Rezeki dan Pernikahan

Hari Jumat, ibu pemilik kontrakan datang (saya mengontrak rumah untuk kegiatan TK Rumah Qurani yang saya kelola, lokasinya dekat rumah saya). Waduh, tak terasa, sudah datang lagi masa bayaran. Masih ada tenggang waktu sampai Mei sih… tapi… hwaa… mau cari uang kemana ya? Tapi suami saya selalu tenang dan optimis, dan berkata, “Insya Allah nanti Allah yang ngasih.”

Nah, di antara obrolan sana-sini dengan si ibu, saya bilang, “Ya, doain ya bu… supaya kami dimudahkan rezeki, dan TK ini bisa berjalan lancar…” Si ibu yang memang sudah sepuh, antara lain menasehati, “Niatkan benar-benar lillahi ta’ala..”  [nasehat seperti ini sudah sering saya dengar, tapi..hiks, tetep aja rek, susah mengaplikasikannya, apalagi saat pengeluaran banyak dan murid2 TK hanya 1/3 saja yg rajin bayar; kalaupun bayar semua tetap saja sangat jauh dari pengeluaran tiap bulan; kalau sudah harus merogoh kocek dalam2, sering hati saya terbersit rasa kesal..]

Nah.. tapi ada yang menarik dari nasehatnya, “Yang penting suami istri harus kompak. Kalau ada masalah, hadapi, cari penyelesainnya. Itu syaratnya [biar dapat rizki].”

Eeh.. kebetulan saya juga dicurhatin teman soal ini. Dia bertengkar dg pasangannya gara-gara ekonomi keluarga yang seret. Dan saya yang sebenarnya awam masalah agama ini berusaha menjawab sebisanya. Saya bilang begini…

Continue reading

Advertisements