Ciri-Ciri Ramadhan yang Gagal

Oleh-oleh dari majelis taklim kemarin…

Intinya, bulan Ramadhan adalah bulan latihan untuk memperbaiki diri, untuk menjadi orang yang bertakwa. Nah, setelah sebulan melewati masa latihan, kita termasuk orang yang berhasil atau gagal ya? Inilah indikator kegagalan melewati Ramadhan .. kata bu Ustadzah Tintin..:

  1. Ingat lagi, sebelum datang Ramadhan, apa kita termasuk org yg menyiapkan diri secara maksimal menyambutnya? Misalnya dgn membaca2 buku ttg Ramadhan, berdoa, dll. Kalau ternyata kita cuek2 aja menyambut Ramadhan… ya..kayaknya siiih…

  1. Masih suka mengulur-ulur waktu sholat. Azan berbunyi dan kita bilang “Ntar lagi deh.” (padahal selama Ramadhan, kita cenderung suka tept waktu sholat kan?)

  1. Malas melakukan ibadah sunnah (padahal selama Ramadhan, rajin kan?)

  1. Kikir dan rakus pada harta (padahal selama Ramadhan, rajin sedekah kan?)

  1. malas baca Quran (padahal selama Ramadhan, rajin tadarus kan?)

  1. Mudah mengumbar amarah (padahal selama Ramadhan, kita selalu bilang “sabar..sabar.. lagi puasa nih..!)

  1. Gemar melewati waktu dengan sia2 (ngobrol gak jelas, browsing gak jelas *hwaaaa…!*, nonton tipi gak jelas… padahal selama Ramadhan biasanya kita terdorong memaksimalkan waktu utk ibadah)

  1. Memutuskan tali silaturahmi (padahal selama Ramadhan, sudah bermaaf-maafan, kok sekarang berantem lagi?)

  1. Labil dalam menjalani hidup (tetap dikejar2 rasa gelisah, risau, cemas, oleh masalah2 materi dan duniawi)

  1. tidak bersemangat menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat

  1. tidak jujur, berkhianat pada amanat, berdusta

  1. tidak mencintai kaum dhuafa (padahal selama Ramadhan, rajin baksos kan?)

  1. salah dalam memaknai akhir Ramadhan (hayo, ingat lagi, di akhir Ramadhan kita sibuk itikaf atau sibuk bikin kue dan shopping…?)

  1. menganggap Idul Fitri sebagai kebebasan untuk melakukan apa saja yang dulu dilarang selama Ramadhan (misalnya, selama
    Ramadhan dilarang marah2, skrg marah2 terus..)

  1. Tidak berusaha meningkatkan keharmonisan rumah tangga (selama Ramadhan kan kita sudah membersihkan jiwa, menghilangkan dendam, dll.. jadi harusnya setelah Ramadhan suami-istri memuali lembaran baru, jangan lagi mengungkit-ungkit kesalahan lama….)

Bagaimana? Berhasilkah Ramadhan Anda?

Hwaaaa… hwaaaa… *nangis histeris di pojok kamar*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s