[Parenting] Logika Warung For Kids :)

Di antara tanggapan atas status fb saya berjudul “Logika Warung” menyoroti kalimat terakhir saya “Buat ibuk-ibuk, pelajaran logika dasar kayak gini musti diajarin ke anak sejak kecil, biar kalau gede ga bikin meme yang illogical kayak gini. Malu ah.”

Mereka bilang, “Masa logika diajarin ke anak kecil? Itu kan rumit?”

Jawaban saya: Jangan remehkan kemampuan anak Anda berpikir; sejak kecil mereka itu sudah bisa mikir (dan mereka peniru ulung cara pikir/cara bicara ortu). Tugas ortu adalah mengarahkan anaknya agar mampu berpikir logis, dan itu harus dilakukan sejak masih kecil. Tentu saja tidak harus secara teoritis, tapi melalui kalimat-kalimat yang Anda pakai sehari-hari kepada anak. Saya meyakini, orang-orang dewasa yang hari ini gak logis-gak logis itu adalah hasil didikan dari ortu yang gak logis juga. Dan karena “ibu adalah madrasah pertama”, makanya saya berpesan kepada ibuk-ibuk supaya mengajari anaknya logika.

Begini contoh-contoh kalimat tidak logis yang sering dipakai para ortu:

  1. Kesalahan analogi

Anak (A): Aku takut berenang!

Ortu (O): Kamu ini sudah gede kok takut berenang? Malu dong sama ikan, kecil-kecil berani berenang!

A: Aku pingin langganan internet biar ga usah ke warnet kalo bikin PR

O: Bapak aja dulu ga pernah pake internet waktu sekolah, tetep bisa jadi insinyur!

  1. Argumentum ad hominem (berargumentasi dengan menyerang pribadi lawan debat)

A: Tadi di sekolah kami urunan uang buat beli kado untuk Wati, tapi temenku si Zulfan ga mau iuran! Padahal jajannya aja Rp50 ribu sehari.

O: Si Zulfan itu orang Padang kan ya? Emang dimana-mana Padang itu pelit!

A: Jajanku tambah dong, si Wati sehari jajannya Rp50.000, masa aku cuma Rp15000

O: Dasar anak ga tau terima kasih! Uang Rp15000 itu udah banyak tau! Emang cari duit gampang?

  1. Ketidaklogisan di premis mayor

A: Aku ga mau tidur sekarang

O: Heh, ntar kamu diculik genderuwo, cepetan masuk kamar sekarang!

A: Aku ga mau makan!

O: Kalau kamu ga mau makan ntar ditangkep polisi lho!

(Kesalahan premis mayornya: apakah genderuwo kerjanya menculik anak yang tidak tidur?/apakah polisi kerjanya menangkap anak yang tidak makan? TIDAK)

Bahkan kepada anak masih balita pun, biasakan berargumen dengan logis, supaya mereka pun lambat laun memiliki kemampun berpikir logis. Contoh kalimat yang baik dan logis:

Anak (A): Aku takut berenang!

Ortu (O): Bunda dulu waktu seusia kamu juga sempat takut berenang, lalu bunda lihat teman bunda senang sekali berenang, jadi bunda pingiiin.. sekali bisa. Lalu bunda coba belajar, ternyata akhirnya bisa juga. [biasakan memotivasi dengan cara logis, gunakan analogi yang setara, tunjukkan empati]

A: Aku ga mau makan!

O: Kenapa kok ga mau makan? [biasakan bertanya, siapa tahu ada argumen logis anak, jangan langsung mendikte; berdiskusi akan melatih anak menyusun argumen dan meningkatkan kemampuannya mengkritisi kalimatnya sendiri, maupun kalimat orang lain]

A: Jajanku tambah dong, si Wati sehari jajannya Rp50.000, masa aku cuma Rp15000

O: Kamu mau jajan apa sih di sekolah?

A: baso, risoles, dan jus jeruk

O: Harganya masing-masing berapa?

A: baso 6000, jus 4000, risoles 2000.

O: Jumlahnya?

A: 12ribu

O: Jajanmu sehari 15.000, berarti kelebihan dong uangnya, kembaliin ke bunda 3000 ya? *skak mat* 😀

[kalau jawaban anak beda lagi, bundanya musti lebih cerdas lagi cari sanggahannya, jangan menyerah dengan ngasih jajan 50ribu sehari, hehehe]

Advertisements

2 thoughts on “[Parenting] Logika Warung For Kids :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s