Travel Warning Buat yang Mau ke Iran

Seorang teman marah-marah sepulang jalan-jalan dari Iran. Banyak kekecewaan yang ia dapatkan, yang paling utama, perlakuan travel agent yang mengurusi mereka selama di Iran. Tentu saja, saya sangat prihatin dan kasihan pada si teman ini dan rombongannya (dan ikut geram sama Iranian travel agent itu). Mereka kan teman sebangsaku, gitu loh.

Di sisi lain, setelah menulis catatan perjalanan dan kenangan hidup selama delapan tahun di Iran, banyak orang yang menyatakan ke saya, “Duh..jadi pengen ke Iran!”

Nah… sebelum ada salah persepsi, harus saya klir-kan, saya tuh bukan agen pariwisata Iran. Saya menulis apa adanya. Sisi baik dan sisi menjengkelkan di Iran saya ceritakan. Terserah saja, orang mau pengen ke Iran atu malah kesel sama orang-orang Iran.

Cuma, sebagai orang yang kenal banget watak orang Iran, kayaknya saya harus juga kasih saran-saran buat orang-orang yang pengen ke Iran. Sebenarnya sudah banyak turis Indonesia datang ke Iran dan mereka baik-baik saja, dan bahkan ada yang bolak-balik ke Iran (sekali waktu datang sendiri, kali lain bawa keluarga, kali lain bawa saudara/teman). Nah.. kok bisa? Tapi kenapa teman saya yg saya ceritakan di awal sedemikian kecewanya?

Saya pikir, ada beberapa poin yang harus diperhatikan untuk traveling ke Iran:

  1. Jangan berharap dilayani dan dimanjakan oleh orang Iran, sebagaimana misalnya kalau kita ke Thailand, misalnya, kan katanya di sana turis-turis dimanjain banget. Di Iran, turis dimanjain? Wow… gak ada ceritanya deh. Orang Iran tuh cuek banget, lu mau ke balik lagi ke negeriku ato enggak, emang gue pikirin.
  2. Jalan-jalan ke Iran harus berjiwa etnolog, bukan jiwa plesiran. Maksudku, dengan mental seorang etnolog (pemerhati suku-suku bangsa), kita akan tahan banting mau ngapain aja, mau menghadapi keanehan apa aja. Tapi kalau kita bertujuan plesiran, seneng-seneng, ya… pasti kecewa. Kupikir, Iran ga cocok buat plesiran, ga kayak Dubai,misalnya. Situs2 wisata yg ditawarkan adalah situs arkeologi yg letaknya jauh dari kota, jadi musti siap dg perjalanan jauh domestik.
  3. Saya tidak merekomendasikan pakai travel agent Iran, maaf aja. Lebih aman, pakai jasa pertemanan saja. Misalnya, cari orang Indonesia di Iran (contoh: mahasiswa Indonesia) untuk menemani kita jalan-jalan, atau ajak teman dari Indonesia yang pernah tinggal di Iran dan bisa berbahasa Persia. Insya Allah perjalanan Anda akan lebih murah dan nyaman.

OK, kayaknya segini dulu. Oya, kenapa poin2 di atas tidak saya tulis di buku Pelangi di Persia? Jawabnya: karena buku itu bukan iklan pariwisata!

Advertisements

2 thoughts on “Travel Warning Buat yang Mau ke Iran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s