Jalan-Jalan Ke Sekolah Perempuan

Ceritanya begini. Saya sadar sepenuhnya bahwa berkebun itu sangat penting dalam proses pendidikan anak. Silahkan browsing saja, gimana pentingnya. Apalagi kalau baca-baca metode pendidikan Charlotte Mason (misalnya, buku ‘Cinta yang Berpikir’ karya Ellen Kristi), wah, pasti deh, merasa bersalah banget kalo engga mengajak anak mencintai alam, tumbuhan, dan kebun.

Masalahnya, saya TIDAK suka berkebun. Males banget. Tapi sebagai ibu yang bertanggung jawab *amin* saya berusaha menumbuhkan tekad untuk berkebun. Setelah lama tertunda, akhirnya, pak tukang pun datang, membuat rak untuk pot-pot yang KELAK (lama banget?) akan ditanami sayuran. Lalu, selama berhari-hari,  rak itu nganggur. Berkebunnya masih wallahu a’lam, saya masih mencari inspirasi (dan motivasi) dulu. Padahal bibit sudah ada beberapa jenis, dikasih temen-temen (antara lain hasil jalan-jalan ke Pesantren Babussalam, duluuu banget…sampai sekarang blm ditanam).

Nah, seperti biasa, ketika saya butuh inspirasi, saya browsing-browsing, ketemu deh sumber inspirasinya. Awalnya, saya baca tulisan teh Indari Mastuti (Iin) di Kompasiana, trus saya ‘kejar’ ke facebooknya (selama ini kami berteman di FB tapi belum pernah saling sapa :D). Eh, pas baca wallnya, beliau menawarkan bibit cabe dan mempersilahkan siapa aja yang minat datang ke rumahnya. Langsung deh, saya inbox, ngajak ngobrol. Ternyata orangnya ramah banget. Padahal, beliau ini ibu terkenal lho, founder grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB), dan yang sedang naik daun, Sekolah Perempuan. Wah, kayaknya emang wajib dikunjungi nih. Saya selalu kagum pada aktivis sosial yang punya sumbangsih nyata ke masyarakat, secara saya susah banget kalau diajak aktif sosial (saya tipe rumahan dan agak-agak susah bersosialisasi).

Akhirnya, karena diniatin banget, jadi juga deh, hari Ahad sore, saya, Rana, dan Reza main ke rumah teh Iin. Subhanallah, masuk ke rumah, yang sekaligus difungsikan sebagai Sekolah Perempuan (SP) itu, saya langsung takjub lihat deretan buku-buku yang tersusun rapi. IIDN dan SP berhasil melahirkan ratusan penulis perempuan (targetnya: 1 juta!), dan kini sudah terbit 500-an judul buku karya mereka. Kata teh Iin, yang belajar nulis di IIDN / SP itu bahkan ada yang belum kenal word, masih ngetik pake HP. Tapi, akhirnya bisa nerbitkan buku juga. Saya bahkan ketemu dengan ibu mertua teh Iin, yang ternyata WOW… sudah menerbitkan 40 (gak salah baca: EMPAT PULUH) judul buku resep masakan!

Jadi, ibu-ibu, never give up ya.. Kalau sudah berniat menulis, ada minat (dan sedikit bakat pun cukuplah), insya Allah bisa kok jadi penulis, asal rajin berlatih nulis. Cara ampuh jadi penulis adalah.. dengan MENULIS. Minimalnya, mulailah nulis di blog atau note FB (jangan puas hanya nulis 2-3 kalimat curhat di FB ya).

Seiring waktu, di SP tidak hanya fokus pada belajar nulis. Ibu-ibu yang punya minat dan bakat di bidang lain pun diberi keterampilan, misalnya bikin kerajinan tangan yang laku dijual, bikin baju, dll. Gak heran kalau SP berkali-kali di-studi-bandingi pejabat dan peneliti (atau ibu-ibu biasa kayak saya). Soalnya, ini memang gerakan yang unik: berawal dari komunitas di FB, akhirnya berkembang menjadi persahabatan di dunia nyata dan bergerak nyata mengembangkan potensi kaum perempuan.

Rana dan tante Iin; Rana pegang boneka lucu karya anggota Sekolah Perempuan

Rana dan tante Iin; Rana pegang boneka lucu karya anggota Sekolah Perempuan

Eh, trus berkebunnya gimana?  Ya gitu deh… saya nanya-nanya soal cara menanam, kapan disiram (sekalian, ‘menasehati tak langsung’ ke Rana dan Reza, kan mereka mendengar percakapan saya dengan teh Iin).

“Tanaman itu makhluk hidup lho.. Harus disayang, dikasih air, dikasih pupuk… Kalau enggak, kan kasihan…” kata tante Iin.

(Rana dan Reza awalnya cuek aja sambil makan baso yang enak, suguhan tante Iin. Tapi, akhirnya Reza nyeletuk juga, merencanakan pembagian tugas menyiram kebun :D)

salah satu sudut kebun mungil teh Iin

salah satu sudut kebun mungil teh Iin

Pulangnya… waduh, jadi malu, dikasih banyak oleh-oleh.Mulai dari buku karya anggota IIDN: Womenpreneur Checklist (karya Dian Akbas) dan Ketika Jodoh Menghampiri (Ida Fauziah). Buku Womenpreneur adalah panduan memulai usaha untuk perempuan, menjawab berbagai pertanyaan: bisnis apa yang cocok untukku, bagaimana memulainya, bagaimana mendapatkan modal, dll. Sedangkan buku Ketika Jodoh Menghampiri berisi tips inspiratf mewujudkan keluarga sakinah,mawaddah, wa rahmah. Wah, penting dibaca nih..;)

hadiah buku

hadiah buku

Trus ya, teh Iin membekali kami dengan sekarung…kompos! Waduh, senengnya.. (dan sekaligus: jadi ada tanggung jawab moral dong, hahaha.. masa udah dimodalin kompos dan beberapa bibit tumbuhan, berkebunnya kaga mulai-mulai?!)

Lalu, hari tadi, akhirnya, kegiatan berkebun dimulai, dengan menyaring tanah (jadi, ada tanah bekas bangunan gitu deh..cuma banyak campuran batu, jadi disaring dulu pake kawat kasa yang agak besar ukuran lubangnya, habis itu dicampur sama kompos). Jujur saja, memulainya tuh.. MALES banget! Ini bener-bener perjuangan deh buat saya. Tapi melihat Reza yang antuasias (kayaknya, nasehat tante Iin-nya ngefek banget tuh), rasanya ga tega kalau saya tetep males. Rana sih agak males-malesan (nah, ini turunan mama-nya banget deh), tapi tetap mau bekerja.

Lumayanlah, sore tadi selesai ngurusin tanah. Disambung besok lagi deh. Mudah-mudahan kebunnya jadi dan kapan-kapan fotonya bisa dipamerkan di blog ini 😀

With millions thanks to teh Indari Mastuti. Semoga Allah selalu memudahkan langkahnya bersama Sekolah Perempuan.

Advertisements

5 thoughts on “Jalan-Jalan Ke Sekolah Perempuan

  1. Pingback: Panen Pertama! :) | Dina Y. Sulaeman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s