Catatan Ahad Pagi #5: Anak Kecil Nggak Perlu Sholat!

Mengajarkan sholat kepada anak ternyata tak semudah teori. Kan teorinya, harus dengan keteladanan. Kirana, anak pertama, tak sulit urusannya. Tapi Reza, hm.. Si jagoan cilik ini kecil-kecil sudah mahir bersilat lidah.

Beberapa kali, dia santai-santai nonton tivi, lalu teriak, “Kak, belum sholat ya?! Ayo sholat cepetan!”

Saya bengong, “Reza sendiri kenapa ga sholat?”

Reza, “Aku kan masih kecil. Anak kecil ga perlu sholat.”

“Yeee..kata siapa?!”

(Reza ga jawab, kalau udah kehilangan kata-kata, dia suka pura-pura ga denger atau mengalihkan pembicaraan kepada hal lain).

Lain waktu, dia duduk di depan laptop (duh, gayanya, sok sibuk banget). Dan nyeletuk, “Mama belum sholat ya? Ayo sholat, cepet!”

Doooh..pak ustad cilik..ahli banget sih ngingetin orang lain sholat? Giliran dia diajak sholat, jawabnya, “Aku kan masih kecil?”

Suatu hari, tiba-tiba Reza pengen sholat, tapi harus ditemenin Mama. Sholatnya cuma satu rokaat, lalu kabur.

Saya heran kok tiba-tiba dia mau sholat. Ternyata, Papanya yang bilang gini, “Reza katanya pengen punya adik? Dulu kakak mau punya adik sholat dulu dan berdoa pada Allah”

Reza, “Ya deh, aku mau sholat.”

Ketika tau sholatnya cuma satu rokaat, papanya protes. Jawabnya, “Masa anak kecil sholatnya banyak-banyak? Cape deh..!”

Kali lain, dia menolak diajak sholat dengan jawaban, “Aku nggak mau ingat Allah ah!” (di playgroupnya, Reza belajar ayat Wa aaqimushhalaata lidzikri, dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku).

Duh, alhamdulillah saya berkesempatan ikut pelatihan parenting dan baca buku-buku parenting. Kebayang kalau enggak..mungkin saya akan emosi, “Heh! Kok gitu ngomongnya?! Dosa tau!”

Dalam sebuah pelatihan parenting, saya mendapatkan pencerahan bahwa mengajarkan hal-hal gaib (Allah, surga, neraka) kepada anak-anak di bawah usia 9 tahun harus berhati-hati. Jangan sampai kita menanamkan paradigma bahwa Allah itu kejam dan pemarah. Misalnya, “Ayo sholat! Kalo nggak solat ntar kamu masuk neraka!”

Kalimat kita haruslah bersifat positif, “Ayo sholat, nak. Sholat itu untuk berterimakasih pada Allah karena kita sudah dikasih makan, baju, mainan, rumah,…”. Oiya, Rumah Qurani juga sudah bikin lagunya tuh: “Kenapa sih kita harus sholat? Sholat itu untuk mengingat Allah. Kenapa sih harus ingat Allah? Karena Allah sayang kita. Allah ciptakan buah, yang bisa kita makan. Allah beri udara, untuk kita bernafas…”

Intinya, kepada anak kecil, tampilkanlah “wajah” Allah yang lembut dan penyayang. Setelah usia 9 tahun ke atas (karena teorinya, pada usia itulah umumnya otak kiri dan kanan anak sudah ‘nyambung’), baru kenalkan bahwa Allah bisa juga marah dan menghukum kita bila kita melanggar aturan-Nya.

Tapi, kalau punya anak pinter ngeles macam Reza, jangan kaget kalau selalu ada jawaban tak terduga.
Mama: “Reza, ayo sholat, buat berterimakasih ke Allah…”
Reza : “Terimakasih ya Allah. Udah.” (jadi, dia menolak sholat dgn mengucapkan kata terimakasih. Mungkin dipikirnya, toh sudah berterimakasih ke Allah, xixixi…)

Advertisements

Catatan Ahad Pagi #4: Mengapa Mesti Bergegas?

Suatu Sabtu, saya mengantar anak saya untuk les biola. Hah? Les biola? Awalnya saya merasa, les biola kayaknya gak pantes banget deh buat anak yang tinggal di pinggiran Bandung bernama Rancaekek yang sering masuk tivi gara-gara banjir. Apalagi, pas nanya-nanya, biaya kursusnya 230rb utk level pertama (4 kali pertemuan @30 menit), semakin tinggi level, semakin mahal biayanya. Belum ongkos ke sana (mengingat tempat lesnya di kota, kami di kampung) yang lumayan juga kalau ditotal. Waktu datang ke tempat les itu pun, rasanya gimana… gitu, kayak salah tempat. Soalnya yang les di sana –kelihatannya—semuanya anak-anak orang kaya dari etnis tertentu. Mobil-mobil mewah parkir di depan tempat kursus. Sementara kami? Jalan kaki berpanas-panas sekitar 500m dari stasiun kereta api, karena transport yang tersedia dari Stasiun (kami naik krt dr Rancaekek ke Sta Bdg) cuma becak dengan ongkos 6rb, hiks…

Tapi, karena Kirana ngotot dan bahkan bersedia bayar uang les plus beli biolanya dengan honor royaltinya, ya apa boleh buat. Untungnya, kata gurunya, Kirana memang berbakat. Karena gurunya muji-muji terus, saya pun berbunga-bunga, tak sabar menanti saat Kirana bisa tampil di panggung, konser musik klasik..gitu.. Pasti keren kan? Bahkan, untuk acara perpisahan anak kelas 6 di sekolah, saya mendorong Kirana untuk tampil memainkan satu lagu. Wah, betapa bangganya.. begitu pikir saya.

Dan hari itu, kebanggaan saya tertampar. Saat duduk-duduk di lobby, menunggu Kirana selesai les, saya membuka-buka majalah musik (meski dengan rasa pesimis; soalnya saya kan ga ngerti musik). Tapi alhamdulillah, yang namanya hikmah memang bisa nemu di mana aja. Majalah itu memuat wawancara dengan seorang pemain biola senior, Alexander Tambayong (namanya juga baru denger sekarang).

Om Alex ini mengkritik para ortu dan guru yang terlalu bernafsu mendorong anak-anak untuk segera tampil dan menyebutnya sebagai ‘mencari sensasi’. Hwa… kok kayak nyindir gue banget yak! Kata om Alex (kurang-lebih), “Orang yang mencari sensasi itu berpotensi sombong. Orang yang sombong jiwanya terpenjara. Musik itu untuk memperkaya jiwa, bukan memenjarakan jiwa…” Di bagian lain, om Alex menilai bahwa keterburu-buruan dalam belajar musik didorong oleh tuntutan zaman, “Konsumerisme dan materialisme bisa membuat orang buta mata hati bila kita tak waspada.”

Huhuhu… bener juga. Lihatlah kita hari ini: meski sudah sekolah seharian (full day), masih diikutkan les bahasa Inggris, matematika, ini..itu.. Ortu banyak yang bergegas memacu anak supaya bisa ini-itu sejak dini karena khawatir kalah dalam persaingan global. Khawatir nanti gak bisa masuk SMP-SMA favorit, universitas ternama, kerjaan mapan… padahal kan itu semua masih jauh…? Mengapa mesti bergegas? Biarkan semua berjalan alami, natural.. Jangan menumbuhkan anak-anak karbitan (lengkapnya soal anak karbitan bisa baca di sini).

Anyway, meski secara teori saya udah tahu soal anak karbitan, ternyata oh ternyata, saya masih terpeleset. Membaca wawancara dengan om Alex itu, saya menghela nafas.

Oke nak.. silahkan nikmati saja lesmu. Mudah-mudahan ada rezeki yang terus mengalir untuk membiayainya. Konser? Tampil di sekolah? Ah, nanti saja, tak perlu bergegas. Kapan-kapan saja, kalau kamu memang sudah ‘matang’ dan menjiwai biolamu…

Catatan Ahad Pagi #3: Iran, Hukum Rajam, dan “Ariel”

Sungguh, saya sebenarnya males banget nulis soal ini. Kesannya infotenmen banget deh. Tapi apa daya, hr Kamis yll saya seharian ‘diteror’ oleh kasus ‘Ariel’. Pagi2, dalam perjalanan menuju kampus, seorang sobat, ibu rumah tangga yang kadang saya kagumi kecerdasannya karena mampu berpikir substantif, menelpon. Dia kesal dengan kehebohan soal Ariel. Yang membuatnya tambah marah, kenapa tivi juga ikut heboh? Di rumah, anaknya cuma lihat kartun. Tapi setelah pulang dari rumah tetangga, anaknya bawa cerita soal Ariel.

Di kelas, mata kuliah Human Security.. ee..si Ariel disebut-sebut lagi (hayo, tebak-tebakan buat penstudi HI, apa hubungan Ariel dan Human Security?).

Diskusi dengan teman-teman kuliah pun, mau ga mau, ngurusin Ariel lagi. Pulang kuliah, naik kereta, ee.. sebelahan sama ibu2 yang lagi baca koran dengan headline soal si Ariel. Masih belum cukup, besok paginya, saya nganter Reza ke playgroupnya, oalaaa…ibu2 juga sedang ngobrolin si Ariel. Duh kacaw deh.

Mau ga mau, saya terpaksa nulis jurnal ini (karena sudah jadi ‘penyakit’ saya, kalau ada ide tapi tidak dituliskan malah jadi kepikiran terus). Ada satu hal penting yang terlintas dalam benak saya: hukum Islam memang benar-benar didesain oleh Dzat yang Mahatahu, Mahakuasa, Mahabijak. Allah sungguh benar-benar lebih tahu tentang manusia. Tapi manusia sering sok tahu dan merasa lebih tau mana yang baik-mana yang tidak buat dirinya.

Dulu, saya pernah bingung menjawab cercaan orang, “Hukum Islam itu kejam, masa zina aja dirajam ampe mati? Maling dipotong tangan?!”

Di Iran, saya menemukan jawabannya. Hukum rajam terhadap pezina disyaratkan harus ada minimal saksi dua laki-laki atau empat perempuan, yang BENAR-BENAR MELIHAT kejadian/adegan perzinaan itu. Apa artinya? Artinya, zina sebenarnya memang urusan privat dan yang bertanggung jawab adalah si pelaku di hadapan Allah. Tapi, bila perzinahan itu dilakukan di depan umum, maka urusannya bukan privat lagi, tapi akan jadi masalah sosial. (Dengan perantara video sekalipun. Apa gunanya direkam kalau bukan buat diliat lagi? Dan saat merekam, pastilah mereka sudah tahu, hari gini, gak ada yang bisa aman tersimpan; memori hp dihapus aja bisa dimunculkan lagi datanya).

Ketika perzinahan dilakukan di depan umum, maka dampak sosialnya sangat-sangat besar. Hari ini kita membaca kabar, rekaman video porno amat merajalela, bahkan dengan mudah diakses anak-anak SD. Dikabarkan, ada jutaan orang Indonesia yang men-download video “Ariel” dan selama ini pun, ada ribuan orang (termasuk remaja) yang rajin mendokumentasikan urusan privatnya itu untuk kemudian diupload di internet. Indonesia pun menjadi negara urutan ke-2 di Asia yang ‘melegalkan’ pornografi. Secara resmi mungkin tidak legal, tapi buktinya, di negeri ini mudah sekali akses terhadap pornografi.

Survey dari Yayasan Kita dan Buah Hati menyebutkan:
– 1 dari 3 anak kecil sudah biasa melihat pornografi
– 1 dari 2 anak mengakses pornografi di rumah (melalui game, komik, internet, tivi)
– 50% sinetron Indonesia mengandung pornografi
(kalau survey dilakukan sekarang-sekarang ini, pasti datanya lebih parah, saya nonton berita/news aja ada cuplikan adegan Ariel kok.. apalagi kalau nonton infotenmen, denger2 lebih parah lagi tayangannya).

Oiya, masih menurut psikolog di Yayasan Kita dan Buah Hati, pornografi lebih berbahaya dari kokain. Begini sebabnya. Manusia punya enam hormon yg seharusnya aktif saat terjadi hubungan seks yang dilakukan secara resmi (halal) dengan pasangan Tapi, melalui komik, game, dll, hormon-hormon itu diaktifkan pada anak kecil dan tanpa pasangan. Akibatnya: otak rusak, melebihi kerusakan yang ditimbulkan oleh kokain. Jika anak2 kecil itu mengalami 33-36 kali ejakulasi (akibat melihat adegan porno), seumur hidup dia akan menjadi pencandu pornografi.

Jika sudah begini, tak heran bila survey Komnas Anak menyebutkan, 60% pelajar SMP-SMA tidak perawan lagi. Akan kemana bangsa ini? Mau bicara soal substantif (mana sistem pemerintahan yang baik, paradigma ekonomi mana yang seharusnya dianut, bagaiman cara memberantas korupsi dan kartel politik, bagaimana supaya perusahaan asing tak terus-terusan menjajah kita..bla..bla..)? Wah, kelaut aja deh, siapa yang mau mikir soal-soal begini kalau sebagian besar anak bangsa sudah diracuni oleh pornografi?

Dalam situasi seperti ini, masihkah apa yang dilakukan “Ariel” dan orang-orang lain yang ‘sakit’ (mungkin narsistik, parafilia, atau bisa jadi eksibisionis) karena punya kegemaran merekam wilayah privatnya, dianggap sebagai persoalan privat? Masihkah negara berdebat, perlu tidaknya “Ariel” -atau siapapun yang melakukan perbuatan serupa- dihukum seberat-beratnya? []

Catatan tambahan:

1. Jawaban tebak-tebakan: human security hirau pada segala jenis situasi yang membuat timbulnya perasaan tak aman pada manusia. Dan banyak orangtua yang hari ini benar-benar merasa tak aman saat menyetel tivi. Remote harus selalu dalam genggaman, supaya bisa segera mematikan tv jika ada hal-hal yang berbahaya. Bayangin aja, masak mau nonton berita (news, bukan infotenmen), dibahas juga soal si Ariel plus foto-fotonya. Sampai anakku nanya, “Bugil itu apa sih?” Untung anak-anakku belum punya hp. Kalau sudah, bayangkan betapa lebih tak amannya. Bagaimana kalau anak-anak dikirimi video dan foto2 yang macam2?

2. Lalu, bagaimana hukum potong tangan? Sungguh, delapan tahun tinggal di Iran tak sekalipun saya ketemu dengan orang yang putus tangannya. Apa di Iran tak ada pencuri? Harusnya ada ya.. masa orang Iran suci semua sih? Tapi, ternyata, hukum potong tangan dikenakan pada pencuri yang memang BERMENTAL pencuri. Artinya, udah dihukum, trus difasilitasi supaya ga nyuri lagi (udah dapat kerjaan), e..nyuri lagi, nyuri lagi.. Kan ini masalah mental? Dia memang tidak mau bekerja keras dan lebih suka mengambil jalan pintas: mencuri. Nah, orang yang kayak gini yang harus dihukum keras: potong tangan.

3. Oiya, ada sekilas info lagi soal Iran. Banyak yang mengkritik kewajiban jilbab di Iran dengan alasan: jilbab itu kan masalah privat, kenapa harus diurusi negara?! Dalam pandangan Iran, pakaian perempuan di luar rumah, adalah masalah sosial, bukan masalah privat. Anda boleh saja tidak berjilbab dan bahkan berpakaian seksi di hadapan pria-pria non-muhrim asal di wilayah privat. Misalnya, pesta-pesta pernikahan di Iran sering dilakukan dengan mengabaikan syariat Islam terkait hijab. Tapi, polisi tidak menggrebek tuh. Karena, pestanya dilakukan di rumah pribadi, yang merupakan wilayah privat warga negara. Tapi bila perempuan tampil di depan umum dengan tanpa hijab, atau laki-laki-perempuan bermesraan di depan umum, nah, baru jadi urusan polisi. Alasannya, balik lagi ke cerita soal “Ariel” di atas.

4. Ada baiknya kita dukung gerakan Jangan Bugil Depan Kamera

Mengapa burung harus ikut bahtera Nabi Nuh?

Buku yang ditulis oleh Gita Lovusa dan teman-temannya ini berisi berbagai cerita menarik, menggugah perasaan, dan penuh hikmah seputar Ramadhan bersama anak-anak. Simak saja tulisan Dian Mardi Safitri yang mengisi waktu Ramadhan dengan membacakan kisah para Nabi kepada putranya, Alfan, yang cerdas dan kritis. Luar biasa, ternyata dengan mendongeng kepada anak, selain membuat anak senang dan bertambah ilmunya, juga mendorong kita untuk terus menggali pengetahuan agama. Misalnya, tanya Alfan, “Kenapa burung harus ikut bahtera Nabi Nuh, kan burung bisa terbang sendiri menghindari banjir?” Hayo…apa jawabnya??

Ellyza Dian Satriana yang tinggal di Jerman, dan sudah tentu di sana muslim menjadi minoritas, menceritakan upayanya menghidupkan keceriaan Ramadhan. Karena Asha, anaknya, suka main detektif-detektifan, maka Ellyza mengajak Asha untuk membuat kalender Ramadhan yang digabungkan dengan kegiatan detekti-detektifan. Hm..seru sekali!

Fetry Z dan Dina Y. Sulaeman menceritakan pengalaman berkesan saat mengajari balita mereka terlibat dalam kegiatan Ramadhan. Fetry mengajak balitanya untuk tarawih di masjid, padahal masyarakat di sekitarnya masih kurang welcome bila anak-anak dibawa tarawih (kuatir mengganggu kekhusyukan jamaah masjid). Dina, kebingungan saat guru Kirana, anaknya, panik ketika tahu Kirana sudah berpuasa padahal masih balita. Bahkan guru Kirana akhirnya menyuruh Kirana makan. Rupanya, di Iran, tempat tinggal mereka saat itu, tidak terbiasa menyuruh (membiarkan) anak balita puasa.

Haya Aliya Zaki menceritakan pengalaman masa kecil seseorang bernama Fitri yang kurang menyenangkan terkait puasa Ramadhan. Namun justru kisah masa lalu itu yang memacu semangat Fitri untuk mewujudkan keindahan Ramadhan untuk anak-anaknya. Shanti Saptaning dengan penuh kasih sayang mengajak anaknya Iyog berpuasa dan membuat buku Catatan Ibadah yang memacu semangat Iyog untuk berpuasa dan shalat di masjid. Satu-satunya penulis pria, Arikunto, membawa kita datang ke rumahnya dan berkontemplasi bersama mereka tentang kesederhanaan yang seharusnya menjadi semangat Ramadhan. Ifa Avianty punya “kiat warisan” soal menghilangkan haus saat berpuasa. Aan Wulandari dan Eka Natasha menceritakan kenangan Ramadhan masa kecil mereka yang sangat menyenangkan. Gita bercerita tentang kegiatan memasak seru bersama anaknya di bulan Ramadhan. Uniknya, dalam tulisan Gita, yang bertutur (si aku) adalah Cha Cha (putri Gita). So sweet…

Cerita-cerita dari luar negeri yang menarik dan mengharukan bisa kita nikmati dalam tulisan Erinda dari Dubai, Lia Barra dari Lexington,Vienna Alifia dari Perth, Indah IP dari Malaysia, Mamiek Syamil dari Arkansas dengan cerita pinnata-nya yang seru, Yudith Fabiola dari Singapura, Saptawati dari Jepang, dan Rosita Sihombing dari Paris.

Buku ini juga dilengkapi dengan resep-resep masakan yang unik dan mudah untuk dipraktekkan bersama anak-anak. Juga, ada banyak tips-tips (dilengkapi foto) membuat berbagai kerajinan tangan yang cocok sekali untuk dipraktekkan pada siang hari di bulan Ramadhan, supaya anak-anak teralihkan dari rasa lapar dan hausnya.

Singkat kata, buku ini enak dibaca dan perlu!

Karena buku ini terbit indie, pembelian bisa dilakukan dengan cara:
mencantumkan nama, alamat, no telp serta jumlah buku yang dipesan via PM ke Gita (ID: lovusa), atau sms ke 085228711056 atau via email: gita19@gmail.com

Program promo: disk 20% dari harga jual Rp. 45.000, sampai hari Sabtu, tgl 12 Juni 2010.

Catatan Ahad Pagi #2: Rachel

Pembantaian di atas kapal Mavi Marmara –yang berisi relawan dari puluhan negara, multiras, multi-agama—membuktikan kepada dunia, bahwa masalah Palestina bukanlah masalah kaum muslim belaka, melainkan masalah umat manusia; masalah kemanusiaan, masalah HAM, masalah nurani, masalah kejahatan perang yang telah 60 tahun lebih dibiarkan terjadi oleh komunitas internasional…

Tak gentar oleh pembantaian Marmara, kapal dari Irlandia, MV Rachel Corrie tetap melanjutkan perjalanan ke Gaza (meski kabar terakhir menyebutkan bahwa kapal itu akhirnya dibajak Israel dan dibawa ke perairan Israel). Sebagian penumpang kapal adalah para aktivis bule, seperti Mairead Corrigan-Maguire (seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Irlandia Utara), Dennis Halliday (mantan diplomat senior PBB asal Irlandia). Bahkan Perdana Menteri Irlandia Brian Cowen menyebut “MV Rachel Corrie sebagai kapal milik Irlandia dan kapal itu patut diizinkan untuk merampungkan misinya.”

Kapal MV Rachel Corrie itu seolah menyalakan lagi semangat seorang perempuan muda yang gugur di Rafah tujuh tahun silam. Saat itu, Rachel baru berusia 23 tahun. Ia terlahir sebagai seorang Kristiani. Sejak kecil dia sangat peduli kepada kemanusiaan. Ketika besar, dia bergabung dalam International Solidarity Movement (ISM) yang berjuang dalam aksi damai untuk menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina. Suatu hari di tanggal 16 Maret 2003, Rachel berusaha menghalang-halangi sebuah buldozer yang akan menghancurkan sebuah rumah milik warga Palestina. Tentara Israel pengendali buldozer itu tak peduli, dan terus merangsek. Tubuh Rachel hancur.

Saya sebenarnya sejak lama sudah “mengenal” Rachel (dan mencantumkan “Untuk Rachel Corrie” pada halaman persembahan buku terbaru saya “Obama Revealed”). Namun, baru dua hari yang lalu menemukan rekaman video saat Rachel usia 10 tahun, menyuarakan kepeduliannya kepada kemanusiaan. She was so lovely, just like a little angel. Dengan suara yang bening dia berkata:

I’m here for other children.
I’m here because I care.
I’m here because children everywhere are suffering and because forty thousand people die each day from hunger. I’m here because those people are mostly children.

(Selengkapnya, bisa lihat sendiri di You Tube)

Menyaksikan Rachel kecil, saya benar-benar malu hati. Anak sekecil itu sudah peduli pada dunia. Apa yang dipedulikan anak saya sendiri? Mainan baru? Baju baru? Makan pizza dan burger?

Rachel menulis di diary-nya:

Bagiku, mama adalah panutan sempurnaku… Andai setiap wanita setegas kesederhanaan mama, maka penghormatan adil disandang seluruh wanita di muka bumi. Kukagumi budi pekerti luhur mama. Engkaulah satu-satunya orang yang kutahu tak pernah menindas orang lain demi meraih keinginanmu…” [dikutip dari Let Me Stand Alone, hlm 22]

Seorang Cindy Corrie, rupanya berhasil menanamkan empati kepada sesama pada Rachel, dengan cara yang sederhana: tak pernah menindas orang lain demi meraih keinginannya.

Ah, emangnya bisa ibu menindas anaknya? Ya, bisa dong..:(

Saat saya berkeras memaksa anak makan, padahal menunya tak sesuai selera atau mungkin karena benar-benar belum lapar. Saya ngomel dengan alasan kemanusiaan “Makan dong! Orang lain kelaparan, kalian malah milih-milih makanan!” padahal di hati kecil saya, saya kesal karena sudah cape-cape masak kok ditolak!

Saat saya memaksanya sekolah padahal hari itu dia tidak mood untuk sekolah.

Saat saya memaksanya untuk bicara sopan (tujuannya baik, tapi karena pake ngomel, kesannya jadi maksa!).

Saat saya memaksanya pakai baju hijau padahal dia ingin pakai baju merah (hanya dengan alasan: saya malu kalau anak saya pakai baju merah yang sudah kependekan itu!).

Saat saya memaksanya sholat dan mengaji (padahal, teori parentingnya: jangan dipaksa, tapi dikondisikan dengan lemah lembut supaya anak dengan senang hati mau ikut sholat bersama kita).

….

Rachel, Rachel, terimakasih sudah menulis catatan tentang mamamu. Dan aku akan belajar untuk sedikit meniru mamamu…

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Biasa? BOIKOT!!

Israel secara bengis memberondong relawan Gaza Flotilla dgn timah panas.Sejumlah relawan gugur syahid, sebagian lain ditawan. Apa yang bisa kita lakukan? Toh kita orang biasa. Berteriak protes, siapa yang mau dengar? Tapi ada yang bisa KITA lakukan: BOIKOT!!

Dalam sehari, hanya dari satu perusahaan saja (Philip Morris), kaum muslim menyumbang $9.6 juta ke Israel. Belum lagi produk2 lainnya.Penjelasan lebih lengkap ttg produk Zionis plus afiliasinya di Indonesia ada di sini:

BOIKOT TERUS PRODUK ISRAEL DAN SEKUTUNYA

Copas dari web kangasep.com

Hidayatullah.com–Semenjak seruan boikot produk Yahudi-Amerika kembali digaungkan di seluruh dunia Islam, Innovative Minds (inminds) menjadi salah satu rujukan banyak kaum Muslim untuk melihat daftar produk boikot. Inminds. adalah sebuah unit usaha perangkat lunak yang berspesialisasi dalam penggunaan internet dan teknologi multi-media untuk majukan Islam. “Kami adalah organisasi yang mandiri, tidak mendapat dukungan keuangan dari sumber mana pun,” ujarnya dalam salah satu situs web nya. Sejak dimunculkan pertama kali tahun 1999, situs asal Inggris kini telah menjadi rujukan dalam urusan daftar boikot. Di bawah ini beberapa produk daftar boikot keluaran inminds. (www.inminds.co.uk) dan kelola oleh http://www.hidayatullah.com. Sebagian ada yang tidak masuk, tapi ada daftar baru, diantaranya daftar produk yang baru masuk adalah klub sepak bola Arsenal.

Coca-Cola

Sejak tahun 1966, Coca-Cola telah setia menjadi pendukung utama Zionis-Israel. Tahun 1997, Delegari Misi Ekonomi Israel memberikan kehormatan Israel Trade Award pada Coca-Cola dan Direktur perusahaan minuman itu, Roberto Goizueta, di acara jamuan makan malam atas bantuan dan kesetiaanya selama 30 tahun dan dianggap ikut menolak seruan Liga Arab dalam seruan memboikot Israel.

Tahun 2001, markas besar minuman Coca-Cola, menjadi tuan rumah dan sponsor utama the American-Israel Chamber of Commerce Awards Gala.

Coca-Cola Israel telah menjadi sponsor program-program pelatihan untuk para pekerja nya dengan subyek konflik Arab-Israel. Program pelatihan itu diciptakan oleh sebuah badan yang dibiayai oleh agen Yahudi dan Israel.

Pada Februari 2002 bekerja sama dengan “friend of Israel” dan Coca Cola menjadi sponsor ceramah oleh tokoh Zionist Israel Linda Gradstein di Universitas Minnesota.

Bulan Pebruari 2002, Coca-Cola telah bersekutu dengan “Friend of Israel” dan Nasional Hillel untuk menjadi co-sponsor kuliah yang diberikan oleh wartawan dan penulis pendukung Zionisme,

Atas perannya yang sangat besar terhadap ambisi Israel, tahun 2002, Coca-Cola mengumumkan membangun pabrik di atas tanah milik Palestina yang dirampas oleh Israel. Tanah di Kiryat Gat untuk pendirian pabrik Coca-cola ini sebagai imbalan atas sumbangan bernilai jutaan dolar yang diberikan oleh Coca-cola. Besarnya sumbangan Coca-cola ini sangat ditopang oleh tingginya angka penjualan produk-produk Coca-cola, serta banyaknya produk yang mereka hasilkan.

Pada bulan Oktober 2005, Coca-Cola dan peningkatan investasi di Israel oleh membeli 51 persen pada pengendalian Tavor Winery.

Produk yang masih berafiliasi dengan Coca Cola adalah; Dr Pepper, Fanta, Fruitopia, Kia Ora, Lilt, Sprite, Sunkist dan Schweppes

Johnson & Johnson

Tahun 1998, wakil perusahaan Johnson & Johnson, Roger S. Fineon mendapatkan penghargaan Jubilee Award dari Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu. Ini adalah penghargaan tertinggi yang pernah diberikan oleh Israel terhadap individu, organisasi, melalui hubungan perdagangan dan investasi, serta dianggap ikut memperkuat ekonomi Israel.

Satu perusahaan dengan Johnson & Johnson yang produknya banyak dipakai di Indonesia adalah Nestle.

Nestlé

Perusahaan ini lahir di akhir abad 19 di Swiss. Didirikan oleh Henri Nestlé, seorang ahli kimia Jerman yang berdomisili di Vevey. “Nestlé” berarti sarang burung kecil (little nest). Logo itu menjadi lambang rasa aman, kasih sayang, kekeluargaan dan tradisi.

Perusahaan Nestlé terus mengembangkan produk-produknya dan kemudian menjadi pelopor beberapa produk seperti susu kental di Eropa tahun 1905, susu coklat tahun 1929, kopi instant tahun 1938 dan lain-lain.

Di Indonesia Nestlé dikenal dengan sebutan “Tjap Nona” (sekarang “Nestlé Milkmaid“). Kantor pusat Nestlé di Swiss, Nestlé S.A., bersama sejumlah mitra lokal mendirikan anak perusahaan di Indonesia pada bulan Maret 1971. Saat ini PT.Nestlé Indonesia mengoperasikan tiga pabrik yang berlokasi di daerah Tangerang (Banten), Panjang (Lampung), dan Kejayan (Jawa Timur). Beberapa merek produk Nestlé yang dipasarkan di Indonesia antara lain : susu bubuk Nestlé Dancow, kopi instant Nescafé, Nestlé Milo, Nestlé Bubur Bayi, Kit Kat, Polo, permen FOX, susu Dancow, Maggie dan Susu Cap Nona.

REVLON

Catatan Forbes, sang pemodal dan milyader perusahaan itu, Ronald Perelman, adalah seorang Zionis. Juga pemilik dunia hiburan dan Forbes. Dia dikenal pendukung utama Zionis. Paham dari Yahudi yang sangat anti –Islam. Ia juga anggota The Simon Wiesenthal Center , kelompok Zionisme ternama di dunia dan kerap mempromosikan Israel.

The Limited Inc

Para pendiri, presiden dan CEO Les Wexner adalah seorang Zionis. Dia merupakan Dewan Direktur Emet, saya media “pro-Israel” yang berfungsi memastikan bahwa semua media di Amerika tetap bias dan “membela” Israel. Emet, adalah sebuah kelompok bisnis Amerika dan berisi politisi pro-Israel melalui “perang media” di Washington, D.C. “Emet” dalam bahasa Ibrani berarti “kebenaran”.

Satu group dengan sayap bisnis ini adalah; Structure, Victoria’s Secret, Bath & Body Works, Intimate, Lerner New York, The White Barn Candle, Express, Henri Bendel, NY & Company, Mast Industries

Marks & Spencer

Lahir dari M & S dan punya hubungan deekat dengan Zionisme. Bahkan dalam sebuah buku tentang sebenarnya di buku M&S, Sir Marcus Sieff, Chairman M&S menulis bahwa salah satu tujuan pokok M&S akan membantu perkembangan ekonomi Israel (Management: The Marks & Spencer Way, Weidenfield & Nicolson, 1990). M&S mendukung Israel dalam bentuk dagang sekitar $233 juta pertahun (Jerusalem Report, 5 Juni 2000).

Nokia

Nokia memang bukan produk Amerika. Asli produk Finlandia. Kantor pusatnya berada di kota Espoo, Finlandia. Perusahaan ini paling dikenal lewat produk-produk telepon genggamnya. Nokia memproduksi telepon genggam untuk seluruh pasar dan protokol utama, termasuk GSM, CDMA, and W-CDMA (UMTS). Tapi perusahaan ini sudah berinvestasi di Israel. General Manager Nokia Lars Wolf mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Jerusalem Post, 4 Maret 2001: “Kami benar-benar berfokus pada Israel dari semua sudut pandang, karena kami memiliki proyek internal bernama ‘Project Israel’ yang berarti Yang berarti kami sedang memandang Israel dari perspektif jaringan, dari perspektif pengaturan usaha Nokia (Nokia Ventures Organization), dan juga dari perspektif pusat penelitian Nokia (Nokia Research Center ).

Desember 2000, Nokia Venture Partners, cabang dari Nokia Venture organization mengucurkan dana sebesar 500 juta dolar dan menyalurkan sebagian dari dana itu kepada perusahaan-perusahaan Israel.

Berdasarkan data penjualan Nokia 2006, Indonesia dan India merupakan negara yang memiliki pangsa pasar Nokia terbesar dari 10 negara pasar Nokia di dunia
.

Tahun 2007 lalu, Country Manager Nokia Indonesia Hasan Aula pernah menyatakan optimismenya terhadap penjualan Nokia di Indonesia.

Time Warner Inc

Time Warner Inc. dikenal sebagai perusahaan raksasa media dunia dan konglomerat hiburan lewat kapitalisasi pasar. Kantor utama Time Warner Center berada di New York City. Wakil Direktur AOL Time Warner , Kenneth Novack pernah terang-terangan mengaku, bahwa menanam modal dan bekerjasama dengan Israel adalah sesuatu yang sangat menguntungkan.

“Kita menanam modal dalam Israel sebab Israel sebuah investasi yang besar,” ujarnya. Ia juga mengatakan, “tenaga kewiraswastaan orang Israel secara ekstrem sangat menguntungkan,” tambah Kenneth.

AOL telah mengalokasikan 30% portfolio investasinya di Israel. Selama 10 tahun terakhir, AOL melakukan investasi lebih dari 500 juta dolar ke Israel. Ikut memborong perusahaan Israel, Mirabilis. Atas kesetiaannya dengan Israel, Tahun 1998, Ted Leonsis, CEO dari AOL studios juga ikut mendapat penghargaan The Jubilee Award dari Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu.

Pada 2001 AOL bersama dua perusaahan Amerika lainnya (IBM dan News corporation- Rupert Murdock) mendapat penghargaan dari the Amerika-Israel Friendship League.

Satu group dengan AOL : TIME Magazine, Life Magazine, Time-Life Books, CNN (TV Network), Warner Bros dan ICQ (Internet chat program)

IBM

International Business Machines Corporation (disingkat IBM) adalah sebuah perusahaan AS yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak komputer. IBM didirikan 15 Juni 1911, beroperasi sejak 1888 dan berpusat di Armonk, New York, AS. Perusahaan ini juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Israel. Memiliki teknisi dan konsultan di lebih dari 170 negara dan laboratorium pengembangan yang berlokasi di seluruh dunia.

Awalnya, agen tunggal IBM di Indonesia adalah PT Usaha Sistem Informasi Jaya yang merupakan patungan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan para karyawan senior. Namun IBM memutuskan keluar dari Indonesia karena aturan yang melarang perusahaan asing beroperasi di Indonesia tanpa memiliki partner lokal pada tahun 1970-an.

Salah satu proyek terkenal PT Usaha Sistem Informasi Jaya adalah pemugaran Candi Borobudur di Jawa Tengah. Kantor pusat PT Usaha Sistem Informasi Jaya terletak di Jakarta Selatan.

Di Indonesia PT Usaha Sistem Informasi Jaya memiliki beberapa anak perusahaan, di antaranya PT Mitra Integrasi Komputindo dan PT Jasa Teknologi Informasi.

Senior Vice President IBM, Ricciardi Lawrence, dalam sebuah wawancara dengan Koran Israel, the Jerusalem Post mencatat, bahwa perusahaan ini telah mempekerjakan 1700 orang Yahudi-Israel. IBM merupakan tiga dari perusahaan yang dipuji dalam acara malam penghargaan demokrasi the American – Israel Friendship League (AIFL), 25 Juni tahun 2001 yang diselenggarakan Ariel Sharon. Seorang jenderal pambantai Shabra dan Satila, Palestina.

Misi AIFL adalah meningkatkan hubungan saling menguntungkan antara dua negara Amerika- Israel (khususnya Israel) menyangkut demokrasi dan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan, kesehatan, pendidikan, teknologi, pertahanan, seni dan budaya.

L’Oreal

Dianggap menjadi “sahabat” dekat Israel dan telah terlibat dagang dan investasi besar-besaran di Negara Yahudi itu. Konggres Yahudi Amerika telah menyatakan ‘kepuasannya’ dengan perusahaan ini yang disebutnya sebagai ‘teman hangat’ bagi Israel.

L’Oreal telah menetapkan Israel sebagai pusat perdagangan di Timur Tengah dan telah meningkatkan investasi dan manufaktur mulai dari kegiatan produksi yang baru didirikan di Migdal Haemek, bersama untuk penelitian dan proyek-proyek pembangunan dengan afiliasi Israel, serta kampanye pendidikan dan pelayanan publik.

Masih satu group adalah; Giorgio Armani, Lancome, Biotherm, Garnier, Helena Rubinstein, Donna Karan, Vichy, Cacharel, Maybelline, Redken, La roche-posay, Carson

Danone

Tahun 1998, Franck Riboud, yang berkebangsaan Israel, atas nama perusahaan Danone menerima penghargaan Jubilee Award yang diberikan oleh Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu. Ini adalah penghargaan tertinggi yang pernah diberikan oleh Israel dalam pengakuan orang-orang, individu dan organisasi, yang dianggap memiliki hubungan perdagangan dan investasi dan dianggap memperkuat ekonomi Israel. Danone Institute, sudah didirikan di Israel sejak Juli 1998.

Danone dikenal memiliki banyak merk air kemasan di seluruh dunia. Di Asia dengan merk Yili, di Indonesia Aqua , di China ada Wahaha . Tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta Investama) resmi bergabung dengan Danone.

Saat ini komposisi pemegang saham Aqua, 90,99% dikuasai PT Tirta Investama. Sedangkan pemegang saham publik hanya 9,01%. Sementara itu Danone mengusai sekitar 60% lebih saham PT Tirta Investama.

Masih satu group dengan Danone adalah minuman isotonik berupa kemasan plastik (PET). Namanya, MIZONE.

Setelah sukses mengakuisisi Aqua, Danone mengambil alih mayoritas saham Sari Husada dan Nutricia Indonesia. PT Danone Indonesia (DI). Danone Groups, juga mengembangkan pasar biscuit melalui Danone Global Biscuit yang kesohor dengan produk biskuit dan sereal. Selama ini memegang pangsa terbesar (15 persen) di pasar dunia. Termasuk biscuit yang sangat disukai anak-anak Oreo dan Ritz. Makanan ini sudah begitu populer di berbagai negara, seperti; Indonesia, China, Malaysia dan Singapura. Selain itu, produk Kraft nya juga beredar di 155 negara lainnya. Kraft pernah digolongkan sebagai industri makanan kedua terbesar di dunia setelah Nestle.

McDonald’s

McDonald’s merupakan jasa waralaba siap saji terbesar di dunia. Sampai tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan di 121 negara dunia. Dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang. CEO Mc Donald’s, Jack M. Greenberg, adalah anggota Kehormatan Kamar Dagang dan Industri Amerika-Israel (Israel-Amerika Chamber of Commerce). McDonald Corporation adalah perusahaan yang ikut menyumbang besar terhadap ekonomi dan diplomatik Israel.

Menurut Chicago Jewish Community Online (situs web milik Dana Serikat Yahudi Chicago), Markas Besar McDonalds Corporation yang berpangkalan tepat di luar Chicago adalah mitra bisnis Serikat Dana Yahudi (Jewsih United Fund) dan Federasi Yahudi (Jewish Federation).

Salah satu tujuan JUF adalah untuk menjaga dukungan militer, ekonomi dan diplomatik dari Amerika serikat, mengawasi dan jika diperlukan mengontrol pemberitaan media atas Israel.

McDonald’s pernah mengumumkan penutupan operasinya di Timur Tengah karena kehilangan pendapatan sebagai akibat seruan boikot (bulan Oktober 2002), dan menggantikan Greenberg sebagai Ketua dan CEO (pada Desember 2002). Sejak seruan dan kampanye boikot terjadi, dua dari enam waralabanya di Yordania tutup karena bangkrut. Di Mesir, McDonald’s memutuskan untuk mengubah nama mereknya menjadi Manfoods terakhir bulan Maret, akibat seruan boikot.

Hak lisensi McDonald’s Indonesia adalah Bambang Rachmadi, salah seorang menantu mantan wapres Indonesia, Soedarmono. Counter McD pertama dibuka pada Februari 1991, di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Director of Marketing and Comunication McDonald’s Indonesia, Family Restaurants, Dian H. Supolo dalam wawancara dengan majalah MIX mengatakan,. sejak beroperasi tahun 1991, McD kini sudah memiliki 106 outlet.

Delta Galil Industries Ltd

Delta Galil merupakan salah satu dari perusahaan-perusahaan tekstil Israel terbesar. Pendiri, dan pemegang saham utama perusahaan ini, Dov Lautman, merupakan sekutu dekat Presiden Israel Ehud Barak.

Didirikan tahun 1975 dan berbasis di Tel Aviv, Israel, Delta Galil beroperasi (terutama) di Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan Israel.

Delta Galil Industries, Ltd, dikenal sebagai perusahaan global produsen dan inovatif fash
ions terkemuka di dunia. Menurut Wright Reports, anak perusahaannya meliputi; desain, manufaktur, dan pemasaran pakaian wanita, pakaian dalam laki-laki, kaus kaki, kaos, babywear, leisurewear, termasuk pakaian tidur. Menurut Wright Reports juga, Delta Galil memiliki pengecer utama; diantaranya Marks and Spencer, Victoria’s Secret, Kmart, JC Penney, Carrefour, Hema, Wal-mart, dan Mervyn’s.

Jenis produk perusahaan ini termasuk; sepatu Nike, Reebok, Converse, Calvin Klein, Gap, Boss, Ralph Lauren, Banana Republic, Bauer, Wrangler, Redup, Old Navy Dockers, Celio, J. Crew, JC Penney, Caterpillar, Lou Riders, Pryca, Hema, Auchan, Lindex, Tchibo Tati, Kolombia.

Toko pengecernya yang sudah mulai menjamur di Indonesia adalah Carrefour. Supermarket internasional berkantor pusat di Perancis dan merupakan kelompok ritel kedua terbesar setelah Wal-Mart.

Philip Morris

Philip Morris adalah perusahaan rokok asal Amerika Serikat (AS). Perusahaan ini bernaung di bawah grup Altria, Swiss yang memproduksi makanan dan minuman. Phillip Morris telah mendermakan 12% beruntung untuk Israel dari uang yang diserap kaum Muslim dengan total nilai $800 juta. Dengan rata-rata margin keuntungan sehari sebesar 10%, atau $80 juta sehari , maka, $9.6 juta uang dari umat Islam itu diberikan ke Israel.

Perusahaan raksasa rokok dunia asal Amerika Serikat (AS) itu kemudian mengambil alih 40% saham perusahaan rokok swasta nasional Sampoerna Tbk. Judi Richards, juru bicara Sampoerna kepada pers pernah mengatakan, Produsen rokok Marlboro ini membeli Sampoerna dengan harga 5,2 milyar dolar atau sekitar 48 trilyun rupiah.

Produk-produk di bawah paying Philip Morris adalah; Marlboro, Merit, L&M, Lark, Winston, Gold Cost, Côte d’Or, Philadelphia, Polo, Milka, Malabar, Marabou, Prince, Benson & Hedges dan West.

Estée Lauder

Estée Lauder, bermula dari perusahaan rumahan yang didirikan pada 1946 bersama suami tercinta, Joseph, Estée Lauder Cosmetics (ELC) dan menjadi salah satu kerajaan kosmetik terbesar di dunia dengan penjualan US$ 3,6 miliar pada 1996. Menurut riset pasar NPD Beauty Trends, empat parfum mahal terlaris adalah keluaran ELC. Untuk tata rias (maskara, lipstik, foundation, dan sebangsanya) kelas atas, 7 dari produk top ten juga buatan ELC. Dipasarkan di 118 negara, produk ELC bahkan mengalahkan Shiseido di kandangnya sendiri, Jepang. Di Eropa Timur dan Rusia, nama Estée Lauder diakui sudah sebeken Coca-Cola.

Direktur Estée Lauder, Ronald Lauder, juga salah seorang Ketua Konferensi dari Presiden Organisasi Yahudi-Amerika. Sekarang, presiden Dana Nasional Yahudi (Jewish National Fund).

Selain dikenal seorang Zionis, Ronald Lauder, dikenal aktif di beberapa organisasi Yahudi. Diantaranya; the Conference of Presidents of Major American Jewish Organizations, the Jewish National Fund, the World Jewish Congress, the American Jewish Joint Distribution Committee, the Anti-Defamation League Foundation, the Jewish Theological Seminary, Brandeis University, dan the Abraham Fund. Lembaga dana ini dikenal membiayani Israel dan merampas tanah rakyat Palestina.

Jika kemudian Israel bisa menaburkan senjata ‘memburu’ dan menembak anak-anak dan wanita Palestina atau Libanon, boleh jadi sumbangan besar para perusahaan raksasa ini. Pertanyaanya, “Masihkah kita semua masih merasa nyaman membelinya

Starbucks Cofee

Direktur Starbucks, Howard Shultz, dikenal seorang aktifis Zionis. Tahun 1998 dia telah dimuliakan oleh Jerusalem Fund of Aish HaTorah dengan penghargaan “Israel 50th Anniversary Friend of Zion Tribute Award” atas usahanya terhadap “memainkan tugas pokok dalam memajukan persekutuan seksama antara Amerika Serikat dan Israel”.

Sebagaimana diketahui, Jerusalem Aish HaTorah pernah membiayai pekan raya persenjataan Israel yang diketuai oleh seorang peristiwa “penjagal Jenin”, Jenderal Shaul Mofaz.

Di saat banyak perusahaan lain mati-matian menarik diri dari Israel, Starbucks justru memutuskan menolong ekonomi Israel yang sedang krisis dan menanam modal dengan Israel konglomerat Delek Group untuk membuka counter Starbucks di Israel (Shalom Coffee Co).

News Corporation

News Corporation adalah raksasa di dunia media milik Rupert Murdoch berinvestasi besar di Israel. Pada 25 Juni 2001, News Corp adalah satu dari 3 perusahaan yang mendapat pujian atas dukungannya kepada Israel dalam America-Israel League Partners for Democracy Award Dinner. Murdoch sendiri menjadi wakil penyelenggara acara tersebut.

Group News Corp adalah; Fox TV Network (85 persen saham dimiliki News Corp), 20th Century Fox Films, Fox Kids, Sky TV Network, Star TV Network (kini masuk Indonesia dengan membeli beberapa persen saham ANTV), National Geographic (Journal & TV), News of the World, the Sun, The Times, The Sunday Times, The Telegraph, Gold Coast Bulletin, Herald Sun, Independet Newspaper Ltd, Newsphotos, Sunday Herald, Sunday Mail, Amerika: The New York Post, Harper Collins Book Publisher, Ragan Books, Zondervan, Nursery World, Rawkus, NDS, Mushroom Records, ChinaByte.com, Festival Records.

Klub Sepak Bola Arsenal

Maret 2006, Innovative Minds dan lembaga HAM Islam (the Islamic Human Rights Commission) melakukan kampanye mamboikot klub sepak bola Arsenal (Arsenal Football Club) atas keterlibatannya dalam mempromosikan Israel sebagai tempat tujuan wisata.

Innovative Minds (Inminds), mencatat, 26 Februari 2006, di Hotel David Intercontinental, Tel Aviv Arsenal FC telah menandatangani sponsorship untuk mempromosikan Israel sebagai daerah tujuan wisata. Dengan nilai sebesar £ 350.000 (sekitar Rp 5,9 miliar), perjanjian bertajuk ‘”tujuan perjalanan resmi dan eksklusif” Israel Arsenal’.

Menurut harian terbesar di Tel Aviv, Haaretz,dengan traktat (perjanjian) ini, Israel diyakini bakal mendulang untung besar atas promo ini. Bayangkan saja, karena efek yang muncul, program “Visit Israel” juga dipublikasikan di situs http://www.arsenal.com dan majalah klub. Selain advertorial, publikasi akan disalurkan lewat profil dan artikel lainnya sebanyak enam kali atau di setiap dua edisi. Lainnya, Israel bebas menggunakan database, foto-foto tim, dan pemain serta logo klub. Israel juga memasang fitur digital pada layar LCD tinggi berukuran 450 di stadion.

Iklan-iklan yang ditayangkan di televisi diperkirakan akan menjangkau pendengar sampai 700 juta di 198 negara-negara. Kementerian pariwisata Israel juga akan menerima hak milik intelektual, penggunaan logo klub dan hak untuk gunakan foto dari regu, termasuk pemain-pemain dalam iklan. Untuk suatu pembayaran tambahan, para pemain Arsenal juga akan ditampilkan dalam iklan.

Perjanjian tidak serta-merta menghentikan promosi Israel tetapi benar-benar memberikan kehadiran fisik Israel di stadion. Kementerian Pariwisataan Israel bahkan bisa bisa memakai aula stadion selama dua kali dalam setahun. Termasuk bisa mengorganisasikan pameran pada setiap akhir musim kompetisi. Stadion juga akan menampilkan meja penjualan kaos.

Dengan tekanan dunia (boikot) terhadap Israel sebagai tujuan wisatawan, Menteri Pariwisata Israel Abraham Hirchson mempekerjakan penasehat keuangan ternama dunia, Ernst & Young untuk membantu dan mengembangkan strategi baru untuk membujuk dan menarik perhatian orang agar bisa datang ke Israel. Dia menaksir, transaksi sponsor akan membawa di lagi 2 juta wisatawan datang ke negeri Yahudi itu setiap tahunnya. [dikutip Jerusalem Post, 27 Feb 2006, “Israel scores Arsenal sponsorship” ]

Uzi Gafni adalah salah seorang pejabat kementerian pariwisata Israel. Ia menjelaskan alasan mengapa Israel memilih Arsenal dan bukan klub lain sebagai partner kerjasama untuk mempromosikan pariwisata negaranya. Israel memilih Arsenal karena koneksi Yahudi yang kuat dalam tubuh klub ini
.

Wakil Presiden dan Direktur Utama David Dein, Kepala Pelaksana Keith Edelman; dan Direktur Keuangan Danny Fiszman berdarah Yahudi. Sebelumnya, Israel sempat mengajukan proposal kepada Juventus dan AC Milan (keduanya adalah klub sepakbola liga Italia serie A). Proposal yang diajukan kepada Juventus terhalang bukit karang. Kementerian Pariwisata Israel kalah bersaing dengan sebuah perusahaan minyak asal Libya bernama Tamoil. Juventus lebih tertarik untuk menerima tawaran Tamoil yang memang lebih menguntungkan. Di Milan, Israel kembali menemui jalan buntu. Kementerian Pariwisata Israel bahkan sempat meminta Ariel Sharon (mantan Perdana Menteri Israel) agar memanfaatkan kedekatannya dengan Silvio Berlusconi (owner AC Milan yang juga mantan Perdana Menteri Italia) untuk mendesak salah satu klub terbaik di dunia itu, agar mau mempromosikan pariwisata Israel. Namun, AC Milan tetap menolak.

Haaretz, sebuah surat kabar Israel mengutip pernyataan Uzi Gafni yang mengatakan, “Aku membutuhkan orang yang memiliki pertalian dengan Yahudi. Mungkin Edelman tidak pergi ke sinagog (tempat ibadah orang Yahudi) setiap hari Jum’at. Namun ia dan yahudi-yahudi lain di Arsenal adalah orang-orang yang sangat bersahabat dan selalu siap membantu Israel.”[diolah oleh http://www.hidayatullah.com]

Note:

muchlisin.blogspot.com juga membuat artikel serupa, dan menyebut sumbernya: Suara Hidayatullah edisi 10/XXI : Februari 2009

NOTE lagi..:

Pernah ada yg menyanggah “Gak usah sok2an boikot deh.. kamu kan juga pake produk Zionis? Sekalian aja ga usah pake komputer!” wah..wah.. Jawaban saya utk sanggahan kayak gini, saya tulis di artikel ini: “Kamu kan Juga Pake…?