[Parenting] Melatih Thinking Skill

(Copas dari status saya di FB):

Alkisah, seorang ilmuwan dan teknokrat yang sangat handal (dan dikenal hidup lurus) ditangkap pihak berwenang dengan tuduhan korupsi. Sebut saja namanya si X. Menurut info orang ‘dalam’, uang haram yang ada di tangannya itu ternyata ‘uang lelah’ dari sebuah perusahaan asing. Dan ini dianggap beda dengan uang suap karena tender sudah dilakukan dengan fair. Ini hanya uang lelah yang dianggap wajar selama ini. Hanya saja, si X ini berniat menggunakan uang itu untuk setoran ke pihak ‘anu’ supaya jabatannya naik. Karena urusannya jabatan, pastilah yang mengincar cukup banyak. Nah, lawan ‘politik’-nya ini, yang tahu soal aliran uang uang lelah itu, melapor ke pihak berwenang. Si X pun ‘tertangkap tangan’.

Masih kata ‘orang dalam’ nih ya, landasan si X memberikan uang setoran itu ternyata ‘mulia’: dia berharap dapat memperbaiki kondisi negeri ini melalui jabatan yang dikejarnya itu. Nah karena di negeri bobrok ini, untuk menjabat perlu kasih setoran ke pihak-pihak tertentu, si X bun ber-‘logika’: apa boleh buat, sudah sistemnya begini… kalau saya tidak kasih uang, jabatan itu tidak bisa saya pegang; kalau saya tidak menjabat di posisi itu, bagaimana memperbaiki situasi yang ada sekarang..? Ini demi kebaikan!

Nah, di sinilah pentingnya thinking skill (kemampuan berpikir). Profesor saya bilang ‘di Indonesia ini banyak orang cerdas, tapi ga bisa mikir’. Cerdas dan mikir itu dua hal yang berbeda rupanya. Si X ini kurang cerdas apa..? Wah, cerdas banget, bahkan punya pangkat sangat tinggi di dunia akademis. Tapi dia tidak bisa berpikir jernih: apakah ‘uang lelah’ itu halal atau haram? Meskipun pemberian itu sudah berlangsung puluhan tahun dan dianggap biasa, dianggap bukan suap, tentu tidak bisa dijadikan parameter kebenaran. Justifikasi lainnya: ini kan bukan uang negara, ini dari perusahaan asing, negara tidak dirugikan. Benarkah? Inilah pentingnya kemampuan berpikir sistemik: benarkah bila itu uang dari perusahaan asing artinya bangsa ini tidak dirugikan? Dan bila dia berhasil meraih jabatan yang diimpikannya itu, apakah dia benar-benar leluasa melakukan hal-hal yang idealis? Tidakkah dia tersandera oleh pihak ‘anu’ yang diberinya uang setoran (dan pasti akan menuntut setoran berikutnya)?

Nah, siapa yang bertanggung jawab melatih thinking skill ini? Orang tua. Bukan sekolah. Makanya banyak orang cerdas tapi ga bisa mikir. Dan banyaknya koruptor hari ini, adalah kesalahan orang tua di masa lalu. Para koruptor hari ini adalah anak-anak di masa lalu yang seharusnya diasuh dengan baik oleh para ibu dan ayah mereka. Batas benar-salah terkadang sangat samar dan butuh thinking skill tingkat tinggi.

Bagaimana cara melatih thinking skill anak? Jawabnya simpel: biasakan mereka berpikir, jangan prtu yang sibuk mikir untuk mereka. Ketika anak nilainya jelek, jangan ortu yang ambil alih, “Kamu les aja!” Tapi, tanyakan, “Menurutmu, apa yang harus kamu lakukan supaya nilaimu baik?” Anak nangis pulang karena ditonjok temannya, jangan langsung intervensi, “Besok mama adukan pada bu guru!” Katakan, “Menurutmu, apa yang sebaiknya kamu lakukan terhadap temanmu itu?” Saat membacakan buku cerita, stimulasi anak, “Menurutmu, perilaku si kancil itu benar atau salah?” Dst.

Thinking skill anak bisa dilatih bila ortu pun melatih thinking skillnya. Kalau masih suka membeo apa kata orang lain, bak katak dalam tempurung, tanpa pake mikir, tanpa mampu memberi argumentasi yang valid, hanya berlindung pada justifikasi ‘ini kelompokku, maka semua yang dilakukan kelompokku pasti benar, tak perlu diverifikasi lagi’, sulit berharap bisa menumbuhkan thinking skill anaknya.

Advertisements

4 thoughts on “[Parenting] Melatih Thinking Skill

  1. Pingback: Melatih Thinking Skill | The Jalinus Blog

  2. salam, saya suka dengan tulisan ini, dan saya pun baru “ngeuh” tentang thinking skill pada anak setelah baca ini… izin copas ya Mba Dina… terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s