Surabi Cinta

sumber foto: info-bdg.blogspot.com

sumber foto: info-bdg.blogspot.com

Pagi hari yang sibuk, perempuan itu tidak sempat membuatkan sarapan untuk keluarganya. Sejak dini hari, dia hanya sempat membuka laptop, menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Lalu buru-buru bersiap pergi ke kampus. Suaminya dengan tanpa beban, mengantarnya ke stasiun kereta. Untung saja, kereta belum datang. Perempuan itu mengeluh pelan. Perutnya memberontak. Malam hari, dia hanya minum jus. Dan pagi ini belum ada seteguk air pun yang melewati kerongkongannya.

“Aku ingin surabi [serabi]. Tapi.. kalau kereta keburu datang, gimana ya?”

“Tunggu di sini sebentar, aku belikan. Kalau keburu, alhamdulillah. Mau yang mana?”

“Yang pake telor dan oncom.”

Suaminya pun melajukan motor menuju tukang surabi, sekitar 200 meter dari stasiun. Tak lama kemudian, dia kembali.

“Tak ada yang telor. Cuma ada ini.”

“Ga apa-apa, terimakasih ya.”

Sang suami pun berlalu, pulang. Perempuan itu duduk di ruang tunggu, melahap surabi itu sambil browsing di hape androidnya. Tak lama kemudian, kereta pun datang. Dia tetap duduk, tak terburu-buru. Setelah semua penumpang di ruang tunggu itu pergi mendekati kereta, barulah dia bergerak.

Tiba-tiba, di dekat kereta, dia bertemu kembali dengan suaminya. Rupanya sang suami kembali lagi ke stasiun, dan dari tadi mencari-cari istrinya ke dekat kereta; padahal si istri masih duduk tenang di ruang tunggu.

“Ini, ada surabi telor,” dengan tenang dia mengeluarkan surabi itu dari plastiknya, hendak dipindahkan ke plastik surabi yang sedang dipegang istrinya.

Perempuan itu tersipu malu. Merasa sedang ditatap orang-orang banyak di kereta. Ah, apa yang mereka pikirkan melihat adegan ini.

“Ah tidak, aku sudah kenyang. Ini, surabiku masih ada satu lagi, bawa saja pulang ya?” katanya.

“Bener, ga mau?” jawab suaminya. “Ayo, ini, bawa.”

Perempuan itu menggeleng dan bergegas menaiki kereta.

Di atas kereta, ditatapnya punggung suaminya hingga menghilang dengan motornya.

Kereta pun melaju. Mata perempuan itu mendadak panas, menahan genangan air mata.

Segera diambilnya hape androidnya dan mengetik sebaris kata,

“I love you so much…”

Advertisements

One thought on “Surabi Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s