Catatan Ahad (Senin) Pagi#20: Persistent

Ahad pagi itu kemarin. Tapi aku baru sempat menulis pagi ini. Pagi kemarin aku disibukkan satu-dua hal, sampai-sampai membuatku terlupa pada jadwal menulis yang dibuat sendiri.

Pagi ini pun, aku tak ide, entah apa yang harus ditulis. Tapi ada sebuah kata yang terlintas di benak: persistent. Dari kamus online, artinya: keras hati, gigih,menetap (untuk penyakit).

Mengapa aku ingat kata itu?

Karena aku sedang berusaha memilikinya.

Aku sedang tertatih-tatih menyusun sebuah buku anak (it’s almost an impossible mission!). Aku berusaha persistent. Hari-hari kulalui dengan cukup berat karena menjaga persistensi memang sulit ternyata. Godaan selalu datang, mengalihkan perhatianku pada hal-hal lain.
Tapi aku berusaha terus. Sabar (jadi ingat jurnal ahad lalu:D). Not bad, sudah 47 halaman (masih perlu 70-an halaman lagi! wow.. what a long way to go!).

Pagi ini, aku membaca kabar gembira dari seorang ‘adik’ di multiply. Dia akan menikah sebentar lagi. Aku cukup banyak tahu tentang kisah hidupnya, terutama episode lukanya yang berdarah-bernanah, sampai-sampai, bila aku bayangkan berada dalam posisi dirinya, mungkin aku takkan sanggup bertahan. Dan membaca kisah bahagianya, tiba-tiba terlintas lagi kata itu dalam benakku: she is so persistent!

Dengan gigih dia terus berjalan menapaki jalan yang beronak duri, sambil terus berharap kasih sayang-Nya. Dan ya, sebentar lagi hari bahagianya tiba. Aku bahagia untuknya. Aku pun berterimakasih padanya karena darinya aku belajar untuk persistent.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s