Antara Nur, Atin, dan Saya :D

Beberapa hari terakhir ini, saya mendapat kiriman PM dari beberapa sahabat setia, mempertanyakan, mengapa saya tidak lagi menulis jurnal. Sebenarnya, alasannya cuma satu, malessss (bawaan ibu hamil, kali). Jadi jurnal ini saya persembahkan khusus untuk mereka yang merindukan jurnal saya [sebelum ditimpuk, kabooor….]

[oke, kayaknya gak ada yang nimpuk nih, balik lagi deh]

Kali ini saya mau cerita tentang TKW. Ada dua TKW gelap yang saya kenal di Iran ini, namanya Nur dan Atin. Mereka berdua pendengar radio kami. Disebut TKW gelap karena memang mereka sembunyi-sembunyi tinggal di Iran ini, dibawa oleh majikan mereka yang sebelumnya tinggal di luar negeri. Untuk urusan imigrasi, mereka harus bolak-balik ke Dubai. Pemerintah Iran memang tidak mengizinkan adanya pekerja asing sebagai pembantu rumah tangga.

Nur berbadan mungil dan berambut blonde (?!). Saya pernah ke rumah majikannya, ketika si majikan dan keluarganya sedang berlibur ke Thailand. Rumahnya besar dan mewah. Hati saya teriris membayangkan Nur yang badannya mungil dan kurus itu harus mengurus rumah sebesar ini sendirian. Tapi, Si Nur malah dengan riang bercerita tentang rumah yang berhasil dibangunnya di kampung dan kemakmuran orangtua dan kakak-kakaknya yang meningkat hasil dari jerih payahnya banting tulang di negeri orang. Nur bahagia karena ia bisa membahagiakan keluarganya di kampung, hiks… Terakhir, Nur menelpon saya dari Kuwait, rupanya dia telah menikah dengan seorang pekerja asal Turki. “Aku bahagia sekali Mbak…tidak perlu kerja keras lagi seperti dulu.” Entah di mana dia sekarang.

Sementara, Atin hanya saya kenal lewat telepon. Dia beberapa kali menelpon minta bantuan ini-itu. Kemarin, dia menelpon minta tolong mengirimkan handphone buat kakaknya di Cirebon sana. Jadilah, tadi pagi sebelum ke kantor saya mampir dulu ke kantor pos, sambil ngedumel. Tega bener sih, kakaknya si Atin?! Mbok ya ikut prihatin, gitu. Adiknya jauh-jauh banting tulang ke luar negeri dan mengirimkan uangnya ke kampung, eee…malah minta dikirimin HP segala?! Kenapa tidak beli yang murah saja di Indonesia?!

Sambil berjalan kaki perlahan menembus udara dingin musim gugur, saya merenung sendiri. Ah, Nur dan Atin sih masih beruntung. Uang mereka tidak ditilep majikan dan mereka tidak pula disiksa majikan. Lah, yang lain? Disiksa, diperkosa, gaji ditilep, pulang ke Indonesia ‘diterkam’ oleh oknum-oknum jahat, ditinggal kawin oleh suaminya (padahal si istri selama ini dengan setia mengirim uang hasil keringatnya ke kampung!)…semua ini adalah kisah-kisah sedih tentang nasib TKW. Data tahun 2001 menyebutkan, selama delapan tahun terakhir, 28 trilyun devisa diperoleh negara dari hasil ekspor TKI/TKW ke luar negeri. Tapi apa yang mereka dapat? Di luar negeri sering menjadi korban pelecehan dan penyiksaan, di dalam negeri pun diperlakukan tidak manusiawi. Lihat saja perlakuan yang didapat para TKW selama proses perekrutan, di tempat penampungan, pemberangkatan, sampai ketika dipulangkan.

Seorang teman yang punya jasa pengiriman TKW pernah bercerita, di sebuah negara Arab, justru ada pegawai KBRI yang ikut ‘main’. Ketika seorang TKW disiksa majikan lalu kabur ke KBRI minta perlindungan, oleh si oknum, TKW itu malah dikembalikan ke majikan dan dia mendapat imbalan uang untuk itu. Ah, kapan ya, pemerintah Indonesia tergerak untuk mmebuat perjanjian bilateral dengan negara-negara yang menjadi tempat tujuan pengiriman TKW, demi melindungi hak-hak para pahlawan devisa itu?

Sambil terus berjalan melewati toko-toko yang mulai ramai, hati kecil saya protes, “Dina…Dina…buat apa sih sok-sokan mikirin nasib TKW segala, bukannya elo TKW juga?!”

gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s