Kemana Aja Buuuu?

Kelahiran Reza terjadi di saat saya punya banyak tetangga orang Indonesia, punya akses internet di rumah, punya telpon (dan uang cukup untuk bayar rekeningnya, meski nelpon berjam-jam ke Indonesia), punya temen-temen yang bisa diajak chatting dan curhat soal pengurusan bayi, punya multiply tempat curhat. Semua fasilitas itu membuat saya dengan mudah mendapat saran-saran berguna dalam mengurus Reza, atau minimalnya, mendapat ketenangan bahwa “ah, ini biasa kok.. gak ada yg perlu dikuatirkan”.
Contohnya kemarin, Reza mencret dan panas.. whuah, parah banget loh.. layuuu banget tuh anak. Yang biasanya suka ketawa terkekeh-kekeh sekarang digoda dengan cara apapun, dia dieeem aja, menatap dengan tatapan sayu. Saya benar2 kuatir2.
Padahal, Reza kan anak kedua?? Kok gak tau apa2 sih Bu, cara menghadapi anak sakit?? Kok tetep kuatir dan paranoid?? Kemana aja Buuu???
Itulah yang bikin saya heran. Dulu itu gimana ya, cara saya membesarkan Kirana? Mengapa banyak yang sudah terlupakan? Apa yang dulu saya lakukan ketika Kirana panas? Entahlah, saya lupa. Saya bahkan tidak ingat secara detil bagaimana urut-urutan perkembangan Kirana. Seolah-olah selama ini semua mimpi dan ketika saya membuka mata, Kirana sudah besar, sudah enam tahun. Kenapa ya?
*curhat gak penting di kantor setelah berhari-hari cuti demi mengurus Reza*
Oya, Reza sudah pulih, ketawanya udah mulai keluar (tapi belum terkekeh-kekeh), makasih doa dan sarannya ya temen2…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s