Ocehan si Mbot, Kirana, dan Hari Ibu :)

Saya beli buku “Catatan si Mbot” yang banyak dihebohkan oleh para mp-ers itu hari Minggu kemarin. Ceritanya, kan mau ikut seminarnya Bu Elly Risman jam 9 di Blitz… eh, ternyata udah keburu nyampe Blitz, baru ketahuan, seminar berubah tempat dan jam (jadi jam 2 siang di Hotel Papandayan). Jadilah daku bingung, masak balik lagi ke Rancaekek sih?

Untungnya, ketemu teh Rina (rafiati) dan putrinya, Dilla, yang jauh-jauh dari Purwakarta buat ikutan seminar itu. Akhirnya, kita pun kopdaran deh:)

Bareng Teh Rina dan Dilla yang Cantik


Kemana lagi kalo gak kopdar di Gramedia (heran, hobi banget yak, saya kopdar ama mp-er di Gramed:D). Sambil kurilingan lihat-lihat buku kita ngobrol rame ngalor-ngidul. Di Gramed juga ketemu ama suami Teh Rina dan Nadim (anak teh Rina) yang datang nyusul.

Dan.. ternyata kami juga sama-sama penasaran ama bukunya si Mbot 🙂

Sayangnya, teh Rina gak jadi ikut seminar, karena musti balik ke Purwakarta siang itu. Jadi saya sendirian deh…:(

Tapi untungnya di seminar ketemu sama Rani (niniw) 🙂

ki-ka: Dina, Rani, Bu Elly Risman (saya lagi ngobrol soal acara bedah buku Baby Blues di Muktamar IMSA)


Setelah syok abis ikutan seminar (ceritanya di sini), saya pulang dengan lunglai. Apesnya, ketinggalan kereta pula. Terpaksa nongkrong 2 jam di stasiun, nunggu kereta terakhir ke Rancaekek. Nah… selama nunggu itu, saya baca buku si Mbot. Ajaib, 50-an halaman pertama saya ga bisa ketawa, paling senyum aja (bisa dibayangkan, saya waktu itu emang asli syok gara2 seminar itu kan? menurut rekomendasi orang2, sejak halaman awal mereka udah ketawa-ketiwi). Selanjutnya, pas cerita tentang acara 17-an di kantornya si Mbot, baru deh saya mulai ketawa cekikikan (ga peduli sama orang lain di ruang tunggu stasiun kereta)…

Singkat kata, buku itu sangat membantu dalam mengembalikan perasaan saya yang sangat lunglai pada malam itu;)

Nah… terkait hari Ibu, di halaman 221-226, ada cerita mengharukan (mengharukan? mana mungkiiiin…?:D) tentang pengorbanan ibu demi anaknya. Tentu saja ceritanya kocak abis, tentang Nara, keponakan Mbot yang disuruh gurunya membawa kerangka tikus (mungkin untuk eksperimen pelajaran biologi kali ya). Si Ibu jijik berat amat tikus tapi tetap berjuang menyediakan tikus itu. Saya terkikik-kikik bacanya. Kirana langsung nimbrung (waktu itu saya udah nyampe rumah nih, ceritanya) dan maksa pengen ikutan baca. Sudah bisa diduga, dia juga tertawa terkikik-kikik.

Pagi ini, dia minta buku si Mbot lagi, mau baca cerita tentang Nara lagi. Sekali lagi dia terkikik-kikik. Saya pikir, aha… ini golden time!

Saya: Kirana, baca cerita itu, inget sama Mama ga?

Kirana: iya…

Mama: kenapa?

Kirana: mm… Mama kan sediain makanan buat Kirana…

Mama: trus…?

Kirana: bantuin Kirana belajar…

Mama: trus, inget ga, waktu Mama cariin kamu pelepah pisang?

Kami pun tertawa geli mengenang kejadian itu. Ceritanya, saya ”berkorban” cari pelepah pisang krn Kirana disuruh bu guru bawa pelepah pisang buat prakarya sekolah. Saya pun bela2in ke kebun orang yang jorok dan tergenang air, huek ..:(

Pulang sekolah, Kirana protes, “Mama, pelepah pisang bukan yang ituuuu!”

Singkat cerita (kepanjangan kalo detil), saya berdebat sama suami mengenai ‘apa itu pelepah pisang’ sampai buka kamus segala, dan saya memang salah: saya pikir pelepah pisang itu kulit batang pisang, ternyata bukan….! :)))))

Masih tentang Hari Ibu, tadi malam Mario Teguh di Metro memberi nasehat yang sangat penting buat saya, kurang lebih begini…(saya lupa kalimat persisnya, ini kalimat hasil interpretasi saya):

Penghormatan kepada Ibu bukanlah tentang siapa si Ibu, tapi tentang siapa si anak. Si anak jadi seperti sekarang, punya mata, punya hidung, mampu bicara, mampu berjalan, semua karena ibu… Dia ada karena ibunya mengandungnya 9 bulan, melahirkannya dengan penuh perjuangan, menyuapinya makanan, mengajarinya tepuk tangan, bicara, berjalan… Karena itu, tak ada alasan untuk tidak menghormati Ibu, siapapun dan bagaimanapun ibunya…

Nasehat ini mengingatkan para anak bila masih suka mencela ibu mereka…. ih, ibu saya kok begini ya.. coba kalau ibu saya begitu…


Buat para ibu, Selamat Hari IBU 🙂

Kartu Ucapan Hari Ibu dari Kirana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s