Pantang Menyeraaaah…!

Sering, saat membaca buku cerita anak-anak, saya berkata dalam hati, “Ah, nulis begini gue juga bisa!” Bahkan saya pernah bertekad menerbitkan buku cerita anak-anak, karena menurut saya lebih gampang (tidak seperti beberapa buku saya yang nulisnya jumpalitan dan melelahkan).

Bak pucuk dicinta ulam tiba, ada sebuah perusahaan menawari saya menulis cerita anak-anak dengan honor yang menurut saya lumayan untuk sebuah pekerjaan yang bisa dilakukan sambil merem.

Hanya sebentar, naskah itupun jadilah dan segera saya kirimkan.
Komentar si Bapak: terlalu biasa, tidak menarik; saya butuh sesuatu yang menarik… (dan sederet masukan lainnya)

Ampuuun…mohon ampun pada Mbak Renny, dan penulis buku anak-anak lainnya yang semula kugampangkan. Menulis cerita anak ternyata tak semudah yang saya kira. Saya sanggup menulis buku beratus-ratus halaman, tapi menulis cerita anak..wow..KO! Kayaknya saya kualat deh 😦

Selama beberapa pekan lalu, proyek itu saya tinggalkan karena sibuk menulis buku yang lain (insya Allah awal Juni terbit—kata penerbitku). Tapi, saya sempat bertanya-tanya ke Fani, gimana sih sebenarnya cara menulis cerita anak. Saya mendapat masukan berharga, di antaranya, banyak-banyak baca buku cerita anak.

Dan…mulai hari ini, itulah yang akan saya lakukan, membaca cerita anak sebanyak mungkin. Untung saja ada internet yang menyediakan sangaaaat..banyak cerita anak. Mudah-mudahan usaha saya ini kelak berbuah manis. Pantang menyeraaaaah….!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s