[Sharing] Pelatihan Menulis Novel Anak

suasana pelatihan

Dulu kan saya pernah cerita yah, penasaran banget, pengen bisa nulis buku anak. Kayaknya nyante..gitu nulisnya. Gak jungkir-balik kayak kalo nulis2 artikel2 politik Timur Tengah 😀 Ternyata, setelah dicoba susah juga…! Siapa bilang nulis buku anak gampang?! Tapi semangat saya tak pernah padam, hehehe, jadi terus saja memendam mimpi…


Sampai akhirnya, kemarin saya bisa juga ikut pelatihan nulis novel anak:) Diadakan oleh milis/klub Penulis Bacaan Anak di Salam Book Center, Pasirluyu, Bandung. Instrukturnya Kang Benny Rhamdani dan Kang Iwok Abqary, dan moderator-nya kang Ali Muakhir. Pakar buku anak semua tuh…!

Tema utama pelatihan adalah menulis novel adaptasi dari skenario film. Ternyata…. kerjaan adaptasi skenario (kayak buku Garuda Di Dadaku by Benny Ramdhani atau King by Iwok), itu harus selesai dalam 7 hari, karena harus terbit bareng ama filmnya. Wah, gak mungkin lah… ga sanggup deh! Saya mau nulis novel anak biar nyante dan gak dikejar-kejar deadline kok.. (beda sama analisis politik, harus buru2 ditulis, kalo enggak situasinya berubah lagi deh). Tapi ada alternatif lain, yaitu mengambil ide cerita dari film-film yang kita tonton, lalu dikembangkan sendiri. Nah, yang ini kayaknya bisa saya praktekkan.


Meskipun demikian, banyak ilmu yang bisa digali, tidak terbatas soal skenario. Dan… sulit diungkapkan dalam kata-kata (bukan pelit nih ya…).. mungkin karena belum kontemplasi dan belum dicoba dipraktekkan. Kalau sekedar sharing tips sih, bisa. Misalnya, jangan terlalu banyak pesan, jangan bikin konflik yang jadul (misalnya Si Amat mencuri mangga Pak Haji lalu dihukum ayahnya.. duh ini sih jadul banget), cari tema dan detil2 yang sesuai minat anak-anak zaman sekarang.. (misalnya anak-anak zaman sekarang kan udah kenal internet, blogging.. jangan lagi cerita ‘mengirim surat ke kantor pos’.. hari gini mereka udah fb-an, gitu loh..).


Mmm… apa lagi ya…


Yah, kesimpulan umum saya, tetep aja, nulis buku anak itu susah! (kalau emang niatnya bikin yang berkualitas ya…).. Tetep aja kita musti browsing, baca buku, riset… tadinya kupikir tinggal duduk berkhayal, lalu nulis deh.. pantesan selama ini saya gak berhasil aja nulis buku anak, hehehe… (kecuali satu, tapi bukan novel *melirik mba Ary* … itu pun juga musti menghabiskan waktu puluhan jam untuk browsing… mudah2an aja dianggap bagus sama yang menilai :D)


Tapi meski sulit, saya tetap merasa menulis buku anak PASTI lebih menyenangkan. Soalnya… saya punya dua anak yang gemar buku… jadi, kalau saya nulis novel anak (amiiin…) kan seolah-olah sedang memberi hadiah dongeng buat anak-anak sendiri:)

Oh iya.. sebenarnya ini udah umum juga.. tapi tak ada salahnya saya sharing di sini:
menulis itu harus disiplin. Targetkan berapa halaman sehari selesai. Misalnya, bikin target sehari harus bikin 2 hlmn. Kalau berhasil, kasih reward buat diri sendiri (misalnya, boleh ngempi, hahaha). Kalau tak terpenuhi target, kasih hukuman (misalnya dilarang ngempi besoknya..hihihi). Kedisiplinan itu lama-lama akan membangun etos menulis dalam diri kita. Kalau ga nulis rasanya ada yang kurang, gitu lah. Tips ini udah pernah saya praktekkan, dan saya juga membuktikannya. Kalau lama gak berkarya.. minimalnya di blog.. rasanya dunia ini hambar *halah*


Oke deh, segini dulu sharingnya. Mudah2an bermanfaat. Sekali lagi terimakasih buat Kang Benny, Kang Iwok, dan Kang Ali:) Mudah-mudahan kalau kita bersua lagi diriku sudah bawa karya novel anak 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s