Catatan Ahad Pagi#51: Ge-er

Perempuan itu mudah ge-er.

Betulkah?

Kalau saya sih, merasakan demikian. Orang lain bermaksud A, misalnya, eh, malah saya tangkap berbeda. Ada orang yang ngasih perhatian sedikit, saya kirain ada apa-apa. Atau, kadang orang lain saya kira lagi kesel sama saya -karena cuek ke saya-..eh..ternyata ngeliat saya lewat juga engga (dia sibuk dengan pikiran sendiri kali). Atau, suami suatu saat bersikap aneh… kirain teh mau bikin surprise..ga taunya.. ingat juga enggak kalau hari itu hari istimewa..haha..

Seperti ditulis oleh MP-er ini:

(Kenapa perempuan mudah ge-er?) Pertama, karena perempuan itu perasa. Dalam beberapa kasus, sangat perasa. Dikasih perhatian sedikit, berpikirnya bisa jauuuuuuhhhh ke sebab-sebab, alasan, latar belakang, pendahuluan, landasan teori, lalu dikaitkan dengan bukti-bukti di lapangan, analisis.… *kok, seperti skripsi ya?* Atau, kenapa gak begitu, kenapa dia begini… Kalau sudah begitu, ya itu, dia terindikasi geer. Padahal mungkin bagi yang memberi perhatian itu biasa saja.

Di buku “Men are from Mars, Women are from Venus” memang diungkapkan bahwa kata-kata yang sama bisa ditafsirkan/dimaknai berbeda oleh laki-laki dan perempuan.

“Mereka mungkin menggunakan kata2 yg sama, tetapi cara penggunaannya memberikan makna yg berbeda-beda, dan ditangkap secara berbeda juga..Ungkapan-ungkapan yang serupa tetapi mengandung konotasi atau penekanan emosional yang berbeda. Mudah sekali terjadi salah paham.”

Contohnya nih..
Perempuan kalau ngomel, berkata, “Kamu tidak pernah mendengarkanku!”

Padahal, yang dimaksud ‘mendengar’ oleh laki-laki, ya benar-benar ‘mendengar’ (pakai kuping dan bahkan dia bisa mengulangi semua kata-kata yg diucapkan si perempuan).

Sebaliknya, ketika perempuan berkata ‘kau tak pernah mendengarku”, maksudnya, ya lagi kesel aja, karena merasa si laki-laki tidak memahami perasaannya. Tentu, ‘tidak pernah’ ini juga generalisir.. di lain waktu tentu saja di laki-laki berkali-kali memahami perasaan si perempuan, tapi perempuan emang hobi menggeneralisir dg mengatakan ‘tidak pernah’.

Walhasil… relasi perempuan-laki-laki memang unik dan perlu dipelajari, kalau ga mau kejebak dalam miskom..atau yang parah, terjebak dalam kegeeran yang ga jelas…:)


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s