Klarifikasi Soal Jilbab Traveler

Di FB ada seseorang yang secara kurang ajar membuat fitnah atas saya terkait tulisan saya di buku Jilbab Traveler yang dieditori Asma Nadia. Saya merasa perlu menulis klarifikasi karena berpotensi merugikan orang lain, yaitu Asma Nadia, meskipun dia bukan teman dekat (sebatas hubungan antara penulis-editor), bahkan dia bukan friend FB saya. Saya me-remove Asma dari friend FB saya setelah dia menjadikan Jo***  sebagai partner promosi bukunya. Buat saya, it’s a big no-no. Saya juga sudah meremove ratusan orang lainnya dari pertemanan FB yang hobi menyebar status-status fitnah, baik produksi Jo***, maupun produksi media-media-mengaku-Islam. Saya benar-benar merasakan pahitnya difitnah, jadi sikap saya me-remove pendukung fitnah adalah bentuk solidaritas saya kepada para korban fitnah lainnya.

Tapi saya benar-benar berempati pada Asma Nadia atas ‘nasib’-nya hari ini. I’ve been there, since 3 years ago 😦 Sejak tahun 2011 akhir, saya mulai aktif menulis soal Suriah dan ini sebenarnya biasa saja buat saya; karena saya memang sejak 2007 mulai mendedikasikan diri menjadi peneliti dan pengamat Timur Tengah. Suriah hanya satu dari sekian banyak tulisan saya yang lain soal Timteng. Namun khusus Suriah, rupanya tulisan saya sangat mengganggu situs-situs berlabel Islam yang menjadi pendukung utama jihad Suriah (dalam rangka merekrut “mujahidin” dan menggalang dana bantuan untuk “mujahidin). Jadi, siapapun yang anti-jihad Suriah akan mereka tuduh Syiah dengan dilengkapi definisi dan deskripsi yang mengandung fitnah luar biasa (saya 8 tahun tinggal dan bergaul dengan orang Syiah di Iran, jadi saya tahu pasti betapa besarnya kebohongan yang disebarkan para ‘mujahidin online’ itu).

Media pelopor fitnah kepada saya adalah Arrahmah.com (saya disebut Tokoh Syiah Indonesia), dirilis hanya dua hari setelah status FB saya yang membela Dr Joserizal Jurnalis (yang dituduh Arrahman.com sebagai Syiah karena dia tidak mau mengirim bantuan medis ke Suriah) dan status saya itu laku keras di medsos (dishare ribuan kali). Dari Arrahmah, kemudian disebarluaskan secara masif media-media-mengaku-Islam lainnya, termasuk berbagai fanpage -mengaku-Islam, dibantu oleh para netizen, terutama ibu-ibu -mengaku- muslimah yang merasa sedang berjihad dengan cara menshare fitnah. Mereka begitu percaya pada media-media pembohong itu.

Inilah klarifikasi yang saya maksud:

Seorang bernama Andy Ikha Umma Naqieb menulis begini (klik untuk memperbesar): FITNAH

Berikut ini saya upload hasil scan tulisan saya tersebut. Silahkan baca sendiri dan beri penilaian sendiri orang macam apa Andy Ikha ini. Sialnya, sedihnya, banyak sekali muslimah model begini ini. Semoga Allah memberi hidayah. Tapi ingat bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa manusia yang menzalimi orang lain, sebelum orang yang dizalimi itu memaafkannya.

Tulisan pertama (tentang Jalan-Jalan ke Iran). Klik untuk memperbesar.

Iran-1Iran-2Iran-3Iran-4Iran-5Iran-6Iran-7Iran-8

 

Tulisan kedua (tentang Jalan-Jalan ke Damaskus). Klik untuk memperbesar.

Damaskus1Damaskus2Damaskus3Damaskus4Damaskus 50-51Damaskus5Damaskus6Damaskus7Damaskus8

Demikian, terimakasih kepada yang mau membaca.

bahayanya-fitnah

Advertisements

11 thoughts on “Klarifikasi Soal Jilbab Traveler

  1. Assalamu’alaikum mbak Dina, saya salut dgn mbak yg tetap tegar mski dfitnah. Tetap sabar y mbak, insya Allah kebenaran dan kesabaran akan mengalahkan apapun 🙂

  2. Semoga Ibu Dina senantiasa bersabar dan tetap istiqomah dalam berbagi informasi yang ‘shohih’… [bukankah kita diciptakan untuk berkhidmat dan diuji tuk mencapaii jenjang insani yang sebaik-baiknya?]

  3. Salaam,
    Mbak Dina, saya dan suami memasukkan Iran sebagai salah satu destinasi travelling kami berikutnya. Sebelumnya, suami sdh beberapa kali bertugas ke sana dan sangat merekomendasikan saya juga harus kesana. Dari cuplikan tulisan mbak Dina, semiriplah dengan cara hidup di Saudi dimana kami pernah 13 tahun di sana. Ada catatan mbak Dina yang saya garis bawahi bahwa sebaiknya kalau kesana ikut paket tur, bisa kasih usulan dengan agen mana yang ada orang Indonesia-nya, mbak Dina? Tks.

    • Waalaykumsalam. Saya ga punya kenalan di Iran yang mengelola tur. Yang paling praktis sebenarnya mengontak salah satu mhsw Indonesia di sana, dan diminta jadi guide selama sekian hari dg honor yg disepakati. Yang penting itu bisa bahasa Farsi-nya. Kalau rute perjalanan, dll kan bisa nanya2 atau liat peta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s