[Sharing] Mengajari Anak Balita Menulis (?)

Sebelumnya saya udah pernah nulis soal ‘mengajari anak menulis’ di sini. Nah..tulisan itu berhubungan dengan anak saya Kirana yang alhamdulillah udah nerbitin 1 buku, 1 kumpulan cerpen (bersama 19 penulis cilik lainnya), dan sedang menggarap 3 naskah lainnya (karena ada macam2 ide, dia nulisnya loncat-loncat, blm selesai satu naskah, bikin lagi naskah lain..:D)

Nah, kali ini saya mau cerita soal ‘eksperimen’ saya ke Reza (3 tahun 10 bulan). Tentu saja, belum kelihatan hasil konkritnya.. tapi tak apa di-sharing di sini.. siapa tahu ada ibu2 lain yg punya anak balita, kita bereksperimen bareng2 yuk..? Hehe…

Ceritanya, saya beli buku “Anak yang Bermain, Anak yang Cerdas” karya Shoba Dewey Chugani. Nah di buku itu ada saran yang inspiratif, dan saran itu saya sampaikan ke guru playgroup-nya Reza. Bu Guru pun mempraktekkannya di sekolah (ya iyalah..kan playgroupnya juga saya yang bikin.. kalau enggak belum tentu juga bu guru mau repot2.. alhamdulillah banget saya diberi rizki oleh Allah bikin playgroup sendiri yah..:D).

Prosesnya begini, setiap hari, bu guru selalu mendongeng dengan tema tertentu, lalu anak-anak diberi kertas dan disuruh menggambar bebas. (Kebetulan bu guru kami juga gak pinter gambar jadi dia seneng banget sama metode yg satu ini, hihihi). Biasanya gambarnya sih terkait tema yang diceritain bu guru tadi, tapi anak-anak dibiarkan bebas berkreasi. Lalu, setiap anak akan didekati bu guru dan ditanya-tanya, “Ini gambar apa?”

Anak: gambal olang [gambar orang]

Guru: oh.. orang.. Orangnya lagi apa?

Anak: lagi sedih

Guru: oo..kasian ya, lagi sedih .. nih bu guru tulis ya.. [bu guru menulis di kertas, ‘orang lagi sedih’)

Guru: sedihnya kenapa sih?

Anak: kan papanya mau ke mesjid tlus dia ditinggal..

Guru: oo..gitu.. mana dong gambar mesjidnya?

Anak: ntal ya, aku gambal dulu

Guru: wah..bagus.. nih, bu guru tulis ya.. (bu guru menulis lagi, orang lagi sedih karena ditinggal papanya ke mesjid’)

Wah..wah..ini memang membutuhkan kesabaran dari bu guru untuk berkomunikasi dengan SEMUA murid-muridnya, dan berusaha mengorek cerita yang ada dalam benak anak (makanya saya tadi bilang, untung ini playgroup yg saya dirikan sendiri, hehe…)

Mau tau efeknya..?

Kata ibu2 sih..anak2nya sekarang tambah cerewet (tambah suka bercerita).. nah, suka bercerita itu kan awal dari kemampuan menulis kan? Kata bu guru pun, gambar anak-anak makin lama makin kreatif dan mengandung cerita.

Yang paling bisa saya amati tentu saja, efeknya pada Reza. Tambah lama, daya imajinasi Reza tambah kaya dan sering tak terduga. Gambar-gambar yang dibuatnya selalu mengandung cerita dan dia dengan penuh semangat menceritakan gambarnya, misalnya, “Mama, ini gambal naluto lagi bobo-boboan sambil pegang layangan” atau “ini ada papanya anak-anak lagi jalan tlus ketemu laksasa, tapi papanya anak-anak mah gak jatuh karena kuat, laksasanya yang jatuh!”

[Baca: Mama, ini gambar naruto lagi tidur-tiduran sambil pegang layangan” atau “ini ada papanya anak-anak (maksudnya: bapak-bapak) lagi jalan trus ketemu raksasa, tapi papanya anak-anak mah gak jatuh karena kuat, raksasanya jatuh!”]

Oiya, Reza pun selalu minta saya menuliskan cerita itu di kertas gambarnya (meniru gurunya di sekolah)

Tentu saja, jalan masih panjang… mari kita lihat beberapa tahun mendatang bagaimana hasilnya:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s