Tips Menyapih dengan “Paksa”

Jurnal ini saya tulis karena terkenang pengalaman buruk saat menyapih Kirana dulu. Wow, waktu itu…nightmare!! Maklum dulu kan tinggal di negeri asing, ga punya siapa2 (ada si Akang, tapi kan dia juga blm pengalaman juga). Huhu.. sedih banget. Jaman itu blm punya akses internet, nelpon ke Indonesia juga mahal banget..nasib..nasib… Nah, sekarang, menyapih anak kedua, saya lebih tenang dan situasi lebih terkendali.

Tips Menyapih dengan “Paksa”

Ada beberapa orang yang menyarankan agar tak menyapih anak dengan paksaan; tunggu sampai si anak ikhlas menolak sendiri disusuin (salah satu yg menyarankan begini: mertua saya, jadi anak-anak beliau nyusu sampai punya adik lagi..hwaa.. malah ada yang nyusu sampai 3-5 tahun!). Tapi, ada kalanya, kita tak bisa menunggu, dengan berbagai pertimbangan. Berikut ini tips-tipsnya.

1. Persiapan:
1. Sosialisasi
Sejak sebulan-dua bulan sebelum menyapih, beritahu anak dengan cara sederhana, supaya anak tak kaget saat disapih. Contohnya:
Mama: Reza, ini susu punya bayi. Reza kan sudah besar, minumnya pake gelas, ya? (saya pikir, sebaiknya jangan dikasih dot, karena nanti jadi bikin beban lagi, saat kita harus mengenyahkan dot dari si anak). Saat sedang bacain buku cerita pun, bisa kita plesetkan, “Tuh, ini bebeknya sudah besar, jadi nggak minum susu lagi sama Mama Bebek, minumnya pake apaaa? Gelaaaassss…”
Kalimat ini diulang-ulang terus, jangan bosen-bosen. Reza tuh gayanya masih bayi banget. Saya sempet kuatir dia gak akan paham. Ternyata….
Mama: Reza, ini susunya punya siapa?
Reza: ba-yi!
Mama: kalau Reza minum susunya pakai apa?
Reza: elash (=gelas)
Mama: sekarang Mama ambilin susu pake gelas ya?
Reza: ndak!!!!

2. Pilih waktu yang nyaman: anak-ibu sehat, si ayah (atau orang yang akan mendampingi saat penyapihan, nenek, baby sitter, ato siapa lah) ada waktu selama 2-3 malam untuk begadang.

3. Siapkan: kunyit bubuk atau bubuk kopi atau batrawali (sejenis tumbuhan yang getahnya pahiiiiit…sekali) dan obat penahan sakit untuk ibu (parasetamol/acetaminophen)

4. Siapkan juga: susu UHT dan gelas lucu buat anak

5. Berdoa 🙂

2. Pelaksanaan:
1. Payudara ibu diolesi kunyit dan kasih tau ke anak kalau payudara ibu sakit, ada darahnya (duh, bohong sih.. tapi mudah2an ini termasuk white lie:D). Anak biasanya akan jijik dan menolak nyusu. Tapi, ada jenis anak yang ngotot, tetap nyusu. Nah, kalau anaknya begini, coba diolesi dengan sesuatu yang pahit, misalnya kopi. Tapi ada anak yang bahkan diolesi batrawali pun (yang pahitnya top banget) tetap saja ngotot nyusu dan mampu menahan rasa pahit itu. Kalau sudah begini, ya, jangan biarkan anak nyusu. Nangis, pasti. Tapi dikompensasi dengan pelukan dan kasih sayang dari ayah.

2. Malam pertama adalah yang paling berat dan sulit. Anak akan menangis sepanjang malam. Paling tertidur sebentar, lalu tersentak lagi dan menangis, “Mau susu Mamaaaaa….!” Tapi, saat diperlihatkan payudara yang diolesi kunyit, dia akan menolak karena jijik. Rasanya sediiih…sekali. (Apalagi Reza ngotot gak mau diberi minuman apapun, padahal kelihatan banget dia haus.) Tapi, rasa sedih ini harus ditahan, kalau Ibu benar-benar berniat menyapih. Lagipula, esok hari, situasi akan semakin mudah, jadi jangan khawatir.

3. Esok harinya, curahkan perhatian semaksimal mungkin ke anak. Kehilangan ASI-nya dikompensasi sebisa mungkin dengan kasih sayang. Artinya, si Ibu juga harus stand-by di rumah, jangan kemana-mana dan meninggalkan anak ke pembantu. Tiap kali anak minta ASI, alihkan perhatian dengan cara mengajak main. Atau bila terpaksa, ya, perlihatkan lagi payudara yang sudah diolesi kunyit, “Tuh..kan… susu Mama ada darahnya, sakiiiit..deh. Minum susunya pake gelas aja yaaaa?” (intermezzo: kata Reza, “Darah cuci Maaaaa..!”, sambil mendorong-dorong saya ke kamar mandi:D)

4. Payudara Ibu pasti sudah terasa sakit, atasi dengan obat penahan sakit. Sabar saja, 2-3 hari lagi, biasanya sakit akan mereda.

5. Malam kedua, Ibu biasanya gak sanggup lagi gendong anak, karena payudaranya sakit banget. Nah…artinya, sepenuhnya si Ayah deh yang harus bergadang dan mengurus anak saat anak tersentak bangun minta ASI. Tapi biasanya, malam kedua, tidak separah malam pertama. Anak akan lebih banyak tidur (dibanding malam pertama).

6. Esok harinya dan malam selanjutnya.. ya seperti itu terus deh. Biasanya malam ke-3 atau ke-4, everything is under control. Anak tidur lebih tenang dan bahkan minta sendiri susu pake gelas! Payudara Ibu yang sangat bengkak pun perlahan akan mengempes dan hilang sakitnya.

OK, sekian dulu tips dari saya.Mudah-mudahan bermanfaat buat ibu-ibu yang akan menyapih ‘paksa’ anaknya:)

Advertisements

One thought on “Tips Menyapih dengan “Paksa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s