[Parenting] Makanya Pake Selimut!

Kami di rumah suka menyanyi. Papa dan Rana suaranya merdu (ada rekaman nyanyian mereka di sini). Mama dan Reza suaranya fales, tapi tetep pede, hehe…Untuk menghindarkan anak-anak menyenandungkan lagu-lagu orang dewasa, kami membeli kaset kumpulan lagu anak-anak yang jadul itu.. si kancil, pelangi, oh ibu-ayah, nenek moyangku pelaut..dll.

Kami (saya dan suami) juga suka mendongengkan cerita untuk anak2. Karena dongeng itu berpengaruh pada pembentukan karakter anak, kami menyortir dongeng. Misalnya ada buku, terbitan penerbit yg sangat bonafid, isinya ttg gorila yg diejek oleh ulat. Gorila marah lalu berusaha membunuh ulat, tapi dgn kelicikannya, ulat berhasil selamat dan gorila yg mati. Di akhir cerita, anak2 dinasehati: makanya jangan sombong kayak gorila. Loh, gimana dg ulat yg memprovokasi?! Jadi, anak-anak disuruh meneladani ulat?! Akhirnya, kami mendongengkan buku itu dgn membelokkan isi cerita. Ah, pokoknya jadi ortu memang musti waspada, buku2 anak hrs dibaca sendiri dulu baru dikasihkan ke anak. Jgn tertipu sama nama besar penerbit.


Kami juga menciptakan tokoh dongeng versi kami sendiri, yaitu Kinkin Kancil, Jiji Jerapah, dan Bona Gajah. Meski ceritanya garing (dan seringkali didongengin sambil terkantuk-kantuk), anehnya, ke-3 hewan itu seolah menjadi sahabat Reza, dia cinta banget sama si Kinkin, Jiji, dan Bona. Dan ternyata karakter tokoh2 itu nempel di benak Reza. Jika dia ingat Kinkin, dia tau, itu adalah kancil yang baik dan gemar menolong ibunya. Jadi, kalau Reza bantu-bantu saya bersih-bersih rumah, dia suka nyeleituk, “Eja kayak Kinkin, ya Ma?”


Parahnya, kaset lagu anak yang saya ceritain di atas, ada lagu.. si kancil anak nakal/suka mencuri timun/ayo cepat dikurung/jangan diberi ampun. Duh, kan beda banget sama karakter si Kinkin. Reza terlihat heran. Langsung saya bilang, “Tidak semua kancil nakal, Sayang. Kalau Kinkin, kancil yang baik dan suka menolong ibunya!”

Lalu, ada lagu yang gak logis: nina bobok/ayo nina bobok/kalau tidak bobok/digigit nyamuk. Tak logis kan… kalaupun kita bobok kan tetep aja bisa digigit nyamuk?!


Tapi, kali ini, Reza tidak heran. Dia spontan berkomentar, “Makanya, pakai selimut!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s