Rahasia Supaya Bisa Nulis

Banyak yang nanya ke saya…gimana sih caranya biar bisa nulis? Sebenarnya saya juga belum ahli, saya nulis masih kurang produktif… Tapi selalu saya jawab: latihan nulis sesering mungkin.
Nah, ‘guru’ saya Pak Hernowo, membuat tulisan bagus ini (saya copas dari FB beliau). Pak Hernowo dulu menginspirasi saya untuk latihan menulis serajin mungkin (duluuuww..awal2 ngeblog, hehe).

Silahkan dinikmati:)

“Ibu” dari Pemecah Segala Kebuntuan Menulis?

Saya sebut ”ibu” karena jika Anda memang ingin mencari cara paling ampuh untuk memecahkan segala jenis ”writer’s block” yang Anda alami, inilah orang (buku)-nya—kebetulan dia seorang wanita. ”Ibu” bisa merujuk ke jenis kelamin dan juga merujuk ke ”induk” atau ”embah”-nya sesuatu. Saya sudah dibantu oleh wanita perkasa ini dalam memecahkan hampir semua kebuntuan menulis yang pernah saya alami—dari yang paling mencekam dan mengerikan hingga yang remeh-temeh.

Kita harus bersyukur karena buku karya sang ”ibu” ini sudah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Judul buku aslinya pun unik, Writing Down the Bones: Freeing the Writer Within. Lantas, dalam edisi Indonesia, buku itu dijuduli, Alirkan Jati Dirimu: Esai-Esai Ringan untuk Meruntuhkan Tembok-Kemalasan Menulis. Judul edisi Indonesia dibuat sedemikian dramatis karena setelah seseorang berhasil meruntuhkan ”tembok” pelbagai macam kebuntuan menulis, dia tidak lantas berhenti di situ. Diharapkan, keberhasilan itu dapat membawanya ke suatu wilayah yang lebih penting: mengalirkan jati dirinya lewat menulis. Asyik kan?

Saya akan kutipkan saja inti dari buku Alirkan Jati Dirimu sebagaimana yang telah diringkaskan dengan bagus oleh Yuliani Liputo. Ringkasan Yuliani Liputo itu menjadi pengantar penerbit edisi Indonesianya. ”Tidak seperti banyak pengarang buku panduan menulis lainnya, dia tidak berfokus pada cara menulis yang baik; dia justru bilang, ’Ketika Anda mulai menulis dari pikiran Anda sendiri, Anda mesti bersedia untuk menulis sampah selama lima tahun (wuih, lima tahun?—HH) karena kita telah mengumpulkannya selama waktu yang lebih panjang dari itu dan kita telah senantiasa senang mengelak dari diri sendiri.’” Wow!

”Menulis dari pikiran sendiri, itulah pesan utama yang ingin disampaikannya,” tegas Yuliani Liputo dalam menafsirkan apa yang ingin disampaikan oleh si penulis Writing Down the Bones. Menulis dari pikiran sendiri? Apakah kita pernah menulis dari pikiran orang lain? Bukankah setiap kali kita menulis, tentulah materi tulisan itu berasal dari pikiran kita sendiri? Belum tentu. Perhatikan soal ”sampah pikiran” di atas. ”Dia tidak bicara tentang cara menulis pada genre tertentu. Dia begitu mencintai kegiatan menulis sehingga yang penting adalah menulis itu sendiri, berlatih setiap hari, menuliskan sebebas-bebasnya seluruh pikiran yang terlintas di benak Anda tanpa takut-takut, menemukan kesejatian diri Anda lewat tulisan.”

Anda perhatikan, ada kata-kata yang hurufnya saya tebalkan. Setelah saya membaca ”resep” yang diberikan si penulis Alirkan Jati Dirimu, ”berlatih setiap hari” itu menjadi sangat menyenangkan—katakanlah, sangat bisa saya nikmati. Sebelumnya, saya berkilah, ”Apa ada waktu untuk menulis setiap hari? Saya kan sibuk! Menulis itu kan berat! Dan seterusnya.” Membiasakan menulis setiap hari bukan sesuatu yang berat jika kita mau mengikuti ”resep”-nya. Dan setelah semua itu, Yuliani menulis hal penting, ”Setelah keterampilan menulis itu bertumbuh di dalam diri Anda—gara-gara Anda mau membiasakan diri berlatih menulis setiap hari (HH)—terserah Anda apakah Anda akan mengarahkan kemampuan menulis Anda untuk menulis cerpen, puisi, esai, artikel koran, novel, atau brosur iklan.”

Dan siapa sih si ”dia” itu? Dia adalah Natalie Goldberg.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s