Handwriting untuk Anak

DSC01361

Akhirnya Reza dan saya sudah mantap: Reza akan melanjutkan homeschooling-nya (selanjutnya disingkat HS). Seperti saya ceritakan sebelumnya di sini, Reza menolak masuk SD dan “mau belajar sama Ummi aja” (selama ini di TK kan ya belajar sama ummi-nya juga karena TK-nya saya yang mengelola :D). Oiya, Reza sekarang udah balik panggil “mama” lagi (dia memang suka gonta-ganti sapaan ke saya).

Sebenarnya saya juga belum ahli dan mahir untuk ber-HS. Sambil jalan, saya diskusi dengan teman di FB dan baca-baca buku. Dan setiap kali dapat pencerahan, setiap kali pula proses HS kami diperbaiki. Galau? Hohoho… ya pastilah. Tapi mengutip kata seorang teman: kita bisa kok hidup damai dengan galau; justru kegalauan itu akan mendorong kita terus mencari ilmu.

Naaah… salah satu perbaikan terbaru yang saya terapkan ke Reza adalah program menulis jurnal (jangan bayangkan jurnal ilmiah ya.. ini istilah saja, untuk catatan harian). Sebelumnya, saya pernah sharing bagaimana cara saya melatih Kirana menulis di sini. Dan, kesalahan saya, untuk Reza,  saya malah agak mengabaikan. Hingga hampir umur 7, Reza belum juga saya latih menulis. Tapi, alhamdulillah, meski lambat mengajari Reza, saya sempat menemukan ilmu baru. Justru saya dulu salah: mengajari Kirana menulis langsung di laptop. Padahal, coba deh browsing-browsing, ternyata menulis dengan tangan itu lebih bermanfaat untuk para penulis; dan untuk anak-anak, malah menstimulasi kecerdasan.

Dalam berbagai artikel itu disebutkan bahwa akhir-akhir ini orang banyak menilai belajar menulis tangan sebagai hal yang buang-buang waktu. Mereka lebih senang melihat anak mereka mahir mengetik di laptop atau smartphone. Konon, kalau dibiarkan terus, lama-lama handwriting akan jadi seni yang musti dipelajari khusus, sebagaimana menjahit, membatik, atau mengukir, hehe… Padahal beberapa penelitian menemukan bahwa menulis dengan tangan justru menstimulai kecerdasan. Antara lain, ini saya kutip dari artikel-artikel itu:

1. Psikolog dari University of Wisconsin menguji siswa di kelas 2, 4, dan 6, dan menemukan bahwa mereka tidak hanya menulis lebih cepat dengan tangan dibandingkan dengan keyboard, tetapi juga menghasilkan lebih banyak ide saat menulis esai dengan tulisan tangan. Gerakan jari berurutan yang diperlukan untuk menulis dengan tangan mengaktifkan wilayah otak yang berperan dalam pikiran, bahasa, dan memori jangka pendek.

2.Sebuah studi di Universitas Indiana menguji dua kelompok anak: satu kelompok anak menulis dengan tangan, sementara kelompok kedua hanya melihat contoh-contoh dari huruf A, B, dan C, dll. Kemudian, kedua kelompok anak-anak memasuki mesin pemindai otak (kepada mereka dikatakan: “ini pesawat ruang angkasa”). Kepada mereka ditunjukkan huruf-huruf. Ternyata, aktivitas saraf di kelompok pertama jauh lebih maju dan “seperti orang dewasa”.

3. Menulis tangan dapat meningkatkan komposisi ide dan ekspresi, dan dapat membantu motorik halus-pengembangan keterampilan.

4. Tulisan tangan berbeda dari mengetik karena memerlukan gerakan jari yang berurutan untuk membentuk huruf, sedangkan dalam mengetik dengan keyboard, tangan hanya menyentuh sebuah tombol. Gerakan jari itu mengaktifkan sebagian besar wilayah otak yang digunakan untuk berpikir. Sayangnya ini justru semakin ditinggalkan karena anak sejak kecil sudah terbiasa dengan gadget atau laptop.

Jadi, saya pun mulai mengajari Reza menulis. Caranya, saya membeli buku tulis yang lucu, bergambar Angry Bird (Reza memang lagi suka game Angry Bird). Sebelumnya saya sudah membuat daftar di buku khusus (“Catatan HS Reza”), apa saja yang dilakukan Reza hari sebelumnya, misal: baca Iqro, baca cerita Quran, main boneka dengan Fadli (sepupunya), nonton DVD Paddle Pop, menemani Mama ke TK, les gambar, dll. Lalu, saya minta Reza memilih salah satu yang ingin dia ceritakan. Reza memilih menceritakan soal main boneka.

Saya tanya: kemarin main bonekanya ceritanya tentang apa?

Reza: ada orang gila masuk restoran

Saya: oh, jadi kemarin main restoran-restoranan?

Reza: iya… dst (dia langsung cerita panjang lebar, bahkan sambil tertawa-tawa, bagaimana ‘skenario’ main bonekanya kemarin; ternyata si Mama-TeddyBear berperan jadi orang gila yang masuk restoran dan harus membayar uang 1 juta. Reza berperan jadi kasir restoran. Si Mama TeddyBear ga punya uang dan bilang ‘aku mau ke bank dulu ya’. Eh ternyata dia nggak punya uang di bank..dst)

Saya: nah, coba tulis yang Reza ceritakan tadi.

(Dia kebingungan sebentar) Saya: mungkin bisa diawali “kemarin aku…” (langsung Reza dapat ide, dan menulis). Karena nulisnya masih lambat (dan berantakan), ya nggak usah panjang-panjang; dan gak harus sampai selesai (cerita Reza soal orang gila masuk resto itu kan panjang banget, kalau disuruh tulis semua bisa jadi cerpen deh dan Reza bisa frustasi karena akan sangat berat buatnya).  Yang penting proses belajar sudah dimulai. Mudah-mudahan saya bisa konsisten 🙂

 

NB: ini bbrp artikel soal handwriting:

http://theweek.com/article/index/238801/4-benefits-of-writing-by-hand

http://theweek.com/article/index/207846/how-writing-by-hand-makes-kids-smarter

http://online.wsj.com/article/SB10001424052748704631504575531932754922518.html

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Handwriting untuk Anak

  1. Sepertinya Reza udah mulai keluar bakat potensi mengarang fiksi 🙂

    Paling efektif memang mengajak anak menulis rangkaian cerita yang ada dalam benaknya.
    Kedua putri kami juga seperti itu, kalo pulang dari jalan-jalan, biasanya langsung menulis di buku diary-nya menceritakan kronologis tadi ngapain aja. Itu saat masih di era usia 6-7 th. Sasha (putri kedua) masih menulis di diary. Kalo Nana, sejak usia 8 th, sudah tidak lagi.

  2. Wallahu a’lam juga pak.. Sejauh ini dia males-malesan banget kalau disuruh nulis, susah payah saya membujuknya. Apa ada beda ya, antara anak laki-laki dan perempuan? Dulu waktu kecil Kirana sama sekali tidak perlu disuruh-suruh, nulis aja sendiri sambil menggambar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s