Bikin PG Sendiri di Rumah

Memenuhi permintaan Afifah, ini saya tulis pengalaman bikin PG (playgroup) sendiri di rumah… muridnya cuma satu, yaitu anak sendiri…:D

Pertimbangan saya ga memasukkan Reza ke PG karena…males.. hehehe.. Kan musti beres2..siap2… padahal Reza bangunnya gak jelas, kadang jam 8… dan padahal juga, selama Reza tidur itu adalah waktu berharga buat saya (bisa ngetik dan ngempi, hihihi).

Pertimbangan lain, saya baca di buku… begini katanya…:

Apakah anak-anak Anda akan menjadi lebih bahagia, lebih sibuk, dan lebih terstimulasi bila diasuh para profesional? Dalam bebrapa situasi yang ekstrem, jawabnya iya, tetapi kebanyakan ortu hanya kurang pengalaman dan percaya diri. Sadar atau tidak, ortu biasanya mempunyai sesuatu yang membuat anak batita mereka bahagia dan terstimulasi. Ingatlah selalu bahwa kebanyakan aktivitas di prasekolah (playgroup) dan tempat penitipan anak meniru kegiaran yang secara alami terjadi di rumah; berbicara, menyanyi, membaca, mengeksplorasi, membuat kue, dll….

…Kegiatan yang menekankan pada kegiatan kepekaan dan fisik akan sangat berhasil. Jadwal harian yang konsisten akan membantu anak Anda mengetahui apa yang diharapkan dan membantu mereka untuk lebih mandiri…

(dikutip dari buku Play and Learn, Trish Kuffner, terbitan Elex Media Komputindo)

Nah.. sekarang tinggal kita (ibu) yang (berusaha) kreatif, mencari bentuk2 permainan yg kira2 akan menstimulasi berbagai kemampuan anak… Karena saya gak kreatif (?!), saya cari ide dari buku Play and Learn itu… (silahkan beli ya, hehehe)

Sebagai contoh:

-gunting dan tempel

-mewarnai

-membuat boneka sederhana

-bikin telpon2an dari gelas plastik/kaleng susu

-main bowling (botol2 bedak disusun2 lalu dilempar dg bola)

-membuat hadiah buat papa (anak disuruh menggambar, lalu masukkan ke amplop)

-bikin topeng dari kertas

-lompat-lompatan

-melukis dg cat air

-menyanyi sambil gerak badan (atau joget ya? hihihi)

Yang saya rasakan sendiri, setelah melaksanakan kegiatan belajar-bermain yg teratur, Reza gak terlalu rewel lagi. Bangun tidur, tanpa mandi dulu (hah?), dia langsung duduk di depan meja kecilnya, memulai kegiatan belajar (menggambar, gunting-tempel)..atau langsung ambil buku minta dibacain. Yang terpenting, ibu juga jgn “menduakan” si anak (pengalaman pribadi: begitu saya menoleh ke komputer, langsung Reza rewel dan bikin ulah).

Juga, kalau anak udah capek siang hari, malam dia akan cepat tidur. Ibu bisa bangun dini hari dan memulai aktivitas menulisnya (ini saran buat ibu2 rumah tangga yg ingin berkarir di bidang penulisan:D)…sampai.. nanti ketika si anak bangun. Lalu, gimana dg menyiapkan sarapan buat suami? Yah, diaturlah.. misalnya, sejak malam sudah disiapkan bahannya, pagi tinggal ‘jreng’ aja… jadi waktu pagi kita yg berharga tak tersita utk kegiatan2 domestik (masak, menyetrikan baju suami, dll).

Begitu… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s