Cerita Ahmadinejad (Lagi)


*buat yang udah bosen sama cerita2 Ahmadinejad, silakan skip jurnal ini* 😀

Nyeritain Ahmadinejad emang gak ada habisnya deh.

1. Dana 8 Milyar Sambut Bush Gara2 Ahmadinejad?

Bbrp hari lalu, di Wisma Duta sini ada ramah-tamah antara masyarakat Indonesia dengan beberapa anggota DPR RI. Ada yang nanya, “Kok pemerintah sampai mengeluarkan dana 8 milyar demi menyediakan berbagai fasilitas keamanan untuk Bush?” Salah seorang anggota DPR (ups, mendingan namanya saya sembunyikan aja ya) menjawab, berbagai bentuk pengamanan ketat itu memang diminta sama Bush, soalnya kan waktu Ahmadinejad datang ke Ina, dia dapat sambutan sangat meriah dari rakyat Indonesia. Jadi Bush mengkhawatirkan keselamatan dirinya kalau datang ke Ina. (?!!!)

2. Konferensi Pers

Sebenarnya ini cerita lama. Saat Ahmadinejad konferensi pers di New York waktu Sidang Majelis Umum PBB bulan September lalu (yang disiarkan live di tivi sini), saya saya benar-benar geleng2 kepala. Betapa untuk menjadi seorang Ahmadinejad harus butuh urat sabar yang besar. Hampir semua pertanyaan yang diajukan wartawan (dari berbagai negara) adalah pengulangan dari berbagai pertanyaan yang selama ini sudah pernah dijawab Ahmadinejad di berbagai forum.
-Apakah Anda menginginkan Israel dihapus dari peta?
-Apakah Anda mau mematuhi resolusi PBB (supaya Iran menghentikan pengayaan uranium)?
-Apakah Iran mau bikin senjata nuklir?
-Apakah benar Anda mengingkari holocaust?

Kalau saya yang ditanya2 berulang2 begitu (dan saya pernah kasih jawaban),
mungkin saya akan teriak kesal “KAN GUE UDAH PERNAH BILANG???!”

Anyway, tentu saja, saya kan bukan Ahmadinejad:D

Ada kejadian menarik pula. Seorang wartawan Financial Times, perempuan,
mengajukan pertanyaan dalam bahasa Persia. Dia tampil tanpa jilbab. Ahmadinejad bertanya dgn ramah, “Irani hasti?” (kamu orang Iran?). Si Wartawan menjawab sambil tersenyum lebar, “Ya, saya reporter FT di Teheran, saya kebetulan saja berada di sini.” (dst, si wartawan bertanya, Ahmadinejad menjawab).

Lalu, di akhir session, ada wartawan VOA yang bertanya, juga dgn bahasa
Persia, (mungkin dia bekerja di seksi Bahasa Persia di VOA) antara lain
menggugat, mengapa perempuan di Iran dibatasi kebebasannya.

Saya ingin sekali berkata kepada di wartawan itu..”Tuh, liat temenmu dari
Financial Times? Apa kebebasannya diberangus? Dia bebas jadi reporter FT di
Tehran, dan bebas tampil di New York kan?”

Kalau saya tidak salah hitung, konferensi pers itu berlangsung sejam lebih.
Sebelumnya di Tehran, Ahmadinejad jg pernah konferensi pers hampir dua jam.
Benar-benar presiden yang sabar (menghadapi wartawan).

©dinasulaeman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s