Mengapa Kita Harus Dukung Palestina?

Seorang teman pernah dengan sinis mengomentari orang-orang yang bela-belain demo demi menyuarakan pembelaan pada Palestina. Katanya, “Daripada ngurusin negara orang mendingan ngurusin problema yang ada di sini!” Bahkan ada ormas Islam tertentu yang melarang anggotanya untuk ikut-ikutan demo mendukung Palestina. Ada pula yang menyebut demo mendukung Palestina adalah ‘cara murahan’. Katanya, “Kalau mau dukung, pakai cara yang konkrit dong!” Ada juga yang mengatakan bahwa aksi boikot produk Zionis (produk2 yg pabriknya dimiliki orang2 Zionis dan keuntungan yang diraihnya disalurkan untuk menjaga kelangsungan hidup Israel—FYI, tanpa bantuan dana dari luar, Israel sudah kolaps dari jaman dulu) tak ada gunanya. Katanya, “Kasihan kan, para karyawan pabrik-pabrik itu di Indonesia” (misalnya, pabrik X yang milik Zionis, buka franchise di Indonesia, nah, yang kerja di Indonesia kan orang Indonesia juga… kasihan mereka kan?). Yang bikin saya geram, saat Marty Natalegawa (Dubes Indonesia utk PBB) diwawancarai di TV 1. Jawabannya benar-benar klemar-klemer, bahkan tak berani menyebut kata “Amerika”. Ketika dikejar dua kali oleh Tina Talisa, “Maksud Bapak, siapa yang menghalangi proses pemberian sanksi kepada Israel? Amerika?” ..dia tetap tak berani menjawab, kecuali, “Ya, sepertinya demikian.” Duh Pak, ibu mertua saya yang udah tua banget aja tau, siapa di balik punggung Israel (saya nonton acara TV 1 bareng ibu mertua). Gak perlu ditutupi-tutupi dengan kalimat2 birokratis gitu deh!

Terus-terang saja, saya dulu (duluuuuw…) pernah bertanya-tanya dalam hati, buat apa sih, repot-repot mikirin Palestina? Negeri kita gak kurang punya masalah kok?

Namun, sejalan dengan waktu, saya menemukan jawabannya. Jawaban utuh tentu saja saya tulis di buku saya, Ahmadinejad on Palestine (maaf, ini bukan promosi loh ya…). Tapi, secara singkat bisa saya tulis di sini:

1. Kekejaman Rezim Zionis telah mencorengkan arang di wajah orang-orang beriman, apapun agamanya. Rezim ini melakukan pembunuhan kontinyu, perusakan rumah-rumah dan ladang pertanian, merusak tampat-tempat suci, masjid, dan gereja, menyerang kawasan-kawasan permukiman dan non-permukiman secara kontinyu, serta melakukan teror-teror yang sudah direncanakan dan diumumkan terlebih dahulu. Perilaku rezim ini tidak hanya menginjak-injak kehormatan bangsa Palestina tetapi juga kehormatan semua kaum muslimin dan kaum pencinta kebebasan di dunia. Manusia yang beriman dan berhati nurani, apapun agamanya, sudah sepantasnya merasa terhina bila melihat saudaranya-sesama umat manusia-diinjak-injak dan diperlakukan dengan sedemikian hina.

2. (Bagi umat Islam): Rezim Zionis telah menimbulkan perpecahan dan atmosfer perang di dunia Islam. Dengan menginfiltrasi dan menebarkan prasangka buruk, rezim ini telah menjauhkan hubungan antarnegara di kawasan. Mereka menjalin hubungan-hubungan politik di balik layar, memaksakan perjanjian berat militer dan ekonomi, serta melakukan politik kotor hegemoni terhadap negara-negara Islam dan negara-negara di kawasan. Rezim Zionis merupakan pusat kesepakatan negara-negara opresor dan musuh umat Islam. Musuh-musuh Islam dengan memperkuat dan mendukung Zionis secara praktis telah melancarkan tekanan kepada umat Islam dan bangsa-bangsa di kawasan ini. Meski di antara para opresor itu terdapat perbedaan mendalam, tapi mereka bersatu di titik ini. Sesungguhnya, rezim ini menjadi wakil kekuatan-kekuatan opresor dan imperialis dalam melakukan teror, ancaman, dan menciptakan perpecahan dalam hubungan politik, ekonomi, dan budaya di antara negara-negara kawasan (Timur Tengah dan dunia Islam umumnya) dengan negara-negara lain di dunia.

3. Rezim Zionis masih berdiri hingga hari ini dengan ditopang oleh suplai dana yang sangat-sangat besar dari negara-negara pendukungnya, terutama AS. Setiap penduduk AS dan Eropa dikenai pajak untuk hampir semua komoditi yang digunakannya, bahkan untuk setiap roti yang mereka makan. Negara2 Eropa dan AS menggunakan uang pajak yg dikumpulkan dari hasil keringat warganya untuk mengirim bantuan rutin ke Israel. Perusahaan-perusahaan Zionis dibebaskan dari pajak dengan alasan, dananya akan digunakan untuk membantu Israel. Negara-negara berkembang dan miskin pun tak luput jadi korban. Sudah banyak diketahui umum bahwa perusahaan-perusahaan terkemuka di AS—negara pendukung utama Rezim Zionis—dimiliki oleh para pengusaha Zionis. Mereka melebarkan bisnis ke berbagai penjuru dunia dan dengan cara-cara yang curang, mengeruk uang dari negara-negara berkembang. John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man menceritakan modus operandi lembaga-lembaga keuangan AS dalam mengeruk uang:

Salah satu kondisi pinjaman itu –katakanlah US $ 1milyar untuk negara seperti Indonesia atau Ekuador—negara ini kemudian harus memberikan 90% dari uang pinjaman itu kepada satu atau beberapa perusahaan AS untuk membangun infrastruktur—misalnya Halliburton atau Bechtel. Ini adalah perusahaan yang besar. Perusahaan-perusahaan ini kemudian akan membangun sistem listrik atau pelabuhan atau jalan tol, dan pada dasarnya proyek seperti ini hanya melayani sejumlah kecil keluarga-keluarga terkaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan terbentur pada hutang yang luar biasa besar, yang tidak mungkin mereka bayar. (Wawancara Amy Goodman dengan John Perkins, http://www.democracynow.org/2004/11/9)


Keuntungan besar yang mereka peroleh itu, ujung-ujungnya, digunakan untuk menopang kelangsungan hidup Rezim Zionis. Sejak tahun 1973, AS telah mengirimkan bantuan keuangan untuk Israe
l senilai lebih dari 1,6 trilyun dollar!

Lalu, kini, masihkah kita mempertanyakan apa perlunya kita mendukung Palestina?

Dan saya pikir, selain doa dan dana, yang bisa dan perlu kita lakukan adalah: boikot produk yang berafiliasi dengan Rezim Zionis!

Seputar daftar produk yang perlu diboikot, bisa baca tulisan2 ini:

1. mari-boikot-produk-zionis-dan-para_14.html

Ocehan si Mbot, Kirana, dan Hari Ibu :)

Saya beli buku “Catatan si Mbot” yang banyak dihebohkan oleh para mp-ers itu hari Minggu kemarin. Ceritanya, kan mau ikut seminarnya Bu Elly Risman jam 9 di Blitz… eh, ternyata udah keburu nyampe Blitz, baru ketahuan, seminar berubah tempat dan jam (jadi jam 2 siang di Hotel Papandayan). Jadilah daku bingung, masak balik lagi ke Rancaekek sih?

Untungnya, ketemu teh Rina (rafiati) dan putrinya, Dilla, yang jauh-jauh dari Purwakarta buat ikutan seminar itu. Akhirnya, kita pun kopdaran deh:)

Bareng Teh Rina dan Dilla yang Cantik


Kemana lagi kalo gak kopdar di Gramedia (heran, hobi banget yak, saya kopdar ama mp-er di Gramed:D). Sambil kurilingan lihat-lihat buku kita ngobrol rame ngalor-ngidul. Di Gramed juga ketemu ama suami Teh Rina dan Nadim (anak teh Rina) yang datang nyusul.

Dan.. ternyata kami juga sama-sama penasaran ama bukunya si Mbot 🙂

Sayangnya, teh Rina gak jadi ikut seminar, karena musti balik ke Purwakarta siang itu. Jadi saya sendirian deh…:(

Tapi untungnya di seminar ketemu sama Rani (niniw) 🙂

ki-ka: Dina, Rani, Bu Elly Risman (saya lagi ngobrol soal acara bedah buku Baby Blues di Muktamar IMSA)


Setelah syok abis ikutan seminar (ceritanya di sini), saya pulang dengan lunglai. Apesnya, ketinggalan kereta pula. Terpaksa nongkrong 2 jam di stasiun, nunggu kereta terakhir ke Rancaekek. Nah… selama nunggu itu, saya baca buku si Mbot. Ajaib, 50-an halaman pertama saya ga bisa ketawa, paling senyum aja (bisa dibayangkan, saya waktu itu emang asli syok gara2 seminar itu kan? menurut rekomendasi orang2, sejak halaman awal mereka udah ketawa-ketiwi). Selanjutnya, pas cerita tentang acara 17-an di kantornya si Mbot, baru deh saya mulai ketawa cekikikan (ga peduli sama orang lain di ruang tunggu stasiun kereta)…

Singkat kata, buku itu sangat membantu dalam mengembalikan perasaan saya yang sangat lunglai pada malam itu;)

Nah… terkait hari Ibu, di halaman 221-226, ada cerita mengharukan (mengharukan? mana mungkiiiin…?:D) tentang pengorbanan ibu demi anaknya. Tentu saja ceritanya kocak abis, tentang Nara, keponakan Mbot yang disuruh gurunya membawa kerangka tikus (mungkin untuk eksperimen pelajaran biologi kali ya). Si Ibu jijik berat amat tikus tapi tetap berjuang menyediakan tikus itu. Saya terkikik-kikik bacanya. Kirana langsung nimbrung (waktu itu saya udah nyampe rumah nih, ceritanya) dan maksa pengen ikutan baca. Sudah bisa diduga, dia juga tertawa terkikik-kikik.

Pagi ini, dia minta buku si Mbot lagi, mau baca cerita tentang Nara lagi. Sekali lagi dia terkikik-kikik. Saya pikir, aha… ini golden time!

Saya: Kirana, baca cerita itu, inget sama Mama ga?

Kirana: iya…

Mama: kenapa?

Kirana: mm… Mama kan sediain makanan buat Kirana…

Mama: trus…?

Kirana: bantuin Kirana belajar…

Mama: trus, inget ga, waktu Mama cariin kamu pelepah pisang?

Kami pun tertawa geli mengenang kejadian itu. Ceritanya, saya ”berkorban” cari pelepah pisang krn Kirana disuruh bu guru bawa pelepah pisang buat prakarya sekolah. Saya pun bela2in ke kebun orang yang jorok dan tergenang air, huek ..:(

Pulang sekolah, Kirana protes, “Mama, pelepah pisang bukan yang ituuuu!”

Singkat cerita (kepanjangan kalo detil), saya berdebat sama suami mengenai ‘apa itu pelepah pisang’ sampai buka kamus segala, dan saya memang salah: saya pikir pelepah pisang itu kulit batang pisang, ternyata bukan….! :)))))

Masih tentang Hari Ibu, tadi malam Mario Teguh di Metro memberi nasehat yang sangat penting buat saya, kurang lebih begini…(saya lupa kalimat persisnya, ini kalimat hasil interpretasi saya):

Penghormatan kepada Ibu bukanlah tentang siapa si Ibu, tapi tentang siapa si anak. Si anak jadi seperti sekarang, punya mata, punya hidung, mampu bicara, mampu berjalan, semua karena ibu… Dia ada karena ibunya mengandungnya 9 bulan, melahirkannya dengan penuh perjuangan, menyuapinya makanan, mengajarinya tepuk tangan, bicara, berjalan… Karena itu, tak ada alasan untuk tidak menghormati Ibu, siapapun dan bagaimanapun ibunya…

Nasehat ini mengingatkan para anak bila masih suka mencela ibu mereka…. ih, ibu saya kok begini ya.. coba kalau ibu saya begitu…


Buat para ibu, Selamat Hari IBU 🙂

Kartu Ucapan Hari Ibu dari Kirana

Bahaya Pornografi di Rumah Kita (Laporan Seminar Bu Elly Risman)

Teman-teman.. yg saya rasakan saat seminar kemarin: syok..panik.. dan akhirnya nangis..

Saya sebenarnya termasuk org yg well-informed soal parenting, bahaya pornografi, dll.. karena saya intens ber-internet (bahkan saya pernah bbrp kali menulis artikel2 parenting di majalah&website).

Tapi, yg terjadi kemarin itu adalah: saya seperti dikasih mikroskop oleh bu Elly.. Jadi, saya tau, komik Jepang banyak jorok (dan saya gak belikan utk anak), tapi, saat potongan komik itu disorot, diperbesar, saya syok… Saya juga tau sinetron Indonesia ngawur (dan kami sekeluarga tidak menontonnya).. tapi pas disajikan potongan adegan dalam sinetron Indonesia.. saya syok… Mungkin, hal sama juga terjadi pada orang lain. Bagi sbgn orang… krn sudah saking sering dipertontonkan di TV, jadi terasa biasa2 aja.. dan tidak sadar bahwa itu bahaya… kalau dikasih “mikroskop” baru tersentak…

Jadi, berikut ini sedikit oleh2 dari seminar kemarin… Mungkin tak banyak membantu karena ‘membaca’ dan ‘mendengar’ tak sebesar efek ‘melihat dengan mikroskop’. Apalagi, seminar kemarin kan 3 jam, kalau ditulis semua bisa jadi satu buku deh… Yah, mudah2an ngasih inspirasi, minimalnya, inspirasi untuk mengecek apa sih yg dibaca anak, games yg dimainkan anak, apa isi HP anak (bacain tuh, sms2 mereka!).. karena sangat mungkin anak2 kita yg kelihatannya manis2 itu ternyata menyimpan bom waktu!

—————–

Bahaya Pornografi di Rumah Kita

Dari mana anak kenal pornografi?

-iseng (anak sudah dilayani sepenuhnya, jadi ga ada kerjaan)

-penasaran

-terbawa teman

Mengapa anak berpaling pada pornografi ===> budaya abai pada anak

Yg ditanya: sudah bikin PR? Sudah makan? Sudah mandi?

Tanyakan: perasaan anak!

Teliti: apa komik yg dibacanya, apa game yg dimainkannya

Data:

1 dari 2 anak menonton pornografi DI RUMAH

1 dari 3 anak SUDAH BIASA lihat pornografi (reaksi biasa)

Anak mendapatkan pornografi dari:

-Komik 23%

-Game 17%

-Situs 17%

-Film 13%

57% sinetron Indonesia mengandung pornografi

contoh: sinetron Pintu Ilahi mengajarkan selingkuh dg guru (saya ga nonton, jadi ini kata bu Elly)

Komik paling banyak dibaca anak:

1. Naruto

2. Nakyoshi

3. Magister Nagi

4. Conan

5. Nube

6. Raven&Cross Over

Game jaman sekarang:

===>membuat anak berpaling untuk mencari identitas diri

Misal: anak laki2 dicap ‘lamban’, ‘loyo’, “Gimana sih..laki2 tapi lelet pisan!”.. dia akan mencari identitas diri dari game, dia mengidentikkan dirinya dg tokoh2 game yg perkasa, jahat, berkuasa…


Survey: Game paling banyak dimainkan anak: GTA (pdhl mengajarkan cara lihat mencuri mobil dan menembak polisi)…

Game Naruto: mengajarkan seks


DIMANA LETAK BAHAYANYA?

Satu kali imaji porno dilihat anakà tidak akan terhapus

Sasaran tembak industri pornografi: anak2 laki2 yg belum baligh

===>manusia punya 6 hormon yg seharusnya aktif saat terjadi hubungan seks yang dilakukan secara resmi (halal) dgn pasangan

Tapi, melalui komik, game, dll, hormon2 itu diaktifkan pada anak kecil dan tanpa pasangan. Akibatnya: otak rusak, melebihi kerusakan yg ditimbulkan oleh kokain.

Nah, jika anak2 kecil itu mengalami 33-36 kali ejakulasi (akibat melihat adegan porno), seumur hidup dia akan pencandu pornografi (artinya: menjadi pasar masa depan bagi industri pornografi).


Apa yang bisa dilakukan ortu sekarang:

teliti lagi game dan komik yg dibaca anak… lakukan penelitian (buka lemari, hp, data komputer..main game bersama anak supaya tau apa isi/kandungan game itu)

teliti ciri2 anak kecanduan (mudah haus dan ternggorokan kering, sering minum, sering pipis, sering berkhayal, sulit konsen, jika bicara menghindari kontak mata, sering main PS dan internet dalam waktu lama, prestasi akademik menurun, main dg kelompok yg itu2 aja, berprilaku aneh, spt: kancing baju sampai ke aats,rambut gondrong…),

Bila anak sudah terlanjur kecanduan ===> bantuan terapi psikolog (karena tidak bisa lagi diatasi ortu.. dimarahi&dihukum tidak akan mempan)

Ibu jangan kasih contoh===> jangan nonton TV supaya anak tidak hobi nonton juga.

Ingat:

– 57% sinetron mengandung pornografi

Iklan sms spt REG Cinta… mengajarkan pornografi (tapi kita saking terbiasa lihat, merasa biasa2 aja..padahal direkam kuat oleh memori anak)

rekaman kuat anak itu akan menjadi ‘perpustakaan porno’ (mikir ngeres.. tak perlu lihat org telanjang..lihat org berjilbab pun, di otaknya dia bisa membayangkan apa yg ada di balik jilbab)

Buat jadwal nonton yang sehat (anak di bwh 2 thn tidak boleh nonton krn bahaya bagi otak), anak di atas 2 thn maksimal 1 jam nonton sehari. Semua anggota keluarga hrs konsisten.

Ajari fiqih secara benar.. sejak usia 8 thn, mulai ajari apa itu mani..mazi.. (peragakan dgn lem/air tajin).. ajari soal haid

Ajari adab pergaulan.. (termasuk masalah aurat, tidak tidur sekamar dg ortu..)

Waktu efektif bersama anakà jangan banyak ngomel!

Jangan main perintah, tapi BMM (Berpikir, Memilih, Memutuskan):

misal: “JANGAN MAIN GAME ajaaa!!!! Belajar sana!!!”

Harusnya: diskusi dg menggunakan logika, ajak anak mikir, kenapa game itu jelek.. kasih contoh2 kasus anak yg masuk RS gara2 kecanduan game.. dampaknya ke mata, dll.. lalu bimbing anak utk memilih dan memutuskan.


Dilarang di rumah (tanpa BMM)
===>main games di luar!

BERDOA !!

Hadirkan film positif di benak kita saat berdoa (bayangkan anak kita jadi orang yg soleh, pintar, sukses, punya suami/istri yg baik dan soleh…dst) karena akan menghadirkan semangat positif dan peluang terkabul sangat besar (krn kita berdoanya sangat sungguh2, bukan sekedar di bibir)

Terakhir, Bu Elly mengutip Quran surah Annisa:9

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

===> maksudnya: jangan sampai kita mengembalikan amanah Allah (anak) dalam keadaan babak belur, terkontaminasi pornografi, rusak mental dan otaknya… ingat, kita akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari akhir!

Curhat Gado2 + Info Seminar Bu Elly Risman

Salam…

mau bikin jurnal khusus kayaknya kebanyakan, jadi mau di-gado-gado aja deh..

*Info Seminar*

Ini info dari mulut ke mulut.. tapi saya infokan saja.. daripada ada yg nyesel kalo gak datang:D

Jadi gini.. ni Eva tadi sms, katanya besok (sabtu, tgl 20) jam 9-12 ada seminar (kemungkinan terkait parenting, pendidikan anak) yg akan dibawakan oleh Bu Elly Risman. Saya sih minat banget buat datang.. selama ini baca2 di internet kan seminar2nya Bu Elly oke banget dan sangat bermanfaat buat para ortu. Yang mau datang, sekalian kopdar yuk 😉 Oiyah, bayarnya 50rb. Lokasi: Cafe Blitz Megaplex Paris van Java Mall, Bdg

*Speedy Jebol*

Kemarin2 kan langganan Speedy yg 200rb utk 50 jam. Tapi karena stlh dipikir2 (dan diprotes suami), 50 jam itu abisnya buat ngempi mulu, akhirnya sejak bulan lalu ganti ama Speedy 75rb untuk 15 jam. Ternyata sodara-sodara… tagihan bulan ini 190rb! Jadi nombok lebih gede daripada biaya asli (75rb). Duh… Jadi ya harap maklum kalo saya mau ngirit ngempi lagi bulan ini, hiks. Kayaknya musti balik ke Speedy 200rb deh 😦

*Milis Porno*

Saya pernah beberapa kali terima email dari sebuah web yang ada kata ‘bugil’ – nya. Ya pastilah gak saya buka, langsung di delete (entah isinya apa).

nah, hari ini… saya buka list yahoogroups saya… (daftar milis2 yg saya ikuti).. hwaaa… kok saya terdaftar di sebuah milis porno ya.. duh kaget n shock deh.. mau unsubscribe..pas di klik..ada peringatan dari yahoo “ini situs dewasa, hanya yg 18 th ke atas yg boleh buka” (gitu deh kira2 isinya). Duh.. saya langsung ketakutan dan langsung saya tutup aja windowsnya.. Jadi bingung euy.. gimana ya caranya supaya ga terdaftar di situ lagi?? Kok tiba2 saya terdaftar di situ ya? *masih shock*

*Reza Toilet Training*
Udah lama ditraining, tapi gak lulus juga, hiks. Dulu Kirana seminggu langsung lulus. Makanya saya sampai nulis jurnal ini ttg kepeningan mikirin anak..salah satunya krn Reza yg gak lulus2 toilet training ini..duh jadi kepikiran…

Nah, malam lalu, Reza bobol lagi.. dia pup lagi di celana. Saya bilang, “Reza kok ee di celana lagi..? Mama jadi sedih…”

Reza, “Eja juga shedih mama…” (dengan pasang tampang memelas).. duh..ya sapa yg ga luluh?:D

Akhirnya saya cebokin sambil kembali berpesan, “Nanti kalo ee di WC yaaa?”

Reza sambil senyum2 menjawab, “Eja shayaaaaang banget sama Mama!” (beneran, ini kata perkata ga saya ubah, emang dia bilang begitu…)

Duhai anakku yg lucu… biarpun ngeselin krn ee mulu di celana, Mama tetep aja gemes !:D

Siapa Lintang Sebenarnya?

Sebenarnya saya akhir2 ini udah kebanyakan posting… dan sudah berjanji dalam hati, paling cepat 2 minggu lagi baru posting lagi (:D)

Tapi, hari ini ada yang menyesakkan dada…*hiperbola*

Jadi gini, tadi pagi pas liat Liputan 6 SCTV, ada iklan, “Siapakah Lintang sebenarnya, saksikan di Liputan 6 Siang, pukul 12…”

Wow.. ini kan memang yang selama ini ingin saya ketahui? Ya, siapa dia? Kalau dia sedemikian ekstra-cerdas, harusnya saat ini (stlh Laskar Pelangi terkenal) ada yang mau memberinya beasiswa (tak penting usianya udah tua.. nenek2 aja banyak yg bela2 in S3 kok..). Kok tak diekspose di Kick Andy, padahal beberapa tokoh lain masuk Kick Andy? Atau..Andrea pan udah kaya raya..kok tak bantu2 Lintang supaya bisa sekolah lagi?

Akhirnya… jam 12 lewat 10 mnt (sengaja pasang weker, biar ga kelewat)… terbukalah teka-teka itu…

Reporter SCTV datang ke (tempat yang disebut-sebut) kampungnya Lintang, ternyata tak ada yg kenal dgn Lintang. Lalu, diwawancarailah beberapa orang:

Kata Bu Muslimah “Ibu juga tak tahu, siapa dia…”

Kata Mahar (atau siapa ya, lupa): “Lintang itu ya Andrea sendiri..”

Kata A Kiong, “Ya, tanya aja sama Andrea, saya juga ga tau..”

Kata Andrea, “Laskar Pelangi itu novel yang inspired by true event (Andre tidak menyebut: true story)…. (dia tidak secara tegas menjawab bahwa Lintang itu khayalan)

Sekedar catatan, saya tergoda beli dan baca LP setelah nonton Kick Andy… (saya yakin, siapapun yang nonton acara itu, akan mengambil kesimpulan bahwa cerita LP benar adanya dan semua tokohnya real) dan saya kemudian benar2 terpukau (dan terharu) baca novelnya lebih banyak karena yakin bahwa tokoh2 itu real (nyata).

Oalaaaaah…

Jadi daku selama ini tertipu…hiks..

Idul Qurban dan “Paranormal”

Ini masih cerita seputar berkah Idul Qurban tahun ini…

Ada yang pernah mendengar: kalau engkau mendekati Tuhanmu selangkah, maka Dia akan mendatangimu sepuluh langkah?

Hal ini terjadi pada diri saya akhir-akhir ini. Saya resah memikirkan kualitas sholat saya. Sejak setahun terakhir, saya sholat selalu tergesa (dulu2 juga sering gitu, tapi gak separah sekarang). Rasanya ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Rasanya tak cukup waktu bila berlama-lama sholat. Padahal di saat yang sama, saya juga berniat naik haji sesegera mungkin (meski dananya masih wallahu a’lam). Namun saya membayangkan, dalam kondisi seperti sekarang, kalaupun saya naik haji, bisa dipastikan haji saya akan sangat ‘kering’. Dan terus-terang saja, meski berniat haji, tapi ndilalah yang kebayang sama saya adalah suasana panas, berdesak-desakan, atau suasana tak enak di penginapan jemaah haji Indonesia. Tak terbayang tuh nikmatnya haji (atau ya terbayang sih..tapi dikit..)

Akhirnya, saya pun mulai memaksakan diri membaca buku tebal “Hikmah Ibadah” karya Ayatullah Javadi Amuli (bhs Farsi). Padahal biasanya saya keder baca buku2 karya Ayatullah, karena (saya pikir) pasti pembahasannya ruwet dan tingkat tinggi. Ternyata, luar biasa, saya benar-benar bisa memahami isi buku itu dengan mudah meski mengandung pembahasan yang filosofis. Saya yakin ini yang dimaksud dengan kalau engkau mendekati Tuhanmu selangkah, maka Dia akan mendatangimu sepuluh langkah.

Masih belum cukup, saat saya mudik ke mertua dalam rangka Idul Qurban, sebuah buku tergeletak dengan manis di atas meja, seolah memang menunggu kedatangan saya. Judulnya Pelatihan Sholat Khusyu’ (karya Abu Sangkan). Baca halaman-halaman pertama, saya langsung terpikat. Saya menemukan jawaban mengapa sholat saya sering tergesa dan pikiran saya sering melayang ke sana-sini selama sholat (kalau versi temen saya, “Bu, saya teh kalo lagi sholat kok malah bikin program ya?” Dalam hati saya bilang, “Sama dong, kite.”).

Intinya, kata buku itu, dalam sholat kita seharusnya menyeimbangkan pemakaian otak kiri dan kanan. Namun umumnya, kita sholat dengan hanya mengaktifkan otak kiri (sehingga, kita bisa melakukan sholat tanpa cacat, urutan benar, rokaat benar, bacaan benar) meski pikiran kita (otak kanan) melayang-layang entah kemana. Berlatih menundukkan otak kanan agar bekerja seimbang dengan otak kiri, akan membuat kita bisa sholat khusyu’. Di antara latihan yang harus dilakukan adalah berniat dengan benar menjelang sholat. Niat ini bukanlah ‘membaca niat’ melainkan menumbuhkan kesadaran untuk mempersatukan otak kiri-kanan sehingga menghasilkan rasa sambung (tuning) dalam sholat.

Dalam buku Hikmah Ibadah, juga dibahas panjang lebar soal niat ini. Tapi karena bahasanya beda dan tinggi (makanya, saya bilang, ajaib, saya bisa paham buku itu), saya kesulitan menyarikannya di sini. Mudah2an kapan2 bisa saya tuliskan.

Nah… bantuan dari Allah rupanya masih berlanjut. Bapak mertua saya, yang biasanya sangat pendiam, tiba-tiba mendekati saya, dan bercerita mengenai aktivitas beliau, yaitu men-dawam-kan (membiasakan secara kontinu) sholat tahajud dengan bacaan yg panjang…hingga sholat itu bisa sampai 1 jam. Karena skrg tak kuat lagi berdiri lama, beliau sholat sambil duduk.

Saya nanya, “Kenapa ya Pak, saya kalo sholat suka buru-buru aja..?”

Jawab Bapak, “Ya, umumnya orang memang begitu. Butuh latihan panjang untuk bisa sholat dengan berlama-lama.”

Sesungguhnya, saya sejak lama tahu Bapak suka sholat sunnah yang lamaaa… banget. Tapi, kali ini, saya tiba-tiba mendapat pencerahan.

Jadi gini.. Bapak tuh selama ini memang dikenal sbg orang ‘pinter’. Banyak yang konsultasi ke beliau, mengadukan persoalan ini-itu, lalu oleh Bapak diberi amalan, misalnya tahajud sekian ratus malam, baca surah anu sekian ratus kali, dll (amalannya tak lepas dari sholat, Quran, dan sedekah). Dan ternyata banyak yg berhasil. Saya sendiri antara percaya dan enggak pada kemampuan Bapak.

Akhir2 ini, saya mendapati, berkali-kali Bapak mengatakan sesuatu yang benar adanya. Misalnya, kami akan melakukan suatu pekerjaan (padahal gak kasih tau Bapak), Bapak tiba-tiba nyeletuk, “Kamu mau bikin ‘anu’ ya…” Kami sampai terheran-heran…kok Bapak bisa tahu ya? Kemarin pun, saat saya dan Bapak ngobrol, Bapak mengatakan sesuatu tentang niat hati saya yang benar adanya.. (bahkan hal itu tak saya ungkapkan pada suami..jadi tak ada yg tahu selain Allah). Ada beberapa ‘ramalan’ Bapak yang dulu2, yang akhir2 ini menjadi kenyataan.

Deg… saya tiba-tiba bisa melihat korelasi semua ini. Bapak yang rutin sholat tahajud berlama-lama (sholat fardu pun dilakukan beliau dgn sangat pelan dan rileks)… Bapak yang bisa ‘melihat’ alam gaib… Ini pas dengan yang ditulis dalam buku Hikmah Ibadah itu, kurang lebih begini: orang yang beribadah dengan benar, akan terbuka hijab (pembatas)-nya dari alam materi. Misalnya, Imam Ali ketika diberi tahu, si A meninggal di kota anu, beliau berkata, “Tidak, si A belum meninggal.” Ternyata, kemudian terbukti (zaman itu kan tak ada HP/telpon), bahwa si A memang tidak meninggal. Jadi darimana beliau tahu? Kejadian2 ‘gaib’ kayak gini sering diriwayatkan dilakukan oleh orang-orang ahli ibadah. Nah, orang-orang seperti ini lah yang disebut ‘tidak dibatasi oleh alam materi’.

Well, sekarang saya bisa meraba-raba… apa yang harus saya kejar saat ini. Bukan..bukannya pengen jadi ‘paranormal’.. tapi lebih kepada kemampuan untuk melihat ‘hakikat’. Rasa tergesa dan dikejar-kejar oleh waktu saat sholat sebenarnya disebabkan karena –kata Ayatullah Javadi Amuli- mata saya hanya sekedar ‘memandang’, bukan ‘melihat’. Katanya, “Sayang sekali bila manusia meninggal tanpa sempat melihat rahasia, yang seandainya dia melihatnya, dia akan merasakan keindahan yang tak akan mampu dia lukiskan. Ketika manusia bila melihat apa yng ada di balik tirai dunia, dia tidak akan disibukkan oleh dunia; dia tak akan mengikatkan dirinya pada apapun di dunia ini…”

Tentu, jalan di depan masih panjang dan terjal buat saya… tapi bagi saya, mengetahui apa yang harus dicari jauh lebih baik daripada tak tahu apa-apa.

***

NB: perlu dicatat, ‘dunia’ yang dimaksud di atas bukanlah berarti tidak makan-tidak minum-tidak menikmati keindahan alam..melainkan apapun yang membuat kita terjauhkan dari Tuhan (bisa berupa harta, manusia, jabatan,dll).