Everything Happens for a Reason

Everything happens for a reason, akhir-akhir ini, saya selalu percaya itu. Masa lalu yang penuh tanya ‘mengapa’, lewat sudah. Alhamdulillah, saya sudah mencapai fase ‘nrimo’, dan percaya saja, apapun yang terjadi, nanti, cepat atau lambat pasti kelihatan sebab dan hikmahnya.


Begitu pula yang terjadi bulan Januari lalu, saat saya ke Jakarta untuk memenuhi undangan bedah buku di sebuah instansi pemerintah. Kalau dulu (2007-2008), diundang bedah buku, saya memang banyak minta: dijemput pake mobil atau sediakan dana untuk carter mobil. Mungkin sebagian panitia acara-acara itu menilai saya penulis yang manja. Padahal, saya sama sekali bukan mau gaya-gayaan, tapi karena memang dulu-dulu saya baru “menjadi orang Indonesia lagi”. Saya benar-benar tak sanggup naik angkot, bis, atau kendaraan umum lainnya. Jangankan ke Jakarta, diundang di seputar Bandung aja, yang kebayang ‘kesengsaraan’ di perjalanan. Apalagi saya bener-benar buta jalan dan rute angkot. Apalagi pula, saya dulu itu kan harus bawa Reza yang masih ASI. Jadi kalau bepergian harus sekeluarga.


Tapi, akhir-akhir ini, saya udah ‘jadi orang Indonesia lagi’. Saya bahkan udah berani jalan sendirian ke Jakarta. Naik travel dari Bandung, turun di Melawai, lalu diantar panitia ke mess tempat saya menginap malam itu. Nah, saya sempat nelangsa, duuh.. kok nasibku begini amat yak.. Bayangin aja, itu mess gede, yang nginep di sana cuma saya. Lah kalo malam-malam ada yang ganggu gimana? Jadi, saya telpon seorang sahabat lama, siapa tau dia malam itu gak ada acara dan bisa menemani saya tidur di mess.

Dan.. benar saja, everything happens for a reason. Sahabat saya ini datang bersama calon suaminya, lalu saya diajak berkunjung ke keluarga seorang tokoh terkenal di negeri ini (yang kebetulan banget, berdekatan dengan mess itu! Bayangin, Jakarta segitu gedenya..). Si tokoh sekarang duduk di kursi pesakitan dengan tuduhan korupsi. Tapi di rumah keluarganya, saya ternganga-nganga mendapati betapa berita koran dan tivi sangat mengelabui opini umum. Si tokoh ternyata adalah orang yang benar-benar bersih dan dijebak karena ada taipan-taipan bisnis yang terancam oleh ‘kebersihan’-nya. Saya disodori fakta-fakta berbagai keganjilan dalam proses penangkapan si tokoh.


Trus reason-nya apa nih? Yah, tak perlu saya ungkapkan di sini. Yang jelas, saya menyaksikan sendiri betapa sejarah orang-orang bersih selalu saja terulang. Dulu, Khalifah Ali bin Abi Thalib juga pernah mengalami kejadian kayak gini. Mungkin, kita kebanyakan pasti percaya bahwa beliau orang yang bersih ( ya iyalah, sahabat Rasulullah, gitu loh.. bahkan sejak kecil diasuh oleh Rasulullah). Tapi, ada satu masa dia difitnah habis-habisan. Bahkan, seluruh penduduk Syam (Suriah) saat itu sampai percaya bahwa Ali bin Abi Thalib (ra) adalah orang yang meninggalkan sholat. Masyarakat Syam baru sadar bahwa Ali bin Abi Thalib sebenarnya menunaikan sholat setelah datang kabar bahwa beliau gugur syahid dibunuh orang saat sedang menunaikan sholat subuh.


Kembali ke soal bepergian jauh sendirian. Pertengahan bulan ini, saya insya Allah akan ke Medan dan Langsa. Duh, ke Jakarta saja saya butuh dua hari untuk menghilangkan rasa lelah. Apalagi ke tempat-tempat jauh kayak gitu ya?! Tapi, segala sesuatu sepertinya memungkinkan dan saya tak punya alasan untuk menolak undangan ke Medan dan Langsa. Lagi-lagi saya percaya, saya memang ‘harus’ ke sana karena ada sesuatu yang membuat saya ‘harus’ ke sana, entah apa itu.


Trus, kembali ke soal Jakarta. Dalam bulan Januari, berarti saya dua kali ke Jakarta sendirian (tanpa dijemput dan pulangnya pun sendirian). Dua kali itu, kesimpulan saya sama: saya tak cocok hidup di Jakarta dan… saya cinta Rancaekek, betapapun kampungnya. Hehehe… Banyak teman yang protes, “Ngapain sih, kamu jauh-jauh hidup di Rancaekek?” Awalnya saya juga tak tahu. Dulu waktu beli rumah di sana, mikirnya cuma buat investasi aja (biar duit kami ga habis begitu aja gituh) dan ga bakalan tinggal di rumah itu. Eee..kok malah bener-bener enjoy hidup di sana… Jadi, bener kan,
everything happens for a reason?

PS: ssst.. apa kabar teman2..? Akhirnya stlh puasa setengah bulan (gara2 speedy jebol), daku bisa ngempi lagi sepuasnya:D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s