Zikir yang Menyembuhkan

Pekan yll, saya berkesempatan menghadiri bedah buku “Zikir Menyembuhkan Kankerku”. Sayang buku tersebut tidak dijual di acara itu, habis katanya (kabarnya, buku ini best seller). Tapi, alhamdulillah, tetap ada ilmu berharga yang berhasil saya catat dari pembicara, sang penulis buku, Prof Amin Syukur, dan istri beliau, Hj Fathimah Usman, M.Si.

Berikut ini catatan saya.
Zikir yang membawa efek adalah zikir yang menggabungkan roh (kesadaran), akal (kesadaran), jiwa (ketenangan), dan hati (kesabaran). Keempat aspek ini kita ‘on’-kan, kita fokuskan agar seiring dengan jasmani berzikir kepada-Nya.

Zikir yang dibaca, antara lain: subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, allahu akbar, laa hawlaa walaa quwwata illa billah.

Apa yang perlu ‘disadari’ saat berzikir?

subhanallah: sadarilah bahwa Allah tidak pernah salah, pasrahkan diri dengan menyadari bahwa diri inilah yang bersalah
alhamdulillah: syukurilah segala nikmat yang telah diberikan Allah, nikmat rizki, kesehatan, anak yang soleh, suami yang baik, keamanan, teman yang setia, tetangga yang baik, dan lain-lain (nikmat itu tidak cuma dalam bentuk materi saja).
laa ilaaha illallah, allahu akbar : pasrahkan diri sepasrah-pasrahnya sampai seakan-akan kita meringkuk di hadapan-Nya

Lalu, setelah mampu melakukan zikir dgn sebaiknya (empat zikir di atas), arahkan konsentrasi pada qolbu/jantung kita (letaknya kira-kira dua jari di bawah puting susu sebelah kiri), tanpa bersuara, ucapkan “Allah”, alirkan “Allah” pada segenap sel, darah, seluruh jiwa dan raga.

(Bila setelah 3 menit hati kita belum tersentu, masih belum ‘larut’ dalam zikir, maka ulangi lagi prosesnya dari awal.)

Bagaimana agar dzikir kita memberi pengaruh?
1. Zikir yang penuh perasaan dan kesadaran
2. Menyadari dan merasakan bahwa kita berada dalam pantauan Allah, rasakan bahwa diri ini dilihat langsung oleh Allah
3. Tumbuhkan rasa cinta, rindu, intim, dekat, dan bersahabat dengan-Nya
4. Teteskan air mata.
Insya Allah, doa kita dikabulkan oleh Allah bila didahului zikir seperti ini.

Hubungan zikir dengan kesehatan:
Hati tenang —-> jasmani sehat
Dalam bidang medis sudah ditemukan penelitian mengenai Psiko-neuro-endorfin-imunologi, yaitu kekebalan tubuh meningkat ketika hati dan jiwa tenang.

Ada 6 jenis zikir (yang perlu dilakukan sinergis):
1. Zikir jahr (dengan suara jelas)
2. Zikir sirr (tanpa suara, di dalam hati saja)
3. Zikir ruh (sikap, kesadaran bahwa segala sesuatu dari Allah dan milik Allah)
4. Zikir fi’ly (zikir dg melakukan amal soleh; yang terbaik adalah amal/membagikan ilmu!)
5. Zikir pernafasan (ini perlu dipelajari langsung, susah menuliskannya)
6. Zikir afirmasi (secara rutin, 10 mnt di pagi hari, 10 mnt di sore hari, katakan kalimat2 sugesti pada diri sendiri, misalnya: aku sehat..aku sehat… atau aku bisa.. aku bisa… Caranya: pejamkan mata, rileks, dan ucapkan kalimat sugesti itu. Ini adalah proses menginstall sesuatu yang berlawanan dengan apa yang kita pikirkan. Contohnya, kita sedang sakit, pastilah kita berpikir kita sakit. Tapi dengan zikir afirmasi ini, kita katakan ‘aku sehat’.)

Selamat berzikir:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s