Lebaran Bareng Tamunya Ahmadinejad

Ceritanya, waktu Presiden Ahmadinejad berkunjung ke Ina, dia memberi kuliah pada studium general di UI. Seorang mahasiswi pascasarjana jurusan Kajian Timur Tengah mengajukan beberapa pertanyaan dan diakhiri dengan proposal “Pak, saya mau menulis thesis tentang negara Bapak. Alangkah baiknya kalau risetnya saya lakukan langsung di negara Bapak. Bapak bersedia nggak memberi beasiswa ke saya?”

Ahmadinejad waktu itu secara spontan mengiyakan dan menyuruh Dubes Iran untuk Ina agar mengatur lebih lanjut. Sejak sebulan lalu, si mahasiswi itu sudah berada di Iran untuk melakukan risetnya dengan status tamu presiden. Namanya Fatimah. Tapi karena banyak nama Fatimah di sini, jadi orang-orang Ina di Iran menambahkan deskripsi untuknya, “Oooo.. Fatimah yang tamunya Ahmadinejad itu ya?”

Menjelang lebaran, saya berhasil menjalin kontak dengan Fatimah. Di telpon saja sudah ketahuan kalau orangnya rame dan ramah. Dia mengatakan ingin menunaikan sholat Id di Musholla Imam Khomeini karena di Teheran, sholat Id memang dipusatkan di sana dengan diimami oleh Leader Iran, Ayatollah Khamenei. Selama 7 tahun di Iran saya malah belum pernah sholat Id di sana, biasanya di lapangan deket rumah aja. Akhirnya, jadilah kami janjian berangkat sama-sama ke musholla itu, Fatimah yang akan datang menjemput ke rumah kami.


Kami berangkat pagi buta, jam 6 pagi. Tapi, sepagi itu pun, di jalan-jalan sudah terlihat polisi berpatroli bahkan sejak puluhan kilo sebelum lokasi. Dalam radius sekitar1,5 kilo sebelum lokasi, jalanan sudah diblokir, tidak ada mobil yang boleh masuk kecuali bis-bis khusus yang memang disediakan gratis untuk jamaah sholat Id ini, berdatangan dari berbagai penjuru Teheran. Karena kami naik taksi, biarpun si Akang sudah gaya-gayaan menunjukkan kartu jurnalis IRIB, tetep aja dilarang masuk (:D).


Di tengah gerimis, kami dengan pasrah jalan kaki menuju lokasi. Di pinggir jalan menuju Musholla Imam, didirikan banyak posko-posko. Ada posko khusus membagi-bagikan bunga-bunga untuk para jamaah sholat (lihat foto, Kirana kebagian bunga kuning—latar belakang foto: bis2 gratis yang membawa orang-orang pulang dari sholat Id). Sayang gerimis, jadi saya gak berani keluarin kamera. Ada posko yang khusus memberi hadiah untuk anak-anak kecil yang ikut sholat, yaitu buku plastik lengkap dengan spidol dan penghapusnya (jadi bukunya kayak whiteboard gitu deh). Ada posko yang membagikan kue-kue dan susu kotak. Polisi-polisi yang berpatroli (dan para petugas pemadam kebakaran) juga ikut bagi-bagiin teks-teks doa ke orang-orang.


Di tengah perjalanan, kami mampir sebentar di rumah teman kami, Ali Reza yang kebetulan deket-deket sana. Capek, bo. Saya jalan lenggang kangkung aja udah ngos-ngosan, tapi Fatimah yang gendong Reza tetap cerah-ceria. Setelah istirahat, bareng Ali Reza, kami pun jalan kaki lagi menuju musholla. Fatimah dengan gagah perkasa tetap menggendong Reza yang lagi bobo (bayangin, tambah berat kan gendongnya?). Ternyata, meski judulnya ‘musholla’, bangunan plus kompleksnya besaaaar… banget. Kaki sampai gempor deh pokoknya. Menjelang masuk ke shaf-shaf sholat, kami digeledah dulu secara ketat oleh polisi-polisi perempuan. Penggeledahan ketat ini katanya karena yang jadi Imam adalah Leader sehingga rawan aksi-aksi terorisme gitu deh. Bayangin aja betapa panjang antrian untuk bisa masuk ke shaf sholat.


Selesai sholat Id, kami pun balik lagi ke rumah Ali Reza (saya janjian ketemu lagi sama si Akang di rumah Ali Reza). Sempet nyasar dan sempet saling kehilangan. Saya rada panik, gimana bisa menemukan Fatimah di tengah sekian banyak orang itu (kata tivi, jamaah yang hadir di musholla itu mencapai dua juta orang). Sambil menggandeng Kirana erat-erat dan baca doa-doa, saya mencari-cari Fatimah yang menggendong Reza dan tanpa bawa uang sepeserpun (soalnya tasnya ditinggal di rumah Ali Reza). Alhamdulillah ketemu juga. Kirana langsung memeluk Reza, rupanya tadi dia juga kuatir sekali.


Di rumah Ali Reza, kami disuguhi sup yang enak banget (mana hawa dingin, mantap deh). Setelah ngobrol sana-sini, kami pun pulang ke rumah masing-masing.


*gak bisa lebaran sama Ahmadinejad, sama tamunya pun jadilah* 😀


(foto2 selama solat Id gak ada, soalnya kamera ketinggalan di rumah Ali Reza..huhuhuhu..)

foto: Fatimah (jilbab item)-saya (jilbab krem) -Rana-Reza

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s