Melihat Wajah Indonesia dari Televisi Iran

Setiap hari, sehabis Subuh, televisi Iran channel satu menyiarkan acara “Negara-Negara Muslim Dunia”. Kebetulan, tadi pagi, yang disiarkan adalah Indonesia. Meskipun ngantuk, saya paksakan menontonnya, karena penasaran, seperti apa potret Indonesia yang akan ditampilkan dalam film ini, (soalnya, saya teringat pada mahasiswa2 asal Afrika yang pernah mengeluhkan pemberitaan Iran atas negara mereka; kata mereka, yang diperlihatkan dari Afrika selalu saja orang2 kelaparan dan miskin—hal ini rupanya membuat mereka malu).

Ternyata saudara-saudara, yang digambarkan dalam film itu adalah Indonesia yang aman, sejahtera, dan sentosa. Masjid-masijid yang bagus-bagus disorot, plus kegiatan para remaja masjid, pemandangan yang hijau-hijau, sawah, gunung, perumahan yang asri, halaman masjid yang luas dan penuh rumput hijau (orang Iran sangat tergila-gila pada suasana alam yang hijau, jadi mereka yang menonton film itu pasti akan memuji Indonesia habis-habisan). Lalu, disorot RS Islam Jakarta (dan para perawatnya yang pakai jilbab dipuji-puji setinggi langit). Narator film juga memuji-memuji pelayanan rumah sakit itu (entah bagaimana kenyataan yang sesungguhnya). Lalu, disorot pula kegiatan mengaji ibu-ibu majelis taklim, paduan suara qasidahan, para calon jemaah haji yang sedang menunggu pemberangkatan, anak-anak panti asuhan yang wajahnya ceria, dan kegiatan anak-anak muda (pencak silat, voli, dll). Tidak ada rumah-rumah kumuh atau para pengemis yang disorot kamera.

Hmm… lumayanlah. Bukannya saya ingin menutup-nutupi kenyataan di Indonesia loh, cuma, yah senang juga kan kalau negara kita ditampilkan dengan bagus di negeri orang.

Cuma, ternyata saya tidak boleh terlalu senang juga. Di akhir acara, yang disorot adalah… KRL yang penuh sesak, dengan penumpang yang bergelayutan di pintu (sebuah pemandangan yang tidak akan ditemukan di Iran). Senyum para penumpang KRL itu (hebat, bahkan dalam ‘penderitaan’ pun mereka tersenyum dengan begitu cerianya) bahkan menjadi background dari credit title film tersebut, hiks.

foto pinjam dari sini.