[Parenting] Cara ‘Rahasia’ Belajar Ice Skating

Sungguh, kemarin pengalaman yang luar biasa buat saya dan Reza (dan sepertinya juga buat teman-teman praktisi HS yang kemarin ikut ngumpul di Sky Rink, Mal Taman Anggrek, Jakarta). Luar biasa karena, terus-terang, saya ini sangat ‘penakut’. Saya khawatir setengah mati kalau Kirana pergi les sendirian, tanpa didampingi ortu. Bolak-balik saya sms gurunya,ngecek, anak saya sudah sampai apa belum. Dulu, ketika Reza belajar sepeda, saya pun setengah mati menahan kuatir. Saat dia terjatuh, duh, rasanya hati ini ngenes banget. Tentu, saya sembunyikan; saya terus beri dia semangat. Dan akhirnya bisa. Alhamdulillah. Tapi, kekuatiran belum berakhir. Saat dia bersepeda di depan rumah dengan stang yang masih goyang, ada motor lewat, saya rasanya ingin teriak karena kuatir. Ingin sekali teriak, “Jangan Nak, di rumah saja! Nanti ketabrak.. Nanti diculik.. bla..bla..”

Saya tahu itu salah, makanya saya upayakan tekan perasaan itu. Saya berusaha biasa saja di depan anak, meski sebenarnya di dalam hati, rasanya kuatiiir.. sekali.

Kemarin.. saat belajar ice skating..oh nooo.. rasa kuatir itu muncul cukup besar. Saya ga bisa ice skating, dan saya nggak mau mencoba ikut main skating bersama Reza. Yang saya bisa lakukan cuma pasrah, membiarkan dia masuk ke arena skating bersama teman-temannya. Lalu saat saya lihat dia kerepotan berpegangan di besi pinggir arena, dan berkali-kali hampir jatuh, saya segera memalingkan wajah. Saya takut sekali.

1465365_10151796135333733_486678311_n

anak-anak berpegangan pada besi di pinggir arena (photo: wiwiet mardiati)

Tapi dia dan teman-temannya, terus pantang mundur, berpegangan ke besi sampai jauh dari pintu masuk. Lalu, saya terpikir, wah, baju Reza pasti basah nanti, padahal saya tidak bawa baju ganti. Tak lama kemudian, datang Irma dan anak-anaknya. Eh, mereka malah ga bawa jaket. Akhirnya saya dan Irma pergi belanja baju dan jaket ke Matahari di lantai 2. Saat kami kembali ke Sky Rink di lantai 3.. subhanallah.. Reza sudah bisa! Saya melihatnya ada di tengah arena, berdiri tegak dengan sepatu ice skatingnya.

reza sudah bisa berdiri tegak di tengah arena (photo by wiwiet mardiati)

reza sudah bisa berdiri tegak di tengah arena (photo by wiwiet mardiati)

Saya hampir nangis terharu, tapi ditahan-tahan (malu dong sama yang lain). Reza memang berkali-kali jatuh tapi dia sama sekali tak patah semangat, langsung berdiri lagi dan mencoba lagi. Kalau saja saya tadi di sampingnya dan berkali-kali menjerit, mungkin hatinya akan menciut dan mungkin berhenti mencoba.

Dan saya lihat, yang berjasa besar adalah Mella (rasanya pengen meluk dia, tapi sama, malu juga..haha.. maklum baru ketemu). Jadi ceritanya, Mella ini bisa main ice skating; dia punya dua anak, Husayn dan Ali. Husayn sudah sangat lancar skating. Husayn-lah yang berkali-kali dengan setia membantu teman-temannya, Reza, Tata (anak mba Lala), Atala (anak mba Wiwiet), Dilan dan Difi (anak Irma). Mella pun bertindak sebagai pelatih dadakan bagi mereka. Dalam waktu singkat, anak-anak itu sudah bisa meluncur di es. Sementara, Ali, si kecil, awalnya juga masih dipegang ibunya saat skating, tapi lama-lama berani lepas dan bisa berjalan dengan sepatu skating di lapisan es yang licin itu.

Mella sedang melatih anak-anak (photo & montage by wiwiet mardiati)

Mella sedang melatih anak-anak (photo & montage by wiwiet mardiati)

Ini videonya:

Dan pagi ini, saya saat membuka FB untuk mencari foto-foto di fb mba Wiwiet (krn foto hp saya hasilnya ga terlalu bagus), saya membaca komen dari Mella, yang sangat berharga untuk direnungkan.

Ice skating kali ini bener2 berkesan buatku, awalnya keringetan di dlm skyrink krn tnyata ada 4 anak yg cuma nempel dipinggiran boro2 meluncur, bahkan berdiri aja susah (lha aku aja juga ga bisa maiiinn), tp tnyata melibatkan mereka sebagai partner belajar, teriakan membangun, ketawa lepas dan saling membantu ketika jatuh, membuahkan mereka bisa meluncur dengan penuh rasa percaya diri, kupikir2 sebenarnya kadang kita terlalu mendewakan teknis dan step2 belajar, padahal anak-anak secara alami mengeluarkan potensi mereka sendiri. Mungkin anak2 manis ini berpikir aku yg membantunya belajar hingga mereka bisa meluncur, padahal mereka mengajari diri mereka sendiri dan bahkan aku yg belajar banyak hal dari mereka hari ini. Terima kasih atala,tata, Husayn,Ali,difi,reza,dilan dan Zahra.

Luar biasa. Saya jadi belajar lagi soal ‘belajar’ pada komen Mella ini. Like it so much, so inspiring…! Inilah rupanya ‘rahasia’ Mella mengajari anak-anak kami ice skating: melibatkan mereka sebagai partner belajar, teriakan membangun, ketawa lepas dan saling membantu ketika jatuh. Saya tidak tahu apa saya bisa mempraktekkannya, karena saya sendiri tidak berani mencoba bermain skating. Saya hanya bisa bersyukur bahwa kemarin Reza menemukan guru luar biasa 🙂 Tapi, rasanya, tips ini juga bisa dipraktekkan dalam kegiatan belajar lainnya.

Akhir cerita… terimakasih banyak buat mba Wiwiet yang berkat posting foto Atala bermain skating, membuat Reza ngotot pengen main skating juga, dan akhirnya kami janjian ketemuan bareng di Sky Rink. Terimakasih juga buat Irma, senang akhirnya saya bisa ketemu dengan sang inspirator saya. Aneh deh, Irma ini mengisnpirasi saya justru karena postingannya yang sering bernada galau, sehingga membuat saya mikir, “Oh, jadi normal yah kalau gw galau.” Hahaha… Juga, thanks to mba Devi dan anaknya Zahra yang kemarin juga ikut hadir. Saya kemarin menyaksikan langsung kesabaran mba Devi membimbing Zahra yang mengalami autisme, benar-benar menyentuh hati dan inspiring… Dan hebatnya, Zahra sudah lancar ice skating, tante Dina kalah banget nih, karena ga berani mencoba…

ki-ka: dina, wiwiet, devi, zahra, mella, irma (anak-anak cowok: reza, difi, husayn).. photo pinjam dari FB Devi

ki-ka: dina, wiwiet, devi, zahra, mella, irma (anak-anak cowok: reza, difi, husayn).. photo pinjam dari FB Devi

Semoga kita bisa ketemu lagi ya.. Reza di atas bis sudah nanya-nanya, “Kapan kita main ice skating lagi?”  🙂

reza in action (photo by wiwiet mardiati)

reza in action (photo by wiwiet mardiati)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s