Ayo Bantu Korban Banjir Indonesia!

korban banjir (foto: kompas)

korban banjir (foto: kompas)

Sedih sekali menyaksikan berita banjir di mana-mana. Saya pun sebenarnya tinggal di daerah rawan banjir. Kalau hujan deras di wilayah yang lebih tinggi, mengalirnya biasanya ke daerah saya. Daerah rumah saya itu cukup terkenal, sering masuk Metro TV karena… banjir!

Alhamdulillah hingga detik ini belum pernah air banjir itu masuk rumah, hanya lewat di depan rumah: jalanan di depan rumah kami bagaikan air sungai. Baru ‘segitu’ saja, rasanya ingin pindah saja dari sini. Entah apa yang dirasakan oleh mereka yang benar-benar kebanjiran, harus mengungsi  berhari-hari… :((

Sudah begitu, semakin sedih pula menyaksikan pemimpin kita malah sibuk mengurusi partai, istrinya sibuk komen di instagram.Konon, malah ada yang menyalahkan alam, “lha sudah fenomena alam kok, pemerintah musti gimana lagi..?” seolah-olah begitulah katanya. Oya..?

Saya baca ulasan menarik di sini: apakah banjir itu salah alam, atau salah manusia? Lalu bila kita salahin manusia, apa enggak artinya malah ‘menyalah-nyalahin’ korban..? Tentu saja tidak demikian maksudnya.

Tuhan menciptakan makhluk hidup dan benda mati. Secara teologis, beragam persoalan besar yang terkait dengan fenomena ekologis seperti yang kita lihat sekarang ini, tidak terkait dengan alam. Alam tak akan pernah dimintai pertanggungjawaban secara teologis oleh Tuhan. Bagaimana mungkin meminta pertanggungjawaban kepada benda mati?

Secara teologis pula, jika ada fenomena bencana alam, seperti banjir masif yang terjadi akhir-akhir ini, ada beberapa sebab kemungkinan. Pertama, mungkin karena ulah manusia yang telah merusak ekosistem. Di sini, alam hanyalah merespons. Bencana hanyalah pantulan atas perilaku ekologis manusia. Karena alam disakiti, maka ia balas manyakiti. Perilaku yang direspons bisa jadi bukan tanggung jawab manusia generasi sekarang. Kebanyakan malah ulah orang terdahulu. Jika ini yang terjadi, para perusak ekosistem harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Hati-hatilah para pembabat hutan, pembangun vila di kawasan perbukitan tadah hujan, para pembangun mal di daerah resapan, juga orang-orang serakah yang mendesak kaum marjinal hingga tidak punya pilihan, kecuali membangun pemukiman di bantaran sungai, agar bisa bertahan hidup! Hati-hatilah, karena kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap nyawa yang melayang dan kerugian lainnya yang diakibatkan oleh bencana banjir. Kalian akan dikejar sampai ke liang kubur!

(analisis selanjutnya baca saja di artikel Teologi Banjir: Alam Tak Pernah Salah)

Nah, sambil introspeksi, merenungi ini semua salah siapa, sementara ini tentu saja kita ‘wajib’ mengirimkan bantuan kepada mereka yang mendapatkan musibah banjir. Ada banyak organisasi yang mengelola bantuan. Beda kalau mengirim bantuan ke Palestina atau penggalangan dana untuk pengungsi Suriah, kita perlu check dan recheck karena penyaluran bantuan tidak kelihatan di depan mata. Untuk  bantuan banjir ini, dengan mudah kita bisa melihat realisasinya.

Mari kita ingat hadis Rasulullah, sedekah itu menolak bala. Sebagai bentuk syukur kita tidak kebanjiran, juga sebagai penolak bala, mari sumbangkan kelebihan rizki untuk membantu korban banjir. Ingat, mereka juga ‘yatim’ sama seperti kita: pemimpin kita sibuk mengurusi dirinya, dan melupakan kita, rakyat,  ‘anak-anak-nya’

“..sayangi yang ada di bumi, yang di langit akan menyayangi kalian..” 

Advertisements

One thought on “Ayo Bantu Korban Banjir Indonesia!

  1. Pingback: Ayo Galang Dana untuk Pengungsi Suriah! « Kajian Timur Tengah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s