Berleha-Leha dan Pemilu

Fiuuuh… selesai sudah! Apa boleh buat, saya mungkin bukan jenis penulis baik seperti penulis-penulis lain yang saya kagumi (yang disiplin menulis sehalaman sehari). Saya sudah coba menulis dengan cara itu, tapi gagal. Buku yang saya tulis dengan cara mencicil sedikit demi sedikit, tak ada yang selesai. Cara menulis saya lebih mirip orang gila. Sehari saya duduk di depan laptop sampai 15 jam. Berhari-hari, sampai buku itu selesai. Makan-minum-mandi, sudah tak teratur lagi. Suara rengekan Reza baru terdengar setelah rengekan ke-20 (kata si Akang yang menghitungnya). Rengekan Kirana juga hampir tak tertangkap telinga. Saya seperti di alam lain. Tak mendengar suara, tak memahami kata-kata. Bahkan saat tidur pun saya merasa sedang berpikir, dan ketika bangun, saya langsung membuka laptop dan menuangkan apa yang tadi saya pikirkan saat tidur.

Tentu saja ada saat-saat di mana saya ‘terjaga’, dan merasa lelah, lalu menyesali situasi, “Aku rindu pada anak-anak,” keluh saya pada si Akang. Padahal, anak-anak tidak kemana-mana, mereka ada di sini, di samping saya. Tapi proses melahirkan buku membuat saya terasa jauh dari mereka.

Si Akang, yang mungkin juga lelah, menjawab, “Kalau buku ini selesai, waktu yang terlewat ini harus ditebus ya?” Saya mengangguk.

“Dan tolong, jangan lagi menulis dengan sistem deadline seperti ini,” katanya lagi.

Saya mengangguk lagi.

Terakhir saya menulis dengan cara orang gila kayak gini adalah bulan Mei 2008 (sepuluh hari untuk menyelesaikan buku ini). Sekarang Maret-April 2009 (waktu efektifnya sekitar 20 hari-an). Jadi sebenarnya, saya menjadi orang gila hanya setahun sekali. Itupun sebelumnya sudah minta izin dulu dari si Akang. Tapi rupanya dia lelah juga menghadapi cara kerja saya ini.


Kini, saatnya berleha-leha. Lega sekali rasanya. Saya berlama-lama main dengan Reza (dan aneh, dia mendadak jadi tak rewel lagi, padahal selama saya jadi ‘orang gila’, dia rewel luar biasa). Saya main kartu dengan Kirana. Kami tidur-tiduran bertiga sambil berpelukan. Duh, nikmatnya. Seperti terjaga dari mimpi buruk. Padahal, menulis buku bukan mimpi buruk kan?


Di saat berleha-leha begini, tiba-tiba ada yang bikin rada mumet. Besok pemilu. Saya bahkan tak tahu harus memilih siapa. Atau sebaiknya saya tak usah memilih? Atau, pilih saja tetangga-tetangga saya yang jadi caleg (minimalnya, orang di kompleks saya yg saya kenal, ada 5 orang yg jadi caleg)? Masalahnya, saya cuma ‘kenal’, tapi tak tahu isi hati mereka. Amanahkah? Atau cuma mau cari duit (oya, ada satu tetangga yang saya tahu pasti memang terjun ke politik untuk cari uang, bisnisnya gagal dan banyak hutang, akhirnya terjun ke parpol).


Di kompleks saya (kompleks ini besar sekali, ada 10.000 unit rumah) poster-poster terpampang di mana-mana. Apa gunanya ya? Saya sendiri merasa tak ada efeknya poster-poster itu. Kalaupun ada yang eye-catching, adalah foto orang-orang yang memang sudah saya kenal sebelumnya. Oya, tak jauh dari kompleks kami, ada poster raksasa SBY (tinggi-lebar poster itu lebih besar daripada rumah saya). Apa gunanya SBY buang-buang uang bikin poster raksasa itu, toh wajahnya sudah dihafal orang? Sebaliknya, apa gunanya orang-orang lain bikin poster banyak-banyak? Bila kita tak kenal mereka, tetap saja, wajah mereka adalah sekumpulan wajah-wajah asing yang tak dikenal. Saya pikir, poster-poster di pinggir jalan itu hanya buang-buang uang.


Jadi gimana? Ya, lihat besok aja deh. Sapa tau ada ilham. Yang jelas, ini waktunya berleha-leha, sambil memeluk Reza dan Kirana… 🙂

Note: mungkin ada yg bingung melihat ketidakkonsistenan isi jurnal ini dg jurnal sblmnya yg cerita saya nulis sambil ngasuh Reza.. itu bisa terjadi kalo proses nulisnya masih tahap coret2 dan mengklasifikasi data.. kalau udah tahap akhir..wah..ya begini deh, kayak ‘orang gila’😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s