Catatan Ahad Pagi#40: Buku Obral

Apa rasanya kalau nemu buku lama yang emang dicari-cari, dengan harga obral pula? Wah, pasti seneng banget dong! Itulah yang terjadi Selasa yang lalu. Naskah novel Kirana udah selesai. Mumpung Kirana masih libur, dan memang pengen jalan-jalan beli buku juga (Rana dan Reza selalu riang gembira kalau diajak ke Mizan:D) , jadi kami antar langsung naskah itu ke kantor Mizan di Cinambo.

Di seberang kantor itu, ada kantor distribusinya. Nah, di parkirannya memang sering ada bazaar buku. Hari itu kami beruntung, ternyata kali ini bazaarnya berisi buku-buku sangat murah (buku lama yg ga laku2, kondisinya sebagian udah lecek, atau gagal cetak). Harganya 5000-15.000 (malah ada 4 buku yg saya beli, yg akhirnya dikasih harga @3000).

Kirana seneng sekali, menemukan serial Syakila karya Fahri Asiza, nemu 4 judul. Dulu2 dia pernah mau beli, tp kata distributor Mizan, udah habis. Kirana demen sama Syakila karena pernah baca satu, yang judulnya Tragedi (itu dulu juga beli di obralan di Tisera, kalau ga salah). Skrg koleksinya nambah lagi: Bom, Topeng, Elegi, Sandera. Ada sih nemu satu lagi, judulnya “Kangen”, tapi kondisinya udah rusak berat (kayaknya kena basah dan sebagian dimakan rayap). Nah..masih banyak lagi sebenarnya judul-judul serial Syakila lainnya..tapi musti dicari kemana ya..? Ada yang punya dan berniat jual bekas ga? hehe…

Sementara saya, wah..seneng juga dong. Ada banyak buku bagus yg saya temukan, antara lain nemu buku “10 Anugerah Terindah Untuk Ananda” karya Vannoy. Duh buku ini bagus banget, sedang saya nikmati baik-baik, mudah-mudahan bisa dipraktekkan secara konsisten ke anak-anak. Nanti insya Allah saya tulis sedikit-sedikit soal buku ini, seperti kata pak Hernowo, agar bisa ‘mengikat ilmu’, kita perlu menuliskan apa yang sudah kita baca.

Total kami beli 20 buku, harganya hanya 127.000.

Trus, ada peristiwa ‘aneh’. Ketika sudah di mobil, saya buka plastik belanjaan, eh, keliatan buku “Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan” (Rene Van de Carr). Saya ingat, memang sambil ketawa-ketiwi, saya liatin buku itu ke si Akang. Soalnya, kami emang akhir-akhir ini sering mendiskusikan rencana punya anak lagi dan saya selalu jawab “no way!”.

Saya langsung nuduh, “Papa ya, yang mau beli buku ini?”
“Enggak!”
“Loh, kok ada di tumpukan buku ini?”
“Oh, kirain yang di meja kasir tadi itu tumpukan buku yang dijual, bukan tumpukan buku yang mau kita beli! Tadi habis baca-baca sekilas, papa taruh begitu aja di atas meja.”

Duh, gubraks deh. Rada nyesel, coba tadi teliti, kan bisa dituker sama yang lain. Kan saya ga mau punya anak lagi?!

Tapi pagi ini, lagi-lagi kami ngomongin soal nambah anak. Dan entah mengapa pagi ini tiba-tiba hati saya jadi agak goyah. Tiba-tiba aja terbayang, tahun depan Reza sudah masuk SD. Waduh betapa sepinya rumah kalau dia pergi dari pagi sampai jam 4 sore… Kemarin juga, saat berdesak-desakan di kereta (makanya kemarin ga jadi ke kopdar MPID krn urusan revisi tesis masih belum kelar juga padahal daftar wisuda selasa paling lambat), entah mengapa, pulang-pergi kok dikelilingi bayi-bayi lucu. Oalaaa..

Hmm… kalau benar tidak ada yang kebetulan di dunia ini, apakah peristiwa nyelipnya buku itu di belanjaan kami itu berarti… ๐Ÿ˜€

Advertisements

5 thoughts on “Catatan Ahad Pagi#40: Buku Obral

  1. Sist, bisa pinjam bukunya kah? Yang judulnya cara baru mendidik anak sejak dalam kandungan..udah cari kemana2 ga dapet2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s