Soal Jodoh

Kemarin ada temen yang nanya,  lucu deh (ini temen masih muda dan emang orangnya kritis dan blak-blakan banget). Dialog ga persis begini ya, saya agak lupa persisnya.

Temen: mbak, mau nanya, gimana caranya dapetin suami yang ga minderan?

Saya: maksudnya?

Temen: iya, suami mbak kok nggak minder punya istri kayak mbak..? aku aja yang cuma segini [dia ini aktivis kampus] cowok-cowok udah pada minder

Saya: [ketawa dalam hati, belum tau dia kalau saya malah minder sama suami saya; di mata saya, suami saya jauh lebih keren daripada saya]..emm..emang dari awal dia justru milih saya karena melihat saya ini mahasiswi berprestasi di kampus.. [halah kok gw jawabnya begini ya…hahaha..tapi beneran, suami saya jawab begini pas saya tanya kenapa kok mendadak ngelamar saya]

Temen: tapi cowok-cowok sekarang kok kliatannya insecure banget ya?

Saya: sebenarnya masalah jodoh mah personal ya, tiap orang punya cerita berbeda..

Saya nggak bisa ngobrol banyak, karena akhir-akhir ini saya merasa, urusan jodoh emang bikin saya speechless, bener-bener bingung pokokna mah, buat saya ini misteri dan semua sudah diatur Allah.

Eh pagi ini nemu status terbaru Mario Teguh, bagus banget penjelasannya soal jodoh.

Bagaimana dengan JODOH, Om Mario?

Memang kenapa dengan jodoh?

Aku masih bingung tentang siapa yang disebut jodoh, apakah yang kita pilih atau yang dipilihkan oleh Tuhan?

Jodoh di tangan siapa?

Di tangan Tuhan.

Tidak, sudah dipindahkan ke tanganmu.

Lho khoq bisa gitu?

Semua hal yang menjadi pembentuk nasibmu sudah diberikan kepadamu, untuk kau pilih dan kau maksimalkan keindahannya bagi kebahagiaanmu.

Seperti apa?

Tubuh dan kesehatanmu, sudah diberikan kepadamu. Tapi, apakah engkau merawatnya atau merusaknya dengan kebiasaan buruk adalah keputusanmu.

Oh, jadi bisa saja kekasih yang aku nikahi itu aslinya adalah jodoh, tapi batal karena aku merusaknya dengan kekasaran dan ketidak-setiaan?

Betul. Seperti juga, orang biasa yang tak kau duga sama sekali akan menjadi jodoh pemulia seluruh kehidupanmu itu – bisa menjadi persis seperti itu – jika engkau memuliakannya dalam kelembutan dan kesetiaan.

Jadi jodoh itu kita yang menjadikan, bukan Tuhan?

Engkau yang mengupayakan, Tuhan yang menyetujui.

Terus, ada berapa jodohku Om?

Banyak sekali.

Lho, banyak sekali?

Ya, ada satu jodoh untuk setiap kelas pribadimu. Jika engkau kelas biasa, jodohmu biasa. Jika engkau kelas hebat, jodohmu juga hebat.

Kalau aku kelas kambing, masa’ jodohku kambing?

Wah, itu terserah kepada keikhlasanmu.

Ikhlas apa?

Ikhlas berjodoh dengan … dengan … (hmm … kasih tau gak ya?)

He he … Jadi itu maksudnya “Wanita baik untuk laki-laki baik, dan sebaliknya” ya Om?

Tepat sekali!

Jadi kalau aku rajin belajar, rajin bekerja, menjaga kesehatan dan kebersihan, meramahkan sikap, menghormati orang tua, menyayangi saudara dan sahabat, jujur, dan selalu mensyukuri nikmat Tuhan – aku akan disandingkan dengan pribadi yang sesuai kebaikannya?

Super sekali!

Tapi, khoq setelah menikah banyak yang berantem?

Itu masalah penyesuaian, bagi kalian berdua, agar kalian pantas bagi kelas keluarga yang penuh kesejahteraan dan kebahagiaan, pada derajat-derajat yang lebih tinggi.

Hmm … jadi semuanya bergantung kepada kebaikan diriku ya Om?

Betul.

Wah, terima kasih ya Om? Kalau aku ada pertanyaan lagi, aku bisa tanya ya?

Ya, any time. Tapi sekarang sana gih, gembirakanlah orang tuamu, jadikanlah dirimu berguna.

Mario Teguh

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Soal Jodoh

  1. Pingback: Coming Soon: A Note From Tehran | My daily life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s