Perpustakaan Mini

Saya cukup sering membelikan buku untuk Reza. Untuk Kirana juga, tentu, tapi frekuensinya tidak terlalu sering karena dia sudah bisa memilih sendiri dan buku yang disukainya biasanya berharga cukup lumayan (novel-novel yang tebal). Sementara untuk Reza, saya membeli buku banyak sekali, karena… apa lagi kalau bukan obral :D. Ya, Gramedia atau Mizan kan emang sering mengadakan obral buku untuk anak. Karena harganya murah, akhirnya jadi nafsu beli banyak-banyak (ya ujungnya sih mahal juga, hiks). Makanya, terus-terang saya agak menghindari Gramedia atau obralan di Mizan. Kalau nggak perlu-perlu amat, saya males ke sana. Soalnya suka kalap beli buku. Untuk keperluan saya sendiri, saya lebih suka membeli online, karena akan dipikir baik-baik, bakal dibaca atau hanya akan disimpan di rak dengan semangat, “Ya ntar dibaca deh!”

Nah, balik lagi ke Reza. Setiap liat obralan buku, rasanya sulit menahan keinginan untuk melihat-lihat dan akhirnya membeli. Lama-lama buku-buku itu bertumpuk begitu saja. Sebagian sudah disumbangkan ke perpustakaan TK yang saya kelola. Nah yang ada di rumah, karena bertumpuk tak beraturan, Reza cenderung memilih buku yang paling atas saja. Sayang kan, padahal banyak sekali buku-buku yang baru dia baca sekilas, nganggur begitu saja. Akhirnya baru-baru ini saya meminta tukang untuk membuat rak display buku (niat sih udah lamaaa..tapi baru kesampaian sepekan yll). Bahannya murah, hanya triplek tipis dan kayu biasa (bukan yang mahal), karena tukangnya juga bukan profesional, hasilnya juga gak halus kayak rak yang di toko buku. Tapi cukuplah. Buku-buku Reza dipajang dengan cover menghadap keluar. Dan..tralaaa.. benar saja dugaan saya. Dia sangat suka dengan perpustakaannya ini. Tiap sebentar dia melihat-lihat buku, memilihnya, lalu membacanya. Setelah itu ditaruh lagi, dan membuka yang lain. Buku-buku yang lama, yang selama ini tak terjamah karena tertindih buku-buku lainnya, akhirnya mendapat kehormatan dibuka dan dibaca kembali oleh Reza. Btw, rak display ini pun ternyata tidak cukup memuat semua buku Reza, jadi sebagian disimpan di rak buku biasa. Rencananya, akan saya pergilirkan aja. Nanti kapan-kapan, isi rak display ini diganti dengan buku-buku yang menumpuk di rak lain.

Ini fotonya. Foto pertama goyang, tapi Reza senang melihatnya, katanya, “Wow, aku kayak disedot sama Dementor!” (Dementor di Harry Potter dikisahkan menyedot kebahagiaan manusia).

DSC00119DSC00120

Advertisements

6 thoughts on “Perpustakaan Mini

  1. @JYNita, Sayekti, RGBM;.. makasih dah mampir.. koleksi buku memang asyik, membacanya pun memberi wawasan yg luas.. naah..giliran ngurusin buku yg bertumpuk, ga semua org punya kemampuan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s