فيهِ لِلتُّقى وَ صُحْبَةِ الْأبرارِ بِعَوْنِكَ ياقُرَّةَ عَيْن الْمَساكينِ .

Yaa Allah! Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menerima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-Mu, wahai Dambaan Orang-Orang Miskin.

Mutiara Ramadhan (12)

Sayyid Ahmad Khatami, seorang ulama terkenal di Iran, dalam sebuah ceramahnya menyebutkan ada empat bentuk tawadhu’ (sikap rendah hati) yang tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim, yaitu:

  1. Tawadhu’ di medan perang
  2. Tawadhu’ di depan orang yang sombong
  3. Tawadhu’ di depan orang kaya semata-mata karena hartanya (artinya kita menghormati seseorang semata-mata karena kekayaannya)
  4. Tawadhu’ di depan orang yang terang-terangan berbuat dosa

Ada catatan, poin ke-3 di atas jangan sampai membuat kita tidak berterimakasih pada orang kaya yang berbuat baik. Imam Shodiq berkata, “Allah melaknat orang yang menutup jalan kebaikan.” Seseorang bertanya, “Orang seperti apakah itu?” Imam Shodiq menjawab, “Yaitu orang yang tidak berterimakasih ketika ada orang yang berbuat baik kepadanya, sehingga orang itu akhirnya enggan untuk kembali berbuat baik.”

Doa Ramadhan Hari ke-12:

اَللّهُمَّ زَيِّنِّي فيهِ بالسِّترِ وَ الْعَفافِ ، وَ اسْتُرني فيهِ بِلِِِباسِ الْقُنُوعِ و َالكَفافِ ، وَ احْمِلني فيهِ عَلَى الْعَدْلِ وَ الْإنصافِ ، وَ آمنِّي فيهِ مِنْ كُلِّ ما اَخافُ بِعِصْمَتِكَ ياعصمَةَ

Yaa Allah! Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana’ah dan kerelaan.Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-Mu, wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut.

Mutiara Ramadhan (11)

Imam Ali kw pernah berkata, “Bentuk ibadah yang terbesar adalah tawadhu.” Apa maksudnya?

Ibadah yang tawadhu atau rendah hati (bukan rendah diri/minder) adalah ibadah yang dilakukan dengan menyadari sepenuhnya kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Kalimat ini mudah diucapkan, tapi tidak semudah itu dipraktekkan. Contoh gampangnya saja, apakah kita sepenuhnya meyakini bahwa keberhasilan yang kita raih adalah 100 persen karunia Tuhan? Biasanya pasti terbersit pikiran bahwa “Ini juga adalah hasil usahaku.” Memang benar keberhasilan adalah buah dari usaha kita, tetapi dengan karunia Allah semata-lah kita mampu/bisa berusaha. Seandainya saja Allah tidak memberi kita kesehatan atau kepandaian, belum tentu kita bis ameraih keberhasilan.

Tanpa ada rasa tawadhu ketika beribadah, segala ibadah kita akan sia-sia. Iblis adalah hamba Allah yang saleh dan mengabdi sepenuh hati kepada Allah selama ribuan tahun. Tapi, rasa sombong ternyata masih ada di hatinya, sehingga dia menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Penolakan ini membuat Iblis diusir dari surga dan kelak akan dikumpulkan di neraka bersama manusia-manusia pengikutnya. Naudzu billah min dzalik. Namrud, Firaun, dan Abu Lahab, adalah contoh manusia-manusia yang ingkar yang sumber keingkaran mereka adalah kesombongan.

Tapi, harap dicatat, ada empat bentuk tawadhu’ yang tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim. Apa itu? Tunggu besok ya ^_^

Doa Ramadhan Hari ke-11

اَللّهُمَّ حَبِّبْ اِلَيَّ فيهِ الْإحسانَ ، وَ كَرِّهْ فيهِ الْفُسُوقَ وَ العِصيانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فيهِ السَخَطَ وَ النّيرانَ بعَوْنِكَ ياغياثَ المُستَغيثينَ .

Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-Mu dan api neraka dengan pertolongan-Mu, wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan.