30 Juli 2008, What A Long And Happy Day!:)

Beberapa hari sebelumnya, Uni Eva sms, “Ada acarakah tanggal 30? Main ke rumahku yok!” Saya dan Uni Eva kenal via milis WRM dan ternyata rumah ortu kami di Padang berdekatan. Tadinya kami mau kopdar di Padang liburan kemarin, tapi ternyata Uni Eva udah balik duluan ke Bandung. Okelah, kata saya, sekalian pengen tau Cimahi yang jaraknya dari ujung ke ujung dgn Rancaekek.

Tanggal 30 Juli adalah ultah saya. Paginya, si Akang dan Kirana cuek-cuek aja. Saya juga cuek. Saya juga sering lupa ultah mereka, jadi kalo mereka lupa ultah saya, ya pasrah aja. Jam 09.30, kami bertiga (saya, Kirana, Reza) memulai perjalanan panjang kami hari itu. Dari Rancaekek, KRD (kereta diesel) ekonomi penuh sesak. Si Akang mengantar saya ke gerbong paling ujung, yang reltif agak sepi. Tapi tetap saja saya berdiri sambil gendong Reza, Kirana juga berdiri. Para pemuda kekar di sepanjang gerbong itu tak ada satupun yang berbelas kasihan. Seorang ibu membiarkan anak balitanya duduk sendiri di sebelahnya. Lama-lama, akhirnya si ibu menyuruh Kirana duduk berdua dengan si balita itu. Setelah lewat 2 stasiun, baru ada seorang pemuda -sepertinya akhirnya tak bisa menahan rasa bersalahnya-yang berdiri dan menyerahkan bangkunya ke saya.

Di kereta yang sesak itu, pedagang asongan tak henti hilir mudik. Apaaa aja dijual, mulai mainan anak, jajanan, peniti, sisir, dompet HP, buah-buahan, sendok kayu untuk masak, sampai… stroberi! Saya langsung beli 10 kotak stroberi buat oleh-oleh untuk Uni Eva (dari rumah udah bingung mau bawa apa… untung di atas kereta ada pedangan asongan itu:D). Selain pedangan asongan, ada beberap pengemis, ada yang buta beneran, ada yang merem-merem (entah buta entah tidak), ada yang kedua kakinya polio sehingga berjalan merangkak di lantai kereta yang super kotor, ada yang kakinya aneh, sepertinya patah, lalu tak diobati, sehingga ..entahlah, susah mendefinisikannya. Masih belum cukup, satu rombongan pengamen (saya hitung, personilnya 7 orang, dua diantaranya perempuan) lengkap dengan sound sytem guedee… plus gitar listrik. Suaranya memekakkan telinga, sampai tak ketahuan apa lagunya.

Ketika kereta sampai di stasiun Bandung, sebagian besar penumpang turun, kami tetap duduk karena harus terus sampai ke stasiun GedeBangkong. Gerbong kami pun sepi dan satu persatu ibu-ibu pedagang asongan datang ke gerbong kami untuk duduk beristirahat. Mereka saling bercanda satu sama lain, meski guratan kerasnya kehidupan yang terpatri di wajah mereka tak bisa hilang. Saya perhatikan jemari mereka yang keras dan lelah tanpa hiasan. Tak tahan saya lirik jemari saya sendiri yang dua di antaranya berhias emas murni. Mata saya kembali mengembun, tak tahan ditampar rasa malu. Betapa di luar sana ada perempuan-perempuan hilir mudik dari gerbong ke gerbong menerobos kepadatan manusia sambil membawa bakul dagangan yang berat, mengucapkan kata-kata yang sama ribuan kali “Kue Bu… Kue Pak…”, demi mengais rupiah yang tak seberapa.

Singkat kata, sampailah kami di sta Padalarang (harusnya kami turun di sta sebelumnya, sta Gede Bangkong, tapi ada insiden yang membuat kami terbawa sampai Padalarang). Uni Eva menjemput kami di stasiun. Duh senangnya, setelah beberapa tahun saling kenal hanya lewat internet, sekarang kami bersua face-to-face. Setelah beberapa saat ‘pemanasan” (hihihi), akhirnya kami bisa ngobrol seru ngalor-ngidul. Tak lama kemudian, datang tamu istimewa lain: Mba Sofie!

Kejutan! Rupanya Uni Eva dan Mba Sofie udah merencanakan sesuatu. Mereka menyediakan cake ultah buat saya. Duh ..terharu… banget!

Surprise banget deh! Makasih banyak…! Masih ada tamu istimewa lain yang mau datang…siapakah dia… ternyata Mba Ary Nilandari (saya lupa nanya, harusnya Mba atau Teh ya?). Saya sebelumnya sudah jalan-jalan ngintip MP Mba Ary yang penulis produktif ini (dan sudah beli salah satu bukunya, Sedekah Cinta) tapi belum jadi kontak. Tapi sebelum kopdar ini, saya udah invite beliau, ngajak kenalan, hehehe…

Sekedar info, Eva-Sofie-Ary adalah tiga serangkai penulis dgn nama pena “Ryvafie Damani” yang kompak banget, yang udah melahirkan buku berjudul Elang Perak (yang saya penasaran banget pengen baca, tapi ternyata sudah habis terjual). Cerita mba Ary dan uni Eva perihal kerjasama mereka bisa dibaca di sini dan situ. Kami berempat kan membawa anak2 kami, jadi kebayang gimana hebohnya rumah uni Eva, ibu-ibu mondar-mandir… anak-anak minta ini-itu… Reza yang rada-rada rewel (udah ngantuk kayaknya). Obrolan-obrolan terputus-putus… Untungnya, di sela-sela itu, sempat juga sih, saya nanya-nanya dan dapat masukan-masukan berharga soal penulisan.

Sore jam 17.25 KRD yang membawa kami pulang ke Rancaekek pun berjalan (telat 30 menit!). Alhamdulillah karena naiknya dari sta Padalarang, jadi masih kosong dan kami dapat tempat duduk. Di stasiun2 selanjutnya, kereta semakin penuh sesak. Sampai di Rancaekek jam 18.40. Sampai rumah, Kirana dan Papanya pergi lagi beli makan malam (padahal Rana udah lelah banget, tapi memaksa ikut pergi). E… pulangnya ternyata bawa hadiah buat Mama, plus cemilan kesukaan Mama (tapi jarang beli karena mahal:D): Pringles, plus satu kotak anggur (katanya buat Mama, padahal kesukaan Kirana-Reza), dan… satu botol soft drink (wow, sudah lebih setahun kami gak beli soft drink… si Papa rupanya masih ingat tradisi kami di Iran dulu, kalo ada yang ultah pasti beli cake dan minumnya softdrink… yah..niru2 org Iran yg demen softdrink gituh:D).

Ketika dibuka, ternyata kado dari Rana dan Papa isinya blus warna merah. Ukurannya pas banget. Ternyata, itu ide Kirana, dia minta Papanya bawa baju saya ke toko dan si penjaga toko yang mencarikan ukuran baju yang sesuai. Kirana dan Papa gak beli cake buat Mama karena, “Tadi kan udah dibeliin cake sama temen Mama!”

Kami pun makan malam dengan nasi timbel dan ayam goreng. Badan saya rasanya pegel luar biasa. Tapi, masih saya sempatkan membuka MP dan email. Wow.. ada banyak ucapan selamat ultah (tadi seharian juga ada SMS-SMS dan telpon yang menyampaikan ucapan ultah). Duh, bahagianya… 30 Juli 2008, benar-benar hari yang melelahkan, tapi sekaligus … sangat membahagiakan! Terimakasih ya Allah… berilah mereka yang sudah membahagiakanku pahala yang berlipat ganda. Amiiin….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s