Doa Untuk Mama

Semalam, pulang dari sholat berjamaah di masjid (sama Papa), Reza mendekati Mama.

Reza: “Mama, tadi Eja doain Mama… bial Mama syembuh… enggak batuk lagi…

telus..banyak duit… telus bial baik… “

Mama: *bengong*

Kirana: dede.. tadi doain Mama supaya pinter masak gaaaa?

Mama: *bengong lagi*

Papa: *tertawa terbahak-bahak*

Saya gak tau…Kirana menyelipkan doa ‘biar mama pinter masak’ itu dalam rangka apa… Kecewa kah karena Mamanya belum ahli masak? Hwaaa…:(

Akhir-akhir ini, saya memang memutuskan masak sendiri. Dulu-dulu, sering beli aja. Lalu, beralih ke catering. Penyebabnya selain karena saya tak ahli masak, juga saya merasa, waktu yang dialokasikan untuk masak itu seperti mubazir. Hanya untuk satu-dua jenis masakan, bisa berjam-jam habis di dapur. Duh, mendingan ngapain kek, gitu pikir saya.

Setelah saya dikasih tau bahwa nasi kuning langganan kami pake vetsin, saya agak shock. Saya tuh ga bisa bedain mana makanan pake vetsin mana yang enggak. Pas ipar saya makan bareng di rumah, dia yang ngasih tau, “Ini sih pake vetsin!”

Saya memang agak paranoid pada vetsin dan selalu curiga, warung makan itu pake vetsin. Tadinya, sama ibu catering, agak yakin bahwa dia ga mungkin pakai vetsin. Tapi setelah dipikir-pikir, ga mungkin ga pake! Kok bisa rasanya gurih, padahal daging/ayamnya dikit?

Setelah punya asisten, sejak sebulan lalu, saya bertekad masak sendiri, mulai makan pagi sampai malam. Resep2 di internet di donlot, diprint, ditempel di pintu kulkas. Hasilnya, not bad, beberapa kali suami memuji. Tapi, emang sih, sering gagal juga, tak seenak buatan ibu catering. Penyebabnya, kata suami, karena kami terbiasa masakan versi warung/catering… jadi sekalinya ga pake vetsin, terasa hambar.. (misalnya pas bikin mie goreng atau bakso).

Tapi anak-anak memang saya biasakan tidak mengeluh soal makanan. “Enak ga enak, harus dimakan…! Bersyukur sudah ada makanan, coba kalo enggak ada..” begitu kata saya…

(Ini bukan sekedar menutupi kegagalan masak loh..hahaha.. tapi memang filosofi kayak ini efektif, anak-anak gak manja, pengen ini-pengen itu… apa yang ada dimakan, ya kan?)

Oya, lewat jurnal ini, saya ucapkan ribuan terimakasih buat mp-ers dan blogger2 lain yang rajin posting masakan.. kalian benar2 berjasa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s