Traveling Bersama Anak (2): Lombok

Jpeg

Pantai Kuta Lombok

Kata seorang ustadz, anak-anak itu sudah terlahir dengan berbagai macam fitrah, antara lain fitrah menghargai keindahan. Alam Lombok, luar biasa indahnya (yang kami lihat di foto). Inilah saatnya membawa anak-anak untuk melihat langsung keindahan itu, untuk mengeksplorasi fitrah keindahan mereka.

Dari Bali, kami menyeberang ke Lombok dengan menaiki kapal ferry yang sangat nyaman. Reza sangat menikmatinya karena inilah pertama kalinya ia naik kapal besar. Tak henti ia berkeliling, mengeksplorasi kapal.

Anak-anak memandang keindahan dengan mata mereka sendiri. Berperjalanan (seharusnya) melatih ortu untuk hening sejenak dan mencoba memandang dunia sebagaimana anak-anak memandangnya. Mereka polos, lugu, tanpa prejudice. Kitalah orang dewasa yang (sayangnya) mengajari mereka (mungkin tanpa sadar) untuk prejudice, memandang rendah pada siapa saja yang bukan ‘aku’ atau ‘kita’.

Itulah yang terjadi saat kami di Lombok. Kami berkali-kali berpapasan dengan bule berpakaian sangat minim. Saya sama sekali tak pernah menjelek-jelekkan mereka kepada anak-anak. Tapi saya tetap meneguhkan identitas mereka. Karena kami muslim, kami tetap harus berpakaian yang sesuai aturan agama kami. Jadi, saat bersnorkeling pun, Kirana tetap lengkap dengan jilbabnya.  Laki-laki muslim harus menundukkan pandangan saat bertemu perempuan yang berpakaian minim. Terkadang ada rasa lucu melihat si Papa dan Reza berjalan menunduk atau tiba-tiba memalingkan muka; atau fokus menatap keluar kapal (ketika kami satu kapal dengan beberapa perempuan bule yang hanya pakai bikini).

Situs yang kami kunjungi selama di Lombok, juga agak mainstream, misalnya Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air (kami menginap di Gili Trawangan dua malam, alhamdulillah bisa dapat homestay bagus dengan setengah harga, ternyata bisa ditawar, mungkin karena bukan peak season, hanya 250rb permalam). Esok paginya, setelah bersepeda menyusuri pulau, kami ikut trip keliling pulau-pulau, sambil snorkeling. Malam harinya, kami jalan-jalan menyusuri pantai, duduk-duduk di cafe yang sudah tutup. Di kejauhan, cafe-cafe memperdengarkan suara musik hiruk-pikuk. Kebetulan saat itu bulan purnama, indah banget. Ada perahu-perahu yang tertambat di pantai terayun-ayun ombak yang tenang. Pemandangan yang sempurna.

Jpeg

Air terjun benang kelambu

Esok paginya, kami menyeberang ke pantai Lombok dan dijemput oleh sopir travel (Abi) yang saya dapat kontaknya di grup Lombok Backpacker. Dia orang Lombok asli dan sangat komunikatif, sehingga kami  bebas bertanya banyak hal soal budaya Lombok. Kami mengunjungi Masjid Bayan Beleq, masjid kuno berusia 300. Masjid itu rendah (kalau masuk pintunya, harus agak menunduk) dan terbuat dari anyaman bambu. Lalu, ke air terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu yang indah banget. Dan lain-lain (yang sudah mainstream lah, pokoknya).

Traveling akan membuka horison anak-anak, melihat bahwa di luar sana ada berbagai jenis manusia, makanan, budaya, dan bahasa. Untuk mendapatkan manfaat seperti itu, kita terkadang perlu ‘merekayasa’. Misalnya, saya sengaja mengontak teman Facebook saya, Fifi Basyir, meminta izin untuk boleh datang ke rumahnya. Fifi memiliki usaha pie susu Nasima dan saya ingin anak-anak melihat bagaimana proses pembuatan pie sampai ke pengepakan. Fifi dengan lapang hati mempersilahkan dan pagi hari itu kami sukses membuah heboh di rumahnya, rame-rame bikin pie susu, ngobrol ke sana-sini, dan menikmati pie yang enak banget itu. Malam sebelumnya, Fifi bahkan mengundang kami makan malam dan kami menikmati beberapa makanan khas Lombok. Terimakasih banyak ya Fifi, jazakumullah khairan katsira 🙂

(Bersambung ke bagian 3)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s