Dendeng Batokok @Dago

dendeng batokok dago1Saya rasanya belum pernah ya, promosiin tempat makan di blog. Tapi yang ini istimewa banget, sampai saya merasa ‘wajib’ nulis tentangnya. Enak dan murah (sampai takjub).

Ceritanya, hari Minggu kemarin, anak-anak ikut acara Bandung Sketchwalk di Pasar Baru. Setelah membuat sketsa sekitar dua jam, Reza mulai bosan, lalu kami jalan-jalan di lantai 6. Sempet beli sepatu dan tas. Lalu, naik becak ke Sarasvati Art Gallery, tempat pertemuan para peserta Bandung Sketchwalk. Semua karya ditaruh di lantai, untuk dinikmati sama-sama. Keren-keren deh…  (baca ceritanya di blog Kirana). Sekitar sejam kemudian, kami dijemput sama si Akang yang habis menjemput Rika (adik saya) di Batununggal (pool bis Primajasa khusus Bandara). Nah, Rika ini ada perlu ke Dago, ke rumah dosennya. Jadilah kami nyimpang ke Dago dulu sebelum pulang.

Rika di-drop di Kanayakan dan naik ojek ke dosennya, kami nungguin sambil makan siang. Saya sebelumnya, tiap pulang-pergi kampus, sering melirik-lirik restoran sederhana ini. Tapi belum pernah mampir. Kemarin itu, kesempatan deh, saya ajak si Akang dan anak-anak makan di sana.

Ternyata.. wow banget.. Ga nyangka saya: uenaaak…! (Karena ga nyangka, dikirain ini resto biasa-biasa aja, makanya ga sempet difoto tuh makanannya). Kalau istilahnya si Akang: ‘ini restoran niat banget jualannya’. Satu paket makanan tuh lengkap, nasi, sop (yang enak banget, sop asli Padang ini mah), lalapan sepiring (dan keliatan bersih banget serta ditata rapi di piring), sambel merah, plus lauk yang dipilih.  (Jadi, bayangkan penuhnya meja kami, masing-masing orang dapat paket lengkap begitu). Pilihannya selain dendeng batokok, ada soto, sop, ayam bakar, dll.

Saya pesan dendeng batokok, yang ternyata itu dendeng paling enak yang pernah saya rasakan selama ini *duh, ini nulis sambil ngiler.. ntar kalau ke kampus, mampir ke sana lagi aaah..* Dagingnya ukuran cukup besar, lembut, dan dilumuri sambel ijo yang enak banget. (Kalaupun ada kekurangan, sambel merahnya menurut saya terlalu asin).

Rana dan Reza pilih ayam bakar, yang juga enak, dilengkapi sambel kacang. Si Akang beli sop. Beberapa lama kemudian, Rika datang, dan pesen dendeng batokok juga.

Dan pas bayar… saya bener-bener takjub. Makanan lengkap berlima, plus masing-masing pesan juice, hanya 127.000! Ya ampun… makanan seenak dan selengkap itu, satu porsinya berarti cuma 15 ribuan – di luar juice (tapi ada pajak 10%). Mantap deh… 🙂

Poin plus lainnya.. kebersihannya.  Di sudut ruangan restoran (yang emang ga besar itu) disediakan mushola, westafel, dan toilet yang bersih. Dan, antara musholla dengan dapur dibatasi oleh kaca bening. Artinya, semua kegiatan di dapur bisa diamati dari mushola. Bersih. Trus ya, pelayannya selalu senyum. Ga dibuat-buat, kliatan enjoy gitu, ngurusin restoran ini.

Nah yang mau wisata kuliner ke daerah Dago, jangan lupa mampir ke sana ya.. hehe.. Lokasinya di sebelah toko swalayan Borma, dari arah bawah/simpang Dago, sebelah kanan jalan.

*suer saya ga kenal sama pemilik restoran itu, dan ga dibayar… ini murni apresiasi karena puas banget kemarin makan di sana 🙂

5 thoughts on “Dendeng Batokok @Dago

  1. Salam..Sy sdh mngenali Dina agk lama melalui buku karangan anda tntng Iran yg amt menarik bg peminat bumi Farsi ini. Smg kita dpt brkongsi ilmu dn pengalaman …Fadhil Nasr, Malaysia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s