Catatan Ahad Pagi# 27: Ada Tapi Tiada

Kamis dan Jumat yang lalu kami sekeluarga berada di Jakarta untuk berbagai keperluan, antara lain penelitian untuk tesis saya. Dan… beginilah emak-emak yang lagi bikin tesis: menemui narasumber untuk diwawancara sambil membawa anak-anaknya šŸ˜€

Narasumber saya itu dari Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang kantornya di daerah Kedoya. Yayasan ini aktif melakukan berbagai kegiatan untuk mencegah anak-anak bangsa ini terjerumus dalam narkoba. Selama menunggu narasumber, saya sangat terkesan dengan orang-orang di yayasan itu, mereka ramah-ramah… bahkan cleaning service-nya pun ramah menyapa saya dan penuh semangat dalam bekerja (waktu itu dia lagi ngelap kaca).

Sambil menunggu narasumber, saya membaca kliping artikel koran Media Indonesia yang diframe dan dipajang di dinding ruang tamu. Judulnya ā€œ10 Mitos 1 Kebenaranā€, penulisnya ibu Veronica Colondam, ketua YCAB.

Ada fakta yang mengejutkan saya, ternyata dari hasil survei YCAB, kebanyakan pecandu mengaku berasal dari keluarga ‘baik-baik’. Yang mereka definisikan sebagai keluarga baik-baik adalah ortunya tidak bercerai (bukan broken home). Bahkan 60%-nya mengaku memiliki ibu yang tinggal di rumah (tidak berkarir di luar rumah). O..o…! Waspada..waspada..!

Dan setelah saya pikir-pikir, sangat mungkin memang ibu di rumah, tapi jiwanya tidak di rumah. Sangat mungkin ibu duduk berdampingan dengan anak, tetapi mata dan pikirannya tersedot oleh adegan sinetron, infotainment televisi, fb, atau..bisa juga oleh hal2 yang positif sebenarnya, misalnya buku, urusan tesis, ngejurnal di mp (hayo! hwaaa… kayaknya saya kena di sini deh..)

Sangat mungkin ibu di rumah, tetapi anak malah diomeli melulu karena si ibu bete dan jenuh. Sangat mungkin ibu di rumah, tapi dia biarkan saja (karena tak tahu) si anak mengakses pornografi (data dari Yayasan Kita dan Buah Hati: sebagian besar anak mengakses pornografi di rumahnya sendiri). Sangat mungkin ibu di rumah, tapi dia tidak kenal dengan anaknya, karena terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.

Ibu ada, tapi tiada.

Di artikel itu disebutkan bahwa seringnya, orangtua tahu paling akhir bahwa anaknya pecandu narkoba. Untuk itu, ibu Veronica menyarankankan para ortu agar memperbaiki kualitas hubungan dan komunikasi dengan anak-anaknya.

Di artikel itu, ibu Veronica memberikan kuis ā€˜mengenal anakā€™. Berikut pertanyaan-pertanyaannya:
1. Warna favorit anak saya adalah…
2. Sahabat terdekat anak saya adalah…
3. Siapa nama guru anak dan siapa guru yang paling disukainya, serta mengapa (anak suka guru itu)?
4. siapa yang jadi anutan dalam keluarga?
5. Apa yang dikagumi anak dari orang yang jadi anutan itu?
6. Apakah harapan anak untuk sesuatu yang sekarang saya lakukan untuk dia?
7. makanan kesukaan anak saya adalah…
8. Apa pendapat anak saya tentang dirinya dan tentang saya?
9. Apa hobi anak saya?
10. Apa cita-cita anak saya?

Bila Anda menjawab benar 8-10 nomor, maka SELAMAT, Anda sangat mengenal anak Anda.
Bila Anda menjawab benara 5-7 nomor, Anda bisa lebih baik memberi perhatian kepada anak Anda.
Bila Anda menjawab benar di bawah 5 nomor, wah, parah…sudah saatnya Anda luangkan waktu untuk lebih mengenal anak Anda sebelum terlambat.

Fiuuuh..saatnya untuk waspada!

Artikel lengkap bu Veronica bisa dibaca di sini dan di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s