Naik AirAsia, Ini Pesawat ato Bis yak?! :D

Alhamdulillah, tadi malam, setelah delay hampir sejam, pesawat AirAsia yang akan membawa kami ke Jakarta terbang meninggalkan Bandara Internasional Minangkabau. Saya duduk terpisah dari Kirana.

Kok bisa duduk terpisah dari Kirana? Ya itulah uniknya naik AirAsia. Gak ada nomor bangku! Begitu gate dibuka, para penumpang berhamburan lari untuk dulu-duluan masuk ke pesawat, supaya dapat bangku sesuai keinginan. Saya tadinya gak tau ada tradisi begini. Beli tiket AirAsia dengan pertimbangan murahnya doang (selain aman, tentu). Dibanding maskapai lain (yang harganya naik gila-gilaan), AirAsia jauh lebih murah. Saya cuma tau kalo di atas pesawat gak disediakan makanan (harus beli atau bawa bekal sendiri). Untung uni Imun posting PM soal rencana mudiknya dan dari jawaban temen2 di situ, baru saya tau soal rebutan bangku itu. Jadilah saya, Kirana, dan Reza siap-siap untuk berlari meski akhirnya duduk terpisah juga.

Di pesawat, ada brosur makanan yang bisa dibeli. Di situ tertera satu produk minuman relaksasi dengan iklan kurang-lebih begini, “Nafas sesak karena rebutan tempat duduk? Minumlah ****”. Wah, rupanya benar-benar tradisi ya, berlarian berebut bangku di AirAsia :))))

Suasana di atas pesawat juga berisik banget, anak-anak pada nangis ketakutan. Selama ini, sekian puluh kali saya naik pesawat, rasanya inilah pesawat paling berisik. Heran… kenapa kalau di maskapai lain anak-anak gak pada nangis ya? Reza yang sudah dibelikan tiket satu bangku, ngotot minta dipangku karena ketakutan (dia nangis jerit-jerit sampai akhirnya tertidur). Duh, mubazir banget duitnya Nak!

Saya dulu pernah terpaksa naik kapal Padang-Jakarta kelas ekonomi. Rasanya saya mau nangis! Orang-orang gelar tikar untuk tidur seadanya di lantai yang jorok dan bau. Sebagian malah gak kebagian space tempat untuk tidur, jadi duduk aja bersempit-sempit. Nelangsa sekali melihat semua itu. Sebagian orang hidup bergelimang harta, tapi ada sebagian lain yang harus berpergian dengan cara yang sama sekali tidak manusiawi.

Untung saja, dengan membayar uang kepada awak kapal, waktu itu kami bisa mendapatkan kamar kelas III dan bisa tidur nyaman di tempat tidur (waktu beli tiket di travel, orang travel ngakunya tiket kelas habis, yang sisa hanya ekonomi).

Jadi…. meski naik AirAsia kayak naik bis, saya gak kapok kok. Saya tetap merasa lebih beruntung dibanding saudara-saudara sebangsa yang terpaksa naik kapal laut kelas ekonomi. Asal aman, murah, dan gak lama-lama, bisa tahan dech! 😀

NB: Btw, musti ati-ati juga ding..biar murah, AirAsia banyak pungutannye. Satu item barang masuk bagasi harus bayar 15rb. Untung saya cuma bawa 1 tas. Kmrn ada keluarga yg bawa oleh2 banyaaak… banget, berkardus2, lalu ngomel krn akhirnya kena Rp250rb biaya bagasi.

(Tiba di Cengkareng jam 20.30..nyampe Bandung jam 12 malam.. Asyiiik.. bisa internetan lagi!:D)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s