[Parenting] Menjaga Anak Gadis

(Copas dari Fanpage Bunda Rani Razak Noe’man):

 

Menjaga Anak Gadis

Kutipan Vivanews.com (29 Maret 2013): Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Garut, Nita K Wijaya, menjelaskan tingginya kasus asusila yang menimpa terhadap anak di bawah umur bermula dari perkenalan korban dengan pelaku melalui situs jejaring sosial Facebook. “Jadi 15 kasus asusila terhadap anak ini diawali dengan perkenalan melalui facebook, padahal antara korban dan pelaku baru 1 atau 2 kali pertemuan, ” ujarnya.

Waduh, naudzubillah…

Apa yang perlu dilakukan ortu untuk mencegah hal ini?
Catet ya…: “Peluk dan cium anak gadismu sering-sering.. Puji kebaikan dan prestasinya… Sebelum dia terpikat pada laki-laki asing yang melakukan itu semua untuknya!”

Penjelasannya begini. Anak-anak gadis yang terpikat oleh teman di facebook, lalu kabur dari rumah bersama temannya itu, hampir pasti memang anak-anak yang kurang kasih sayang di rumah. Butuh keberanian sangat besar bagi seorang perempuan (apalagi anak di bawah umur) untuk meninggalkan rumah dan orangtuanya. Bila rumah dan orangtua memberikan cinta dan kenyamanan yang cukup, akankah seorang anak mau meninggalkan rumahnya demi lelaki yang baru saja dia kenal?

Jadi gimana dong? Ortu sebaiknya membolehkan anak gadisnya FB-an, atau tidak? Saya pikir, terpulang pada keputusan masing-masing ortu ya, silahkan dipertimbangkan baik/buruk/resikonya; lalu diskusikan baik-baik dengan anak. Tapi inti masalah ini bukan pada boleh/tdk-nya FB-an, tapi bagaimana menciptakan situasi yang nyaman di rumah, sehingga anak gadis kita nggak haus kasih sayang dan langsung klepek-klepek saat dirayu cowok di FB.

Rumah adalah tempat di mana anak-anak memulai proses panjang untuk membangun jati dirinya, tempat dimana anak mengenal berbagai kemungkinan pilihan dan menyadari bahwa setiap pilihan ada konsekuensinya. Persoalannya, dewasa ini rumah bukan lagi menjadi tempat pendidikan anak yang utama. Orangtua seringkali merasa sudah melaksanakan tugas mendidik anak dengan mengirim mereka ke sekolah yang baik, kalau perlu sekolah termahal di kota itu serta membekalinya dengan berbagai fasilitas pendidikan, termasuk komputer + internet + HP berfitur tinggi. Padahal, sekolah hanyalah lembaga pendamping pendidikan, terutama dari segi kognitif (akademis).

Jadi? Yuk, luangkan waktu untuk berlama-lama ngobrol dengan anak gadis kita. Buat dia nyaman curhat dengan kita; jangan segan memuji dan memeluknya, dan kalau ada yang perlu dikritik, sampaikan dengan sebaik-baiknya. Kalau bingung gimana caranya, pelajari teknik komunikasi (Amazing Communication).
Lakukan ini, sebelum dia punya pelarian: curhat ke orang asing…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s