Baru Tau…


Saya sedang dalam proses menulis sebuah buku pesanan. Nah, hari ini, saya menemukan, bahwa makalah ilmiah seorang dosen ternama dari Harvard pun menyandarkan dalil-dalilnya dari berbagai makalah dan pemberitaan koran di internet. Terus-terang, ini merupakan pencerahan buat saya. Saat saya menulis buku Ahmadinejad on Palestine, hampir semua data saya dapatkan dari internet. Prosesnya sangat melelahkan. Bayangin aja, ada ribuan makalah di internet terkait Palestina, membacanya, menelaahnya, memisahkan mana yang ilmiah, mana yang provokatif dan propaganda, membandingkan satu-sama lain untuk mencari data mana yang paling valid, mengambil kesimpulan terbaik.. wow… Saya jatuh sakit setelah menyelesaikan buku itu, kelelahan!

Meski begitu, saya tetap aja kurang pede (padahal, satu guru besar dan 5 dosen di HI Unpad sudah bersedia memberi endorsment kepada buku saya itu). Saya kurang pede dari sisi ‘ke-kerenan data’. Maksud saya nih, kalau baca bukunya Bernard Lewis tentang Timur Tengah, misalnya, kan datanya dari buku semua. Keren banget, gitu loh, dia punya/baca ratusan buku dan kemudian mengolah datanya sehingga menjadi sebuah buku. Dengan kata lain, saya merasa kurang keren ketika basis data saya bersumber dari internet. Hari ini, membaca buku orang Harvard itu… hm.. saya jadi sangat pede dengan buku saya!


Waktu saya ceritakan ‘penemuan’ ini kepada si Akang, dia menjawab, “Loh, memang bener kok, data internet sekarang sudah dianggap sebagai data yang valid dan bisa dipakai dalam karya-karya ilmiah, bahkan thesis dan disertasi sekalipun. Bahkan untuk jurusan filologi. Itu bu Yanti [nama temen kuliah si Akang] naskah kuno yang mau ditelitinya malah hasil print-out dari internet!”

(Sekedar info, suami saya sekarang sedang menekuni bidang filologi [meneliti naskah-naskah kuno] ee.. ternyata filolog zaman sekarang tak perlu lagi ke perpustakaan membolak-balik naskah-naskah butut, bila data digital naskah itu udah ada di internet, data itu bisa dipakai utk thesis/disertasi).


Hikmahnya, saya semakin merasakan betapa pentingnya kita berbagi di internet, sekecil apapun (atau seremeh apapun) data yang kita punya. Sangat mungkin, ada orang-orang di luar sana yang ternyata terbantu oleh sharing data yang kita punya:)

Foto: beginilah proses kreatif saya, hiks, ngetik di lantai karena dipaksa Reza yang juga ngotot pengen ngetik juga dan mamanya harus duduk di sebelahnya; sambil ngetik saya harus menjawab berbagai pertanyaan Reza tentang huruf. Oalah nak..nak.. kapan buku mama beresnya?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s