Ternyata Tak Mudah Menjadi Seorang HTR …

Saya dulu pernah cerita di sini, awal mula saya nge-blog, yaitu, karena baca2 blog-nya Mbak Helvy Tiana Rosa (HTR). Saya waktu itu terkagum-kagum sama Mbak Helvy yang waktunya penuh mengisi acara di berbagai kota (dan bahkan negara). Saya sempat ingin seperti Mbak Helvy.. pasti asyik banget ya, diundang ke sana-sini, berkunjung ke berbagai tempat baru (apalagi ke luar negeri!), ketemu banyak orang…

Tak disangka-sangka… setelah pulang ke Indonesia, jalan hidup saya kok jadi sedikiiiit (masih dikit banget loh:D) mirip Mbak Helvy. Karena nulis buku, saya diundang ke beberapa kota untuk bicara. Apa yang terjadi? Suliiit…sekali untuk memenuhi semua undangan itu. Jangankan ke kota yg jauh. Memenuhi undangan bicara di Bandung saja sudah menimbulkan problem besar bagi keluarga. Siapa yang harus menjaga anak-anak? Kalau suami ada di rumah masih untung, dia tipe ayah yang baik dan mau saja menjaga anak di rumah. Tapi, sering, dia juga dikejar2 deadline kerjaannya atau apa lah, yang tak memungkinkan untuk menjaga anak di rumah. Apalagi dulu waktu Reza masih ASI, wah, Reza harus dibawa juga ke acara2 itu dan artinya si Akang yg jadi baby sitter sepanjang acara berlangsung… kasihan banget deh:(

Senin depan saya diundang bicara di HI Unpad. Saya sanggupi dengan rasa deg-degan. Mudah2an si Akang tak ada kerjaan dadakan apapun sehingga bisa di rumah menjaga anak2 (dan kalaupun nanti si Akang mendadak ada kerjaan, saya terpaksa egois, memintanya membatalkan apapun acaranya demi saya..hiks..). Baru-baru ini, adik baru saya, Arif dari Iran Corner UMY, mengajak saya datang ke Yogya. Wah… mau banget! Sebelumnya, ada seorang pimpinan yayasan di Langsa mengajak saya juga datang ke sana, memberi pelatihan. Langsa…? Wow, jadi kayak Mbak HTR dong, berkunjung ke Aceh? Asyiiik…

Tapi… jauh di dalam lubuk hati saya, saya benar-benar ragu. Bisakah saya datang jauh ke Yogya sana? Apalagi Langsa!?

Kemarin saja, saya meninggalkan anak seharian untuk kegiatan di Toga Puri, Reza manyun seharian. Disuruh makan ga mau,diajak main ga mau, diajak bicara diem aja. Bahkan akhirnya, dia menangis terisak-isak (kalo nangis tantrum sih, kita dah kebal :D), sampai si Akang tak tega dan mengajak anak2 untuk jauh-jauh menyusul saya ke Toga Puri (akhirnya malah nyasar sampai ke Sumedang dan ketemu saya lagi di Rancaekek..duh Kang..buang2 bensin ajah!)

Well… ternyata tak mudah untuk menjadi seorang HTR. Padahal, aktivitas saya masih seujung kukunya Mbak Helvy…

————

Buat Arif: tenang Dek, spt kata RM (Rizal Mallarangeng), if there is a will, there is a way.. Siapa tau nanti aja ada keajaiban yg bisa membawaku ke Yogya, hehehe… *sekalian kopdar ama Wiwit dan Shanti*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s