Proses Menemukan Bakat Anak

kue ira & rezaTeorinya sekilas saya pelajari waktu ikut FESPER (Festival Pendidikan Rumah) 2014, dari salah satu narasumber, yaitu bu Septi Peni Wulandari. Beliau mengenalkan istilah 4E dalam proses menemukan bakat anak, yaitu “Enjoy – Easy – Excellent – Earn”.

Jadi, ortu mendukung dan memfasilitasi berbagai aktivitas anak, sampai mereka menemukan ada aktivitas tertentu yang mereka senang, mudah, dan mahir dalam melakukannya, serta mampu menghasilkan uang dari aktivitas itu. Dengan konsep seperti ini, tak heran bila kita temukan anak-anak di usia sangat muda sudah mampu berbisnis sendiri, atau berkarya yang memberi penghasilan (misalnya, menulis buku, mendesain baju, menyanyi, acting, dll).

Di antara cara ‘memfasilitasi’ itu adalah dengan mengenalkan berbagai profesi kepada anak-anak. Pengalaman saya sendiri, untuk melakukan ini, yang diperlukan paling utama adalah “waktu” dan “tebel muka” grin emoticon. Misalnya, pernah saya duduk hampir satu jam di pinggir jalan, menemani Reza memperhatikan seorang penjual mainan orisinil (si Mang berkreasi sendiri membuat mainan hewan-hewan fantasi dari kain perca dan kawat). Si Mang-nya menggelar lapak benar-benar (literally) di pinggir jalan umum. Apa saya nggak malu duduk di pinggir jalan gitu? Ya malu lah, tapi apa boleh buat. Apa ada waktu? Sebenarnya sih, semua ibuk-ibuk itu pastilah sibuk banget, tapi seperti kata guru parenting saya, “Menyediakan waktu buat anak itu wajib!”

Atau, saya mengajak anak-anak traveling ke berbagai kota, dan mempelajari banyak hal sepanjang perjalanan. Atau, yang termudah (dan terjadi secara alami), anak akan memperhatikan apa yang dilakukan ortunya. Anak-anak yang sejak kecil sudah melihat ortunya menulis atau berdagang, secara alami juga mungkin akan tumbuh jadi anak-anak yang suka menulis atau berdagang. Tentu ini sulit terjadi jika ortu tidak melibatkan anak dalam pekerjaan mereka (misal, anak disuruh belajar melulu, dilayani penuh segalanya, sehingga tak tahu-menahu apa pekerjaan ortunya).

Proses observasi ini dimulai sejak kecil, dan idealnya usia 10 tahun anak sudah ketemu yang 4E ini untuk kemudian ditingkatkan kemampuannya (misalnya, melalui kegiatan magang, atau kursus di level yang lebih profesional), dan usia 15 sudah bisa mandiri (lepas dari tanggungan finansial ortu).

Berdasarkan pengalaman pribadi, anak saya Reza, 4E-nya keliatannya –sementara ini—mengerucut pada jualan. Dia suka membaca dan suka beli buku online, jadi akhirnya jualan buku bekas online (www.tokobukuanakbekas.wordpress.com). Dia juga suka sekali makan kue manis (dan anteng banget kalo liat tutorial bikin kue di youtube). Reza sudah berencana akan jualan kue di pasar kaget yang ada di dekat rumah kami tiap hari Ahad. Saya terus-terang malu juga… gak kebayang kalau harus menemani Reza jualan kue di pinggir jalan. Tapi kan jadi ortu memang kudu tebel muka [melakukan yang terbaik dan terbenar untuk anak, gak peduli apa tanggapan orang]. Sayang niat Reza jualan kue tertunda terus gara-gara saya belum sempat memfasilitasi. Tapi dia tetap berlatih bikin kue dengan enjoy.

Tentu ke depannya bisa saja berubah, karena di saat yang sama ada beberapa potensinya yang lain yang sedang dikembangkan. Intinya, kita ortu hanya mendampingi, mendukung, memfasilitasi, insyaAllah anak akan menemukan sendiri ‘jalan hidup’-nya.

Dan… ini dia hidangan buka puasa kami hari Kamis pekan yll: air kelapa muda, kue bolu kopi karya Reza, bala-bala karya kakak, dan lapis legit enak banget yang dibuat penuh cinta oleh sahabat saya, Ira Fadiah bekerja sama dengan putrinya (kalau mau pesen bisa inbox langsung ke Ira ya, kalau Reza belum terima pesanan) .

Nah, selamat mengobservasi 4E-nya anak, ya! 🙂

2 thoughts on “Proses Menemukan Bakat Anak

  1. kalo anak suka sama berbagai macam olahraga, bakatnya larinya kemana ya mba, apa menjadi atlet? kayaknya enggak juga ya mba… karena anak saya suka sekali bergerak, dan antusias sama berbagai macam olahraga. kami memang banyak mengenalkan berbagai macam olahraga, karena kami ingin anak saya bisa berbagai macam olahraga. Makasih sharing-nya mba

    • Seperti saya tulis, ortu hanya mendukung dan memfasilitasi.. nanti ketemu sendiri, mana yg benar2 bakatnya (indikatornya 4E itu..kan ga sekedar suka.. ada 3E lainnya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s